Jeny Tjahyawati Angkat Kain Tenun Menjadi Street Wear

Jeny Tjahyawati Angkat Kain Tenun Menjadi Street Wear
Rancangan desainer Jeny Tjahyawati mengusung konsep "Street Couture" tampil di ajang Jakarta Fashion Week (JFW) 2020. ( Foto: istimewa )
Elvira Anna Siahaan / EAS Sabtu, 26 Oktober 2019 | 22:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Gelaran tahunan Jakarta Fashion Week (JFW) 2020 kembali menempatkan wastra khas Indonesia di tempat spesial. Terbukti, sejak hari pertama sejumlah desainer ternama Tanah Air mengeksplorasi kain tradisional, satu di antaranya Jeny Tjahyawati. 

Jeny Tjahyawati mencoba menonjolkan kekayaan kain Sumatera Barat dikemas dengan busana modern hingga hijab yang mengagumkan. Konsep yang diusung Jeny Tjahyawati kali ini adalah Street Couture, yang dipadukan dengan kain songket Pandai Sikiek dari Sumatera Barat dan organza untuk detail lipatannya.

"Konsep Street Couture adalah gaya dengan aura kekayaan dan kemewahan sebuah rancangan desain. Saya memakai potongan-potongan high end yang memiliki kemewahaan desain, meski tetap terlihat minimalis pada tampilannya," tutur Jeny Tjahyawati, kepada Beritasatu.com, Sabtu (26/10/2019).

Khusus pada gelaran JFW 2020, ada total 12 koleksi yang ditampilkan Jeny Tjahyawati, dengan beberapa siluet H, warna-warna pastel seperti soft pink, soft grey, soft purple dan baby blue. Diakui Jeny pilihan warna disesuaikan dengan tren spring summer 2020, sementara inspirasi desainnya terfokus pada gaya feminin dan kemewahan.

Dikatakan Jeny, kain songket tradisional jika dikemas cantik akan menjadi sebuah karya yang mengagumkan, dengan beberapa sentuhan modern.

"Jadi kain songket saya buat lebih modern ala street wear, kemudian saya buat dengan teknik mix pleats handmade," tambah Jeny.

Menariknya, dalam mengerjakan kain songket, Jeny tak pernah membuang sisa bahan yang tak terpakai. Jeny dengan cermat memakain sisa bahan kain songket menjadi outer, tas maupun sepatu.

 



Sumber: BeritaSatu.com