Pastikan Keamanan Berwisata, Menparekraf Apresiasi MKK

Pastikan Keamanan Berwisata, Menparekraf Apresiasi MKK
Rapat Koordinasi Manajemen Krisis Kepariwisataa Provinsi Riau berlangsung bersama para stakeholders terkait. (14/11) ( Foto: Kemenparekraf / IST )
Jayanty Nada Shofa / JNS Jumat, 15 November 2019 | 09:32 WIB

PEKANBARU, Beritasatu.com - Pastikan keamanan berwisata, hadirnya Manajemen Krisis Kepariwisataan (MKK) mendapat apresiasi dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio.

Saat ini, sudah terdapat tiga provinsi yang menjadi pilot project MKK. Di antaranya adalah Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat dan yang terbaru adalah Provinsi Riau per Kamis (14/11).

Wishnutama menilai pembentukan MKK sangat penting lantaran sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sangat rentan terhadap bencana alam ataupun gangguan keamanan.

Berdampak besar pada pariwisata dan ekonomi kreatif, dibutuhkan sebuah manajemen untuk antisipasi atau pemulihan sebelum terjadinya bencana. Dikarenakan ini adalah sebuah tanggung jawab bersama, Wishnutama menganggap pembentukan MKK harus melibatkan stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif di seluruh daerah.

Saat ini, pariwisata dan ekonomi kreatif sedang diproyeksikan sebagai penghasil devisa utama, sehingga penting untuk memastikan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang berkunjung.

"Kami berharap setelah tiga provinsi pilot project ini, MKK juga hadir di semua provinsi dan kabupaten kota sebagai amanah Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 10 tahun 2019 tentang Manajemen Krisis Kepariwisataan (Permenpar MKK)," ujar Wishnutama.

Sementara pembentukan MKK di Provinsi Riau, dikawal langsung Ketua Tim MKK Kemenparekraf sekaligus Plt Kepala Biro Komblik Kemenparekraf Guntur Sakti.

Menurutnya, hal yang penting untuk dilakukan dalam pembentukan MKK adalah memetakan peran stakeholder pariwisata dan ekonomi kreatif dalam penanganan situasi krisis. Karena krisis dapat terjadi kapan pun dan di mana pun, para stakeholder perlu dipertemukan agar pembagian peran jelas ketika krisis terjadi.

Guntur Sakti juga menekankan pentingnya membentuk sebuah sistem penanganan krisis yang baik. Dari fase kesiapsiagaan dan mitigasi, fase tanggap darurat, fase pemulihan, hingga fase normalisasi.

"MKK tidak hanya bekerja saat terjadi krisis saja, tetapi jauh sebelum terjadi krisis yakni pada fase Kesiapsiagaan dan Mitigasi melalui pemetaan potensi krisis dan penyusunan rencana langkah penanganan. Pada fase Tanggap Darurat, MKK melakukan assessment dampak krisis pada sektor ini, melakukan koordinasi layanan wisatawan, dan menyusun strategi komunikasi krisis. Salah satu tugas terberat MKK adalah memulihkan citra dan kepercayaan industri dan wisatawan pasca krisis," jelas Guntur.

Untuk itu, Guntur menambahkan Kemenparekraf membutuhkan keberadaan dan peran MKK Daerah dalam mendukung target pencapaian kinerja pariwisata dan ekonomi kreatif. Tak hanya itu, MKK juga berperan penting dalam membangun citra dan reputasi pariwisata Tanah Air.



Sumber: BeritaSatu.com