Masata: Wishnutama Tak Pernah Sebut Bali Tidak Ramah Wisman Muslim

Masata:  Wishnutama Tak Pernah Sebut Bali Tidak Ramah Wisman Muslim
Wishnutama Kusubandio (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) menanggapi pemberitaan wisata muslim di Toba dan Bali. (13/11) ( Foto: Kemenparekraf / IST )
Carlos KY Paath / RSAT Rabu, 13 November 2019 | 15:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -  Masyakarat Pariwisata dan Ekraf Indonesia (Masata) menyatakan masalah polemik wisata ramah wisman Muslim di Bali karena adanya pemberitaan pernyataan Menparekraf Wishnutama di sebuah forum, mestinya tidak ditanggapi berlebihan karena pada dasarnya tidak sesuai fakta.

“Sudah ada pernyataan klarifikasi dari media yang memuat bahwa pemberitaannya salah. Pak Wishnutama memang tidak menyampaikan seperti itu, seolah-olah Bali sebagai tempat yang tidak ramah wisman Muslim. Jadi pangkal faktanya tidak ada sebaiknya tidak perlu dijadikan isu dan dibuat gaduh,” ujar Andi Azwan sekjen Masata, Rabu (13/10/2019).

Wishnutama, lanjutnya, dalam pertemuan beberapa waktu lalu dengan pengurus Masata justru menyampaikan dukungan terhadap kearifan lokal, budaya dan adat serta keramahan khas Bali yang membuat pariwisata di Bali menjadi maju dan menjadi andalan Indonesia.

”Mispersepsi ini kemudian seolah berbenturan bahwa beliau menganggap perlu ada upaya atau kebijakan di Bali karena tidak ramah terhadap wisatawan muslim. Padahal tidak ada itu. Sejujurnya beliau ini korban kesalahan pemberitaan saja lalu melebar kemana-mana karena sosial media,” ujar Andi.

Masata berharap reaksi yang berlebihan dan semakin bias ini segera reda karena justru akan menciptakan suasana tidak kondusif bagi kemajuan pariwisata di Indonesia.

”Ya, ada baiknya kita sama-sama menatap ke depan, memastikan agenda-agenda besar kepariwisataan yang telah menjadi leading sector di era Jokowi akan terlaksana sesuai harapan sehingga mampu mendorong pendapatan devisa negara dan mengangkat perekonomian nasional,” tandasnya. 



Sumber: Suara Pembaruan