Katalog Pariwisata Kesehatan

Tidak Lama Lagi, Indonesia Menjadi Destinasi Wisata Kesehatan Dunia

Tidak Lama Lagi, Indonesia Menjadi Destinasi Wisata Kesehatan Dunia
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia bidang Pendidikan dan Kesehatan James Riady, Menparekraf Wishnutama,Menkes Terawan Agus Putranto, dan Wakil Presdir Siloam Hospitals Caroline Riady dalam acara "Peluncuran Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran" di Jakarta, Selasa 19 November 2019. ( Foto: istimewa / istimewa )
Elvira Anna Siahaan / EAS Selasa, 19 November 2019 | 15:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersinergi membuat pola perjalanan wisata kesehatan di Indonesia. Konsep pariwisata kesehatan yang sudah digodok sejak 2017 ini adalah sebuah langkah positif untuk mewujudkan Indonesia sebagai destinasi Pariwisata Kesehatan Dunia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Whisnutama di acara peluncuran Katalog Wisata Kesehatan dan Skenario Perjalanan Wisata Kebugaran, di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (19/11/2019) mengatakan, target wisatawan yang dibidik untuk paket wisata ini spesifik.

"Kami tidak akan sembarangan promosi untuk paket wisata kesehatan ini. Sebab kam sudah mengetahui target pasar mana yang diincar. Jadi, paket wisata kesehatan atau wellness ini memang untuk mereka yang peduli pada kesehatan jasmani dan rohani,” kata Whisnutama.

Peluncuran katalog paket wisata kesehatan ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pendidikan dan Kesehatan James Riady, Wakil Presiden Direktur Siloam Hospitals Caroline Riady, dan Menteri Kesehatan (Menkes) dr Terawan Agus Putranto.

Pada kesempatan yang sama Menkes dr Terawan menegaskan kerja sama dua kementerian ini harus menghasilkan inovasi yang bisa diterima wisatawan, baik mancanegara atau nusantara. Menkes percaya, inovasi menjadi jalan terbaik untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Indonesia.

Menkes mengatakan ada empat cara yang bisa dilakukan terkait konsep pariwisata kesehatan di Indonesia. Pertama, harus ada inovasi di wisata kesehatan yakni paket-paket yang ditawarkan berbeda dengan negara lain. Kedua, pemerintah harus memikirkan cara untuk merebut kepercayaan masyarakat Indonesia agar tidak lagi berwisata kesehatan ke luar negeri.

"Bagaimana caranya kita merebut kepercayaan orang Indonesia agar jangan berobat ke luar negeri. Kita harus menawarkan paket yang bertanggung jawab, rasional, dan berinovasi,” kata dr Terawan.

Cara ketiga yang juga dipercaya Menkes bisa menarik wisatawan adalah membuat paket wisata yang bisa dinikmati berhari-hari. Dan keempat adalah mempermudah pembayaran sistem paket wisata kesehatan.

"Intinya dalam paket wisata kesehatan ini harus mengacu pada kemajuan teknologi, jadi jangan ada masalah di bidang pembayaran," tegas Menkes.

Terkait wisata kesehatan, ditambahkan Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani, mengatakan kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang telah dilaksanakan pada tahun 2017 antara dua kemeterian. Tujuannya adalah mendukung destinasi wisata prioritas serta mengembangkan wisata kesehatan yang bermutu.

"Buku Perjalanan Wisata Kebugaran ini dapat memberikan informasi tentang pilihan paket wisata bagi para wisatawan yang memiliki karakter dan preferensi berbeda, yaitu motivasi kesehatan dan kebugaran melalui pengalaman budaya yang unik dan dikemas secara inovatif,” kata Giri.

Nantinya dalam paket wisata kesehatan terdiri dari empat klaster yakni Wisata Medis, Wisata Kebugaran dan Jamu, Wisata Olah Raga yang mendukung kesehatan, dan Wisata Ilmiah Kesehatan.



Sumber: Suara Pembaruan