Desainer Lala Hanafi Kenalkan Busana Muslimah Elegan di JFW

Desainer Lala Hanafi Kenalkan Busana Muslimah Elegan di JFW
Desain Lala Hanafi yang dipamerkan di ajang Jakarta Fashion Week 2020. ( Foto: Beritasatu.com/Chairul Fikri )
Chairul Fikri / CAH Minggu, 27 Oktober 2019 | 19:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Desainer Lala Hanafi (LH) menggebrak panggung Jakarta Fashion Week 2019 dengan beragam model koleksinya yang spektakuler. Dalam event kali ini, Lala Hanafi menampilkan beragam model busana yang terinspirasi dari lukisan karya seniman Tiongkok, Lu Jianjun pada tahun 1960.

Lala meyakini simetri dapat merepresentasikan keseimbangan dan keabadian yang memberikan keharmonisan dan keindahan bagi umat manusia.

"Dalam koleksi kali ini, saya mengambil judul Duichen dari bahasa Mandarin, yang berarti simetri. Kami berusaha fokus dalam mendesain dan menciptakan pakaian muslimah yang nyaman dipakai dengan model yang cantik dan elegan serta inline dengan perkembangan zaman, tetapi tetap Islami dan yang kami sasar adalah kalangan wanita usia 25-35 tahun di kota-kota besar di Indonesia," ungkap Lala Hanafi saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (27/10/2019).

Ditambahkan Lala, muslimah yang berhijab tetap dapat tampil percaya diri dan tetap anggun serta modis tanpa harus meninggalkan identitas ke-Islamannya.

"Seperti karya lukis Lu Jianjun, saya juga meyakini keseimbangan simetris tidak selalu harus terlihat identik, tetapi dapat juga terlihat seimbang ketika setiap segmen tata letak memiiliki jumlah dan konfigurasi yang kira-kira sama. Dengan menerapkan hal ini ke dalam busana, setiap penampilan akan terlihat lebih kasual, dinamis, dan tidak monoton, termasuk bila dikenakan oleh wanita muslimah," tuturnya.

Dengan memadukan elemen tradisional Tionghoa dan elemen modern sangat kental terlihat pada kombinasi kain-kain batik Cirebon, katun, dan linen. Kombinasi itu diolah dengan teknik quilt dan bleaching. Sangat cocok dengan style casual chic yang diusung dalam Duichen.

" Kami fokus dalam mendesain dan menciptakan pakaian muslimah yang nyaman dipakai dengan model yang cantik dan elegan serta inline dengan perkembangan zaman, tetapi tetap Islami," tandasnya.

Brand LH yang didirikan pada 9 Desember 2018 merupakan singkatan dari nama Lala Hanafi, desainer fashion yang juga pendiri brand ini. Segmen terbesar brand LH menyasar kalangan wanita usia 25-35 tahun di kota-kota besar di Indonesia. Dalam pagelaran itu, Lala Hanafi mencoba menghasilkan beragam koleksinya yang ditampilkan dengan menggunakan warna-warna rustic seperti ivory, abu-abu, dan coklat dimana dirinya ingin membentuk sebuat look yang anggun dan modest dengan unsur beauty seperti wanita-wanita bangsawan misterius yang digambarkan Lu Jianjun pada lukisannya namun tetap bergaya muslimah.

 



Sumber: BeritaSatu.com