Serunya Naik Kereta Uap Jaladara Menikmati Panorama Solo

Serunya Naik Kereta Uap Jaladara Menikmati Panorama Solo
Kereta uap Jaladara (Foto: istimewa)
Chairul Fikri / CAH Minggu, 24 November 2019 | 14:19 WIB

Solo, Beritasatu.com - Sebagai kota yang penuh sejarah, Surakarta atau yang sering disebut dengan nama Kota Solo dikenal sebagai kota lahirnya peradaban di tanah Jawa dengan berdirinya Keratonan Kasunanan dan Mangkunegara Surakarta. Tak hanya itu, Solo selama ini juga dikenal sebagai kota pertama yang menyelenggarakan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang diselenggarakan tahun 1948.

Tak hanya menyimpan sejarah, Solo juga dikenal memiliki kearifan lokal berupa kerajinan Batik yang kini dikenal seantero dunia. Lantaran batik-batik yang lahir dari Solo ternyata kini namanya sudah dikenal luas oleh dunia.

Bicara tentang potensi wisata, wilayah kota Solo juga mempunyai spot menarik yang patut dikunjungi yakni wisata city tour dengan menikmati sensasi naik kereta uap Jaladara atau bahasa jawanya Sepur Kluthuk Jaladara. Dengan Lokomotif uap C 1218 yang merupakan buatan Jerman pada tahun 1896 yang menarik dua buah gerbong kayu jati asli buatan tahun 1920 dengan kode CR 16 dan CR 144 yang melayani rute Stasiun Purwosari hingga Stasiun Solo Kota sejauh enam kilometer, wisatawan akan bisa menyaksikan pemandangan suasana tengah-tengah kota Solo.

Paket perjalanan wisata dengan kereta uap Jaladara ini memang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo saat dirinya menjadi Wali Kota Solo. Dimana rute perjalanannya melewati landmark menarik di kota solo dengan empat titik pemberhentian yakni Loji Gandrung (Rumah Dinas Walikota Solo), Ngarsopuro, Keraton Solo dan Gladak. Dimana dalam setiap perjalanannya, kita akan melintasi beberapa destinasi wisata kota solo seperti Solo Grand Mall, House of Danar Hadi, Museum Radya Pustaka Sriwedari, Perempatan Pasar Pon (Pasar Windujenar – Ngarsopura), Kampung Seniman Kemlayan, Kampung Batik Kauman, Beteng Trade Center / Gladag Langen Bogan dan berakhir di Stasiun Solo Kota.

"Kereta ini merupakan kereta sejarah yang pernah dimiliki Indonesia. Ini adalah satu-satunya kereta antik yang digagas oleh presiden Jokowi kala masih menjabat sebagai Wali Kota Solo. Ia pergi ke Ambarawa untuk menjadikan kereta kuno untuk menjadi magnet wisata Solo. Dari beberapa kereta kuno, kereta C1218 inilah yang sangat bisa dipakai, akhirnya ini dibawa ke Solo. Kereta uap lokomotif Sepur Kluthuk Jaladara keluaran tahun 1896 ini bernomor seri C1218 dan disebut-sebut hanya ini satu-satunya kereta tua yang masih beroperasi di dunia," ungkap Pipit yang mendampingi tim Forwarpar saat menaiki Kereta Uap Jaladara belum lama ini.

Dengan kecepatan 10-20 km/jam, Lokomotif uap C 1218 yang merupakan buatan Jerman pada tahun 1896 ini mampu menarik dua gerbong yang berkapasitas 70 Penumpang. Dimana untuk semantara kereta ini hanya bisa disewa pengunjung dengan harga Rp. 3,5 juta untuk satu kali perjalanan pulang pergi Stasiun Purwosari - Stasiun Solo Kota dengan menghabiskan waktu selama 3 jam.

"Harganya memang agak mahal. Karena kereta ini menggunakan kayu jati sebagai bahan bakar. Sekali perjalanan, kereta ini membutuhkan lima kayu jati untuk sekali perjalanan. Alasan menggunakan kayu jati karena agar lebih tahan lama pembakarannya. Itu yang membuat harga sewa nya agak mahal. Kereta ini tidak dipergunakan reguler. Namun dari kemahalan itu, wisatawan yang naik kereta Uap Jaladara ini akan bisa merasakan sensasi dan merasakan nostalgia yang tak akan pernah terlupakan," tambah Pipit.

Bila anda berkunjung ke Kota Solo dan tertarik menggunakan Kereta Uap Jaladara, maka anda bisa langsung datang ke Dinas Perhubungan Kota Solo untuk melakukan reservasi dan pemesanan keretanya. Dimana dalam setiap rangkaian perjalanannya, pengunjung tak hanya akan disuguhkan dengan pemandangan kota Solo saja, namun mereka juga menimati Jamu dan juga jajan pasar yang disediakan dalam gerbong kereta-nya.



Sumber: BeritaSatu.com