20 Negara Akan Menikmati Keragaman Budaya di Sail to Indonesia 2019 Lingga

20 Negara Akan Menikmati Keragaman Budaya di Sail to Indonesia 2019 Lingga
Penggarahan antusiasme terhadap Sail to Indonesia oleh Kadispar Kepri Boeralimar ( Foto: Kementerian Pariwisata / IST )
Jayanty Nada Shofa / JNS Selasa, 22 Oktober 2019 | 11:01 WIB

LINGGA - Event Sail to Indonesia 2019 dijamin berlayar dengan semarak dengan adanya partisipasi dari 20 negara lainnya. Berlangsung di Lingga, Kepulauan Riau (Kepri), event ini berlangsung pada 28-31 Oktober 2019 dan dipusatkan di Desa Benan, Katang Bidara.

20 negara yang ikut serta berasal dari berbagai benua seperti Malaysia, Thailand, Filipina, Brazil, Chili, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. 12 negara asal Eropa juga turut memeriahkan yakni Inggris, Jerman, Belanda, Prancis, Belgia, dan Spanyol. Ada juga Swedia, Norwegia, Luksemburg, Denmark, Finlandia, hingga Italia.

Kepala Dispaspora Lingga, Raja Fahrurrazi, mengungkapkan Sail to Indonesia 2019 dikemas sangat menarik melalui kombinasi alam dan budaya.

“Sail to Indonesia 2019 diselenggarakan lebih meriah. Acaranya menarik dan bagus. Dengan pesonanya itu, wajar bila ada banyak negara yang bergabung di sini. Para peserta bisa menikmati eksotisnya alam dan budaya Lingga sekaligus.” ungkap Raja, Senin (21/10).

Kemeriahan ini dapat terlihat dari rangkaian kegiatan perhelatan Sail to Indonesia 2019 seperti Permainan Rakyat, Pertunjukan Budaya, Kunjungan ke Destinasi Wisata ataupun Kunjungan ke Sekolah. 

Kadispar Kepri Boeralimar menerangkan, Sail to Indonesia 2019 memberi ruang lebih besar bagi wisatawan untuk mengeksplorasi keunikan Lingga.

“Alam dan budaya di Lingga sangat luar biasa. Dengan beragam konten unik yang ditawarkan, semua peserta Sail to Indonesia 2019 bisa menikmati seluruh keindahan itu dan mengeksplorasinya dari berbagai sisi. Pengalaman mereka tentu akan semakin lengkap dengan bergabung dalam beberapa konten seperti Permainan Rakyat.", terang Boeralimar.

Permainan Rakyat yang ditawarkan tentu beragam dan masih lestari hingga saat ini di mana salah satunya adalah Gasing Lingga. Kekhasan dan kepopuleran permainan tradisional ini telah menjadi industri. Sebab, ada banyak Pelarik (perajin gasing) di sana dengan harga jual Rp20 ribu hingga Rp 70 ribu per gasing.

Antusiasme peserta tentu akan semakin meningkat dengan adanya rangkaian hadiah spesial Permainan Rakyat di Sail to Indonesia 2019. Uang tunai sebesar Rp20 juta ini menanti peserta Permainan Rakyat tersebut.

Menegaskan kekayaan Lingga, beragam Pertunjukan Budaya pun digelar. Dengan latar bahari yang kental, Lingga memiliki Tari Merawai yang menggambarkan aktivitas menangkap ikan secara tradisional. Alat yang digunakannya adalah rawai dengan beberapa kail yang dilekatkan pada tali rotan.

Selain tarian, Lingga juga memiliki warna budaya lain. Beberapa budaya Lingga yang terkenal adalah Tepuk Tepung Tawar dan Silat Pengantin. Ada juga Bubur Lambuk, Mandi Safar, hingga Ratib Saman.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati mengatakan, Lingga merupakan destinasi yang unik dengan beragam potensi dan kekayaannya.

“Beragam budaya yang ditampilkan dalam Sail to Indonesia menjadi pengalaman terbaik para peserta. Bukan hanya itu, kekayaan budaya tersebut juga jadi hiburan luar biasa bagi para wisatawan lainnya. Budaya ini memang disukai para wisman, di antaranya dari Eropa. Lebih menarik lagi, event juga akan mengajak peserta menikmati destinasi alam di Lingga,” kata Dessy.

Keindahan alam juga ditawarkan pada event Sail to Indonesia 2019 dengan beberapa spot seperti Batu Gajah dan Bukit Jepang. Peserta tidak hanya menikmati keindahan alam dan udara segarnya, tetapi juga menjelajahi sejarahnya di Bukit Gajah. Sebab, kawasan ini memiliki goa dengan beberapa ruangan khas yang digunakan untuk menyimpan amunisi ataupun sebagai tempat interogasi. Di destinasi-destinasi ini, wisman juga dapat menikmati trekking.

"Dengan beragam keunikan yang ditawarkan, kami optimistis Sail to Indonesia 2019 akan memberikan dampak positif bagi pariwisata Lingga dan Kepri secara umum.", tegas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani. 

Lingga menjadi destinasi favorit wisatawan asal Singapura, Malaysia, Thailand, Inggris, Australia, Jerman, Prancis dan Brazil. Secara keseluruhan, pergerakan wisman di Kepri sangat kompetitif di sepanjang 2019. Arus wisman tercatat sekitar 1,62 juta orang di rentang Januari-Juli 2019 dengan kenaikan 13,85% dari periode sama pada tahun sebelumnya. Pada Januari-Juli 2017, arus wisman tercatat 1,42 juta orang.

"Sail to Indonesia 2019 menjadi momentum terbaik untuk menikmati destinasi Lingga secara utuh. Untuk itu, mari bergabung dalam event ini. Segera atur perjalanan menuju Lingga karena tata waktunya itu masih cukup. Selain atraksi, aksesibilitas dan amenitas di Lingga adalah yang terbaik.", tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.



Sumber: BeritaSatu.com