Menteri PPPA dan Suara Emas Edo Kondologit Buka Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2019

Menteri PPPA dan Suara Emas Edo Kondologit Buka Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2019
Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2019 ( Foto: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) )
/ ANA Sabtu, 19 Oktober 2019 | 13:59 WIB

Raja Ampat, Beritasatu.com - Pembukaan Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2019, Jumat (18/10/2019) berlangsung spesial. Kekayaan budaya Papua ditampilkan.

Suasana pembukaan semakin istimewa dengan lantunan suara emas Edo Kondologit. Dalam penampilannya, penyanyi senior Papua tersebut berkolaborasi dengan atraksi musik bambu.

Musiknya sangat khas. Karena dihasilkan melalui batang-batang bambu yang dipukul dengan karet.

Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat itu membawakan lagu Tanah Papua dan Sajojo. Aksi menghibur Edo mampu menghipnotis pengunjung.

Pembukaan Festival Pesona Bahari Raja Ampat 2019 sendiri dilangsungkan di Pantai Waisai Torang Cinta, Raja Ampat, Papua Barat. Nuansa festival sudah terasa dari pelabuhan.

Para tamu langsung disambut Tarian Penjemputan. Para penari juga membawa dayung sebagai simbol bahari. Para tamu berjalan menuju venue festival dengan iringan Suling Tambur.

“Mari nikmati bersama Festival Pesona Bahari Raja Ampat yang indah. Alam dan budaya di sini sangat eksotis hingga membentuk jati diri yang menginspirasi. Dengan festival ini, kami yakin Raja Ampat akan semakin mendunia. Dengan keindahannya itu, Raja Ampat sudah menjadi ikon Papua,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise.

Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan, Raja Ampat adalah destinasi yang komplit.

“Raja Ampat ini destinasi yang sangat komplit. Selain alamnya, Raja Ampat memiliki budaya luar biasa. Beberapa warisan leluhur ini bisa dinikmati dalam Festival Pesona Bahari Raja Ampat. Kami yakin, popularitas Raja Ampat akan terus naik. Festival ini mengangkat seluruh potensi yang ada di sini. Dengan begitu, arus kunjungan wisatawannya akan terus naik,” kata Dominggus.

Pembukaan festival juga menghadirkan Tari Gale Gale. Tarian ini dibawakan Sangar SMK YPK Bukit Zaitun, Raja Ampat. Tari Gale Gale sering disajikan dalam acara adat. Sepintas, Tari Gale Gale mirip dengan Tari Yosim Pancar. Tarian ini bawakan oleh penari putra-putri secara berpasangan. Aluran musik yang dibawakannya pun menghentak dinamis.

Penampilan lainnya adalah Tari Lanjin yang dibawakan Sanggar Tari Kampung Beo-Araway, Distrik Tiplol Mayalibit, Raja Ampat. Tarian ini dibawakan oleh penari wanita dengan usia paruh baya. Properti yang digunakan adalah sapu tangan putih yang terselip diantara jari. Tari ini biasanya dibawakan dalam upacara khusus.

“Festival ini luar biasa makanya tetap masuk Top 100 CoE Nasional pada 2020. Komposisinya sangat menarik. Ada banyak aktivitas di sini. Wajar bila opening ceremony festival ramai oleh wisatawan,” jelas Ketua Tim Pelaksana Calendar of Event Kemenpar Esthy Reko Astuty.

Sedangkan Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh Ricky Fauziyani memuji Pantai Waisai Torang Cinta yang indah.

“Lokasi opening sangat indah. Karena ada di tepi pantai. View indah itu lalu dikombinasikan dengan budaya khas Raja Ampat. Tarian dan musik pengiringnya sangat bagus. Kami yakin, event ini akan memberikan pengaruh positif bagi pariwisata di sana,” papar Ricky.

Suasana sore Raja Ampat makin ramai dengan Tari Lalayon. Tarian ini merupakan kombinasi dari beberapa budaya. Tarian ini juga menjadi simbol cinta kasih muda mudi di Raja Ampat. Tari Lalayon menyiratkan ungkapan syukur keseharian masyarakat.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani menerangkan, budaya Raja Ampat unik.

“Raja Ampat sangat kaya budaya. Potensi tersebut sangat prospektif bagi pengembangan pariwisata. Sebab, rata-rata wisman sangat menyukai budaya setempat. Belum lagi ada banyak simbol dan filosofi yang menginspirasi. Kami yakin, festival ini akan terus dibanjiri oleh wisatawan,” terang Rizki.

Pujian untuk event ini disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Menurutnya, festival ini adalah momen terbaik untuk menikmati Raja Ampat dari berbagai angle.

“Para wisatawan bisa menikmati beragam seni lokal yang memikat. Pada sisi lainnya, mereka tetap menikmati keindahan alam bahari Raja Ampat. Mereka tetap bisa menjalankan aktivitas snorkling hingga diving. Enjoy Raja Empat,” tutup Menpar Arief.



Sumber: BeritaSatu TV