Untuk Pelancong Milenial, Bobobox Luncurkan Dua Hotel Kapsul dii Jakarta

Untuk Pelancong Milenial, Bobobox Luncurkan Dua Hotel Kapsul dii Jakarta
Seorang model berada dalam kamar kapsul Bobobox. ( Foto: Bobobox / Dokumentasi )
Unggul Wirawan / WIR Kamis, 21 November 2019 | 18:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Tempat menginap yang standar dengan harga terjangkau. Itulah tawaran Bobobox, perusahaan rintisan yang mengelola penginapan kapsul modular. Lewat aplikasi Bobobox, para pelancong bergaya milenial yang serba praktis dapat menikmati fasilitas tidur on demand berupa hotel kapsul.

Bobobox meluncurkan dua hotel terbarunya di Kebayoran Baru dan Pancoran, Jakarta Selatan. Lewat pembukaan dua cabang Jakarta ini, Bobobox memiliki total 326 pod (kamar kapsul) yang bisa mengakomodasi hingga hampir 10.000 penginap setiap bulannya.

“Lokasi yang prime, pengalaman terstandarisasi, dan harga yang terjangkau adalah tiga hal yang diinginkan setiap traveler, tetapi hampir mustahil ditemukan dalam satu akomodasi. Bobobox berhasil membawa ketiganya,” ujar CEO Bobobox Indra Gunawan.

Seperti tempat menginap pada umumnya, Bobobox juga menawarkan standardized dan customized experience bagi setiap penggunanya. Mulai dari jenis kasur, warna lampu, hingga fitur di aplikasi yang terintegrasi dengan sistem Internet of Things (IoT). Hotel Bobobox memiliki dua tipe kamar kapsul yakni tipe single, dan tipe double untuk dua orang tamu.

Setiap kamar juga dilengkapi fasilitas berupa speaker bluetooth, stop kontak, AC, handuk dan perlengkapan mandi, serta lampu tidur. Lewat aplikasi Bobobox, lampu tidur di kamar bisa dikontrol melalui aplikasi Bobobox dari jarak jauh serta berganti warna hingga 16 warna sesuai pilihan kenyamanan tamu. Khusus toilet, letaknya dibuat terpisah dari kamar.

Untuk lokasi di Jl Panglima Polim, Bobobox menyediakan 84 kamar dengan tipe single dan double. Setiap tamu bebas memilih tipe kamar dengan harga Rp 220.000 untuk kamar double dan Rp 154.000 untuk tipe kamar single.

Bobobox memulai bisnisnya di Bandung, dan kini telah memiliki tiga cabang di Pasir Kaliki, Dago, dan Cipaganti. Kini, Bobobox memulai ekspansi nasionalnya dimulai dengan pembukaan dua cabang di Jakarta Selatan.

“Kami memulai di Bandung dengan alasan kedekatan tim kami dengan kota Bandung, kami berasal dari Bandung, dan yakin pesona Bandung dapat terus menarik wisatawan untuk datang dan menikmati kota tersebut,” ujarnya.

Berkelanjutan

Di Bandung, kata Indra, Bobobox memiliki 130 pod di 3 cabang, yang sejak awal berhasil menghasilkan tingkat hunian sebesar 90% secara berkelanjutan. Tak hanya mengenai pod, Bobobox juga terus mempromosikan Bandung sebagai tujuan wisata dengan berbagai atraksi.

“Seperti di Bandung, kami ingin memfasilitasi millenials dan business travelers yang membutuhkan akomodasi nyaman, menarik, terstandarisasi, namun tetap terjangkau di Jakarta. Secara bisnis, pasar di Jakarta jauh lebih besar daripada Bandung dan tingkat mobilitas mereka pun juga sangat tinggi. Ini menjadikan Jakarta pilihan yang tepat bagi ekspansi pertama kami,” tambah Presiden Bobobox Antonius Bong.

Tak hanya Bandung dan Jakarta, Bobobox siap untuk berekspansi. Dengan jumlah total 326 kamar (‘pod’) di Jakarta dan Bandung, Bobobox siap merambah ke beberapa kota besar, seperti Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali, pada 2020.

“Kami percaya bahwa untuk memfasilitasi pasar yang besar ini, Bobobox tidak mungkin tumbuh sendirian, karena itu kami selalu mencari rekan untuk berkolaborasi. Kami membuka kesempatan bermitra bersama pebisnis atau pengusaha lain, baik individual maupun korporasi, untuk bergabung dan membangun pariwisata Indonesia bersama Bobobox, baik itu melalui program promosi maupun waralaba pembangunan outlet baru,” tambah Antonius.



Sumber: Suara Pembaruan