Arief Yahya: Pariwisata Ibarat Bola Salju yang Menggelinding Cepat

Arief Yahya: Pariwisata Ibarat Bola Salju yang Menggelinding Cepat
Mantan Menteri Pariwisata Arief Yahya optimis bahwa pariwisata Indonesia akan terus berkembang dengan pesat. ( Foto: Kemenparekraf / IST )
Jayanty Nada Shofa / JNS Sabtu, 2 November 2019 | 23:04 WIB

JAKARTA - Ketika ditanyakan kabar setelah berakhirnya kementeriannya periode 2014-2019, Arief Yahya, mantan Menteri Pariwisata, menjawab tengah menikmati waktu bersama keluarga.

Trekking, menikmati alam, serta bercengkerama dengan cucu dan anak-anaknya merupakan beberapa kegiatan yang saat ini dijalankan mantan Dirut Telkom ini. Terus bekerja hingga lembur setiap harinya sejak berkarir di Telkom, ini adalah pertama kalinya ia tidak mengerjakan target khusus. Terlepas dari itu, Arief Yahya masih memiliki beberapa harapan bagi masa depan pariwisata Indonesia.

Ia optimis dengan kinerja Kemenparekraf Wishnutama yang juga harus disertai dukungan para pelaku pariwisata jika ingin menjadikan sektor ini sebagai core economy. Kondusivitas pariwisata patut dijaga terutama dalam mengedepankan hospitality, keramahtamahan, serta kesantunan. Apabila tidak kondusif, negara pasar juga mudah bereaksi dengan adanya travel advice.

Selain itu, Arief Yahya menyebut Thailand sebagai pesaing Indonesia dalam industri pariwisata.

"Thailand memiliki benchmark yang bagus di mana mereka dapat melakukan pemulihan cepat pasca krisis politiknya. Kita juga harus banyak mengisi waktu dengan optimistik dan belajar dari Negeri Gajah Putih ini," ujarnya.

Ia juga menganggap bahwa keberadaan pesaing penting untuk mendorong sektor pariwisata agar terus memberikan pelayanan yang terbaik.

"Bahkan kalau tidak ada pesaing pun, kita harus mencari pesaing atau sparing partner agar terus berkompetisi dan mengejar juara," tambahnya.

Semangat bersaing ini terlihat pada prestasi pariwisata Indonesia dalam Top 20 Dunia dari Readers' Choice Awards. Dikeluarkan oleh media Condé Nast Traveler dan dipilih oleh para audiensnya dari seluruh dunia, Indonesia berhasil meraih juara pertama. Disusul oleh Thailand, Filipina (#8), Vietnam (#10) sebagai negara ASEAN lainnya yang berhasil masuk ke babak 20 Besar ini.

Dengan menyebutkan 3C (Calibration (Kalibrasi), Confidence (Percaya Diri) dan Credibility (Kredibilitas)), Arief Yahya menganggap penghargaan ini penting dalam branding Wonderful Indonesia.

"Calibration berarti Indonesia sudah mengalahkan negara lainnya melalui kriteria global yang sama atau sudah dikalibrasi dengan acuan yang sama. Diikuti juga oleh confidence karena percaya diri Indonesia meningkat berkat keberhasilannya dalam bersaing. Karena ini, Indonesia juga paling banyak dibicarakan di media online. Ketiga, credibility. Berkat pengakuan oleh media internasional, hal ini menunjukkan pariwisata kita sudah diakui dan tidak hanya oleh insan pariwisata di Tanah Air, melainkan para wisatawan dunia," ujar Arief Yahya.

Selain itu, ia juga beranggapan branding Wonderful Indonesia ini agar terus dikembangkan. Dengan mengambil contoh merk dagang ternama Nike ataupun persaingan antara Pepsi dan Coca-Cola, ketiganya tiada henti berupaya untuk menjadi yang terbaik.

Brand Wonderful Indonesia ini juga semakin diperhitungkan di kancah internasional. Pada country branding, Wonderful Indonesia kini naik menjadi peringkat 47 dari sebelumnya yang tak berperingkat. Ini sudah mengalahkan Truly Asia Malaysia di urutan 96 dan Amazing Thailand di posisi 83.

Dengan rangkaian prestasi pariwisata Tanah Air, Arief Yahya optimis pada perkembangan yang pesat pada sektor ini.

"Ini seperti keniscayaan. Pariwisata sudah menjadi penyumbang devisa terbesar setelah CPO. Ibarat bola salju, pariwisata ini sudah menggelinding kencang dan akan terus membesar," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Didien Junaedy berharap potensi yang ada di dalam diri Arief Yahya dapat dimaksimalkan.

"Melihat reputasi Pak Arief Yahya, komitmen beliau pada pekerjaan serta kesuksesannya dalam lima tahun membawa pariwisata ke level dunia, sayang rasanya apabila potensi anak bangsa ini tidak diberdayakan. Apalagi, Arief Yahya handal di berbagai bidang khususnya marketing, strategic management dan digital," papar Didien.



Sumber: BeritaSatu.com