Tampil Perdana, Tangan Hadirkan Koleksi Unfinished di JFW

Tampil Perdana, Tangan Hadirkan Koleksi Unfinished di JFW
Merek Tangan tampil perdana di Jakarta Fashion Week 2020. ( Foto: Suara Pembaruan / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / IDS Rabu, 23 Oktober 2019 | 11:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Perayaan pekan mode terbesar di Indonesia, Jakarta Fashion Week 2020 sudah mulai digelar sejak Selasa (22/10/2019) di Senayan City, Jakarta Pusat. Seperti biasa, JFW memberikan kesempatan kepada para desainer lokal muda untuk unjuk gigi. Salah satunya adalah merek Tangan milik Ziko Halim dan Margaretha Novianty.

Dalam kesempatan ini, Tangan berusaha untuk menyuguhkan inovasi baru. Dengan demikian, para penikmat mode juga bisa mendapatkan pengalaman, bahkan inspirasi baru setelah melihat karya-karya yang dikeluarkan mereka.

“Awalnya kami berpikir, apakah ide-ide kami bisa diterima di JFW? Namun ternyata kami bisa diterima dan kami meyakini koleksi yang kami angkat berbeda dari desainer-desainer lain,” ungkap Margaretha kepada SP, Selasa (22/10/2019).

Pada penyelenggaraan perdana, Tangan mempersembahkan koleksi Headway, yaitu sebuah karya yang menampilkan keindahan kreasi unfinished. Secara tersirat, koleksi ini berbicara mengenai keindahan hasil kreasi yang tercipta meski prosesnya belum selesai.

“Sentuhan unfinished ini menjadi ciri khas dari semua koleksi presentasi Tangan yang memadukan warna bumi dan natural dengan dominan warna gelap, serta sentuhan aksen warna terang mencolok seperti neon,” ungkap Ziko.

Ziko pun menambahkan, tidak kalah penting Tangan selalu memperlihatkan detail plaid dan patchwork yang memberikan efek kontras, antara simplicity dan complexity. Menurutnya, produk lokal juga harus memperhatikan kualitas bahan yang dipakai, sehingga dapat mengeksplorasi sensor panca indra dengan penggunaan wol, sutra, organza dan katun.

“Kami keluarkan 25 look dengan gabungan lima menswear dan 20 womenswear. Semua yang kami lakukan adalah sebuah pergerakan di dunia fashion, senada dengan pertumbuhan Indonesia yang semakin bergerak cepat ke depan,” terangnya.

Berbeda dengan merek mode lain, penyelenggaraan pergelaran busana Tangan tidak digelar di dalam tenda. Namun, Senayan City menyediakan tempat spesial yaitu di area The Crystal yang berkolasi di lobi utama, dengan tampilan setting panggung yang beda dari biasanya.



Sumber: Suara Pembaruan