Ini Dia Lima Pesona Wisata Labuan Bajo

Ini Dia Lima Pesona Wisata Labuan Bajo
Pantai Pink atau yang dikenal dengan Pink Beach di Pulau Komodo, NTT. (Foto: PR)
Unggul Wirawan / WIR Rabu, 30 Oktober 2019 | 09:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Siapa pula yang tak kenal Labuan Bajo. Desa di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur ini dikenal punya pemandangan yang indah. Di keindahan panorama alam, liburan ceria bersama keluarga terasa makin seru di Labuan Bajo. Berikut lima pesona wisata yang bisa dikunjungi.

Untuk wisata adat sebagai pilihan pertama, ada desa wisata Kampung Melo yang menawarkan wisata alam dan budaya. Untuk menuju ke sana, pengunjung butuh waktu sekitar 40 menit berkendara dari pusat Kota Labuan Bajo.

Tiba di Kampung Melo, pengunjung akan disambut oleh ketua adat dan dipakaikan selendang. Tidak hanya itu, beberapa pria dari Kampung Melo juga menampilkan tarian caci saat penyambutan. Mereka menggunakan pakaian adat dengan membawa tameng tampah dan senjata di tangannya.

Buat melepas keceriaan bersama anak-anak, Pantai Pink boleh menjadi pilihan kedua. Pantai ini berlokasi di Pulau Komodo ini menawarkan panorama berupa pasir berwarna pink. Warna tersebut berasal dari pigmen merah pada hewan Foraminifera. Pigmen itu menempel di koral, lalu terbawa ombak menuju pesisir pantai. Namun, koral telah menjadi serpihan manakala tiba di pesisir.

Selain menikmati keindahan serpihan koral pink, pengunjung bisa menyaksikan keunikan komodo dragon. Spesies langka ini memiliki ukuran besar dan mampu menyeberangi pulau. Namun, pengunjung tidak boleh melihatnya dari jarak dekat. Meskipun komodo tampak pasif, anak-anak sebaiknya tetap dalam pengawasan orang dewasa.

Pilihan destinasi ketiga adalah Pulau Komodo yang merupakan salah satu dari tiga pulau terbesar di Taman Nasional Komodo. Kawasan ini memiliki luas sekitar 390 kilometer persegi dengan dilengkapi fasilitas wisata. Mulai dari penginapan, restoran, pelabuhan kapal pesiar, pesawat, sampai toko cendera mata.

Banyak hal yang bisa dilakukan di Pulau Komodo, salah satunya melihat hewan reptil purba. Ada sekitar 1.300-an ekor komodo yang hidup dan berkembang biak di pulau ini. Mereka mendiami belantara Pulau Komodo; hanya di waktu tertentu muncul di pesisir pantai. Tapi tak hanya komodo, pengunjung juga bisa menyaksikan eksotisme flora di belantara pulau. Contohnya, kayu serpang yang berguna untuk obat dan pewarna pakaian.

Destinasi keempat yang bisa dikunjungi adalah Pulau Kanawa. Pulau yang indah dan tenang ini hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Labuan Bajo. Salah satu daya tarik Pulau Kanawa adalah taman bawah lautnya. Di taman ini, pengunjung bisa melihat aneka ikan dan keindahan terumbu karang.

Selain itu, Pulau Kanawa menawarkan panorama pantai dengan pasir putih dan air laut biru kehijauan. Jika ingin menikmati pemandangan ini lebih lama, cobalah bermalam di akomodasi dekat pantai.

Setelah puas menikmati wisata alam, pengunjung mencoba destinasi kelima takni museum tenun ikat yang bernama Galeri Tenun. Tempat ini dipelopori oleh gerakan Sunspirit for Justice and Peace. Gerakan swadaya ini merancang museum sebagai area pameran aneka motif kain tenun tradisional.

Di Galeri Tenun terdapat kain tenun asal Nusa Tenggara Timur, lengkap dengan sampel produk kreatifnya. Mulai dari tas, selendang, dan kain batik. Ada pula produk suvenir berupa patung kayu dan kain destar (ikat kepala) pewarna alam.

Labuan Bajo kelak akan semakin sibuk dan terkenal sebagai destinasi wisata dunia. Seperti dilaporkan Antara, Minggu (27/10), Labuan Bajo termasuk lima kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN) yang akan dirampungkan 2020. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono menargetkan dukungan infrastruktur lima KSPN harus selesai pada akhir 2020 sesuai pesan Presiden Jokowi.

Bahkan Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan Jika diakses dari luar Nusa Tenggara Timur, Labuan Bajo tergolong jauh. Oleh karena itu, pengunjung harus membeli tiket pesawat beberapa hari sebelum berangkat.



Sumber: Suara Pembaruan