Keeksotisan Festival Gilimanuk Perkuat Bali Recovery

Keeksotisan Festival Gilimanuk Perkuat Bali Recovery
Keeksotisan Festival Gilimanuk ditampilkan dari berbagai tarian khas Jembrana dengan alunan gamelan Jegog, Minggu (24/11). (Foto: Kemenparekraf / IST)
Jayanty Nada Shofa / JNS Senin, 25 November 2019 | 18:14 WIB

JEMBRANA, Beritasatu.com - Perkuat program Bali Recovery, Festival Gilimanuk menghadirkan keeksotisan Jembrana bagi para wisatawan di DTW Teluk Gilimanuk, Jembrana, Bali. 

Berlangsung pada 22-24 November, para wisatawan dapat merasakan keseruan Senam Zumba, Lomba Sampan Layar dan Kesenian Pengiring. Tak hanya itu, festival yang mengusung tema 'Light Up the Bay' juga turut menghadirkan hiburan ala Mang Ayu dan Ivan Castawa hingga penyerahan hadiah berbagai lomba.

Pembukaan Festival Gilimanuk 2019 berlangsung pada Jumat (22/11), ditandai dengan penandatanganan kanvas oleh Bupati Jembrana I Putu Artha bersama Koordinator Calendar of Events (CoE) Kemenparekraf Putu Ngurah, FKPD dan SKPD Jembrana.

Sejak awal, festival ini dipenuhi oleh kreatifitas Jembrana. Pada hari pertama, Lomba Lukis dan Penampilan Lukis oleh Komunitas Seni berhasil menarik perhatian ribuan wisatawan.

Tak hanya itu, budaya Pulau Dewata kental diperlihatkan melalui tarian-tarian. Keindahan Tari Penyambutan Cempaka Putih yang menggambarkan kesucian dan kelembutan menghiasi panggung. Balapan kerbau pada Tari Makepung yang menonjolkan kegembiraan para petani dengan panennya membuat festival semakin meriah. Diiringi oleh gamelan Jegog, Tari Galang Bulan dan Tari Semara Ratih oleh Sanggar Seni Sukarya juga membuat takjub  wisatawan. Adapun Tari Galang Bulan menjadi gambaran keceriaan kaum remaja Bali saat bulan purnama.

Festival Gilimanuk 2019 juga semakin berwarna dengan tampilnya Lawak Rare Kual, Pengkola Band, hingga Jun Bintang.

Bupati Jembrana I Putu Artha mengapresiasi program Bali Recovery oleh Kemenparekraf yang terus meningkatkan pergerakan wisatawan. Dengan ini, destinasi Jembrana dengan segala potensinya kini semakin dikenal oleh publik. 

“Jembrana tetap fokus membangun industri pariwisatanya. Sebab, sektor unggulan ini sudah terbukti efektif untuk menggerakan perekonomian. Dampak positifnya sangat luar biasa. Hampir semua lini bisnis bisa menikmati nilai aktivitas pariwisata,” ujarnya.

Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenparekraf Muh. Ricky Fauziyani menganggap program Bali Recovery sangat penting dalam mendongkrak pergerakan besar pariwisata. Tak hanya itu, warna budaya Jembrana yang eksotis dapat menarik perhatian para wisatawan.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf Rizki Handayani mengatakan, Jembrana semakin eksotis.

“Jembrana semakin eksotis dengan bergulirnya Festival Gilimanuk 2019. Bragam konten budaya yang disajikan bersatu dengan alam Gilimanuk yang indah. Jembrana menjadi pilihan menarik untuk berlibur di pekan ini. Silahkan datang dan berkunjung ke Jembrana,” papar Rizki.



Sumber: BeritaSatu.com