Dipopulerkan Jokowi, Never Too Lavish Harap Industri Kreatif Lebih Diperhatikan

Dipopulerkan Jokowi, Never Too Lavish Harap Industri Kreatif Lebih Diperhatikan
Jokowi mengenakan jaket denim rancangan Never Too Lavish ( Foto: Berita Satu )
Dina Fitri Anisa / IDS Senin, 21 Oktober 2019 | 13:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Produk lokal Indonesia beberapa tahun terakhir sedang naik daun. Terlebih, orang nomor satu di negara ini, yaitu Presiden Joko Widodo (Jokowi), dikenal sangat bangga mengenakan produk-produk lokal, mulai dari baju hingga sepatu.

Hal kecil tersebut rupanya mampu mendongkrak popularitas banyak merek lokal, baik di pasar lokal maupun internasional. Salah satunya adalah Never Too Lavish yang sudah membuktikannya sendiri.

Merek ini berhasil menarik perhatian Jokowi dengan jaket denim bergambarkan peta Indonesia yang mereka buat. Sontak, setelah jaket itu dikenakan sang presiden, bisnis custom painting dan decon-recon bikinan sekelompok anak-anak muda ini langsung mendapat perhatian publik dan dibanjiri pesanan.

Setelah itu, nama Never Too Lavish kembali melejit saat Jokowi kembali menggunakan karya mereka untuk mempromosikan Asian Games. Sejak saat itu pula, Jokowi menetapkan pilihan untuk menjadi pelanggan produk-produk Never Too Lavish.

General Manager Never Too Lavish, Mohammad Azka mengatakan, langkah ini merupakan sebuah pengakuan kualitas dari Jokowi. Hingga kini, jika ditotal, Jokowi telah membeli delapan jaket produksi mereka dalam beragam model dan warna.

Sebagai pelaku industri, Azka pun mengapresiasi hal tersebut. Karena menurutnya, dukungan Jokowi secara tak langsung dapat membangkitkan gairah kreativitas dan jiwa bisnis label-label dan desainer lokal.

"Beberapa seniman yang membuat jaket custom jadi lebih bersemangat. Ini jadi inspirasi buat yang selama ini tidak kelihatan, dan sekarang semua muncul dari permukaan untuk membuat sesuatu yang menarik," katanya dalam acara taklimat media HAGE 2020, di kawasan Pakubuwono, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu.

Untuk itu, dirinya pun berharap di masa pemerintahan Presiden Jokowi yang kedua, pelaku industri kreatif Indonesia bisa lebih diperhatikan lagi. Dengan demikian, nantinya semakin banyak karya anak bangsa yang bisa terangkat dan mengharumkan nama Indonesia.

“Industri kreatif memang kelihatannya sudah besar, tapi sebenarnya secara organisasi kita masih kecil. Jadi kita ingin supaya UMKM ini dimudahkan dari segi perizinan pemasaran ke luar negeri, sampai dengan insentif pajak. Namun, so far memang Pak Jokowi sudah kasih solusi dari sisi pajak untuk UMKM. Sekarang tinggal meningkatkan bagaimana kinerja Bekraf (Badan Ekonomi Kreatif) yang masih belum maksimal,” paparnya.



Sumber: Suara Pembaruan