Borobudur Marathon Menuju Mega Event 2020

Borobudur Marathon Menuju Mega Event 2020
Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengungkapkan harapannya agar Borobudur Marathon dapat dikemas sebagai Mega Event 2020 di Fowapar, Senin (18/11). ( Foto: Kemenparekraf / IST )
Jayanty Nada Shofa / JNS Rabu, 20 November 2019 | 13:06 WIB

SOLO, Beritasatu.com - Kini mendunia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mendorong ajang Borobudur Marathon di Jawa Tengah agar dikemas menjadi program Mega Event 2020.

"Penyelenggaraan sport tourism Borobudur Marathon sudah mendunia. Tahun ini diikuti peserta dari 35 negara dan mendatangkan banyak wisatawan," ujar Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo di Forum Wartawan Pariwisata (Fowapar) di Wedangan Lawang Djoendjing, Banjarsari, Solo, Senin. (18/11)

Bertemakan 'Spirit Joglosemar Menuju Wisata Kelas Dunia', forum ini dihadiri Asisten Deputi Strategi Komunikasi Pemasaran I Kemenparekraf Haryanto dan Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemerintah Kota Solo Heri Purwoko. Adapun diskusi ini adalah bagian dari famtrip Forwapar ke destinasi super prioritas sekitar Borobudur yakni Solo, Boyolali dan Klaten, Jateng.

“Dengan sentuhan kreatif antara lain berupa dukungan media internasional yang kuat serta ekosistem pariwisata terutama dari kalangan dunia usaha serta masyarakat sekitar yang memadai, Borobudur Marathon yang masuk dalam Top 100 National Calendar of Events (CoE) akan menjadi yang terbaik di dunia,” ujar Ganjar Pranowo.

Hingga saat ini, Kemenparekraf telah menetapkan 5 quick win di antaranya adalah mengakselerasikan mega event nasional di 5 destinasi super prioritas yakni Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika dan Likupang. Dalam pelaksanaannya, peningkatan kualitas Top 100 CoE juga turut ditargetkan.

"Menparekraf ingin tahun 2020 di lima destinasi superprioritas diselenggarakan event-event yang lebih bermutu dan berskala internasional dengan sentuhan kreativitas yang mampu memberdayakan masyarakat setempat, mengangkat citra destinasi prioritas dan daerah serta reputasi bangsa Indonesia," ujar Haryanto.

Ekonomi kreatif juga dianggap berperan penting dalam mengembangkan pariwisata. Heri Purwoko menganggap, dengan berbagai cultural event yang menawarkan produk kreatif seperti kuliner, Solo dapat memikat hati para wisatawan. Tak hanya itu, pelaksanaan event besar seperti Borobudur Marathon turut dirasakan manfaatnya oleh masyarakat setempat.

Dengan menargetkan Borobudur Marathon sebagai Mega Event 2020, Ganjar berharap event-event pendukung seperti sport atau cultural tourism dapat bermunculan guna mempromosikan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2021.



Sumber: BeritaSatu.com