8 Bulan Berdiri, Kopi Lain Hati Miliki 222 Cabang

8 Bulan Berdiri, Kopi Lain Hati Miliki 222 Cabang
Manager Marketing Kopi Lain Hati, Deo Cardi Nathanael. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 27 November 2019 | 21:27 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bisnis kopi kekinian kian menjamur dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini. Sambutan positif dari konsumen di Indonesia, menjadi salah satu pemicu maraknya bisnis kopi kekinian.

Ririn Ekawati Rambah Bisnis Kedai Kopi

Dari sekian banyaknya brand kopi kekinian, Kopi Lain Hati berhasil mencuri perhatian di kalangan konsumen, utamanya kalangan generasi milenial.

Lewat slogan Jatuh ke Lain Hati dan panggilan Sayang kepada para konsumen setianya, Kopi Lain Hati berusaha merebut hati generasi muda penggemar kopi dan minuman kekinian untuk berpindah. Usaha ini terbukti berhasil. Tercatat, sejak cabang pertama berdiri di bulan Maret 2018, Kopi Lain Hati telah berkembang menjadi 222 cabang hingga saat ini.

Manager Marketing Kopi Lain Hati, Deo Cardi Nathanael, mengatakan, 222 cabang yang dikembangkan pihaknya belum ternasuk sejumlah cabang lain yang belum resmi dibuka.

"Kami sangat bersyukur dengan minat konsumen atas kehadiran Kopi Lain Hati ini. Sampai hari ini, yang sudah mendaftarkan diri untuk membuka cabang baru sebenarnya mencapai lebih dari 350 franchise. Namun, kami baru mengumumkan 222 cabang saja,” tutur Deo kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu (27/11/2019).

Konsep Unik Xcelcius Dilirik Investor

Deo mengatakan, keberhasilan Kopi Lain Hati membuka ratusan cabang hanya dalam waktu delapan bulan ini juga tak lepas dari gencarnya strategi branding dan marketing lewat media sosial (Medsos) yang dikelola oleh tim Inhands Agency.

"Strategi media sosial Kopi Lain Hati dalam menjaring puluhan ribu pengikut (followers) di Instagram dan engagement rate yang tinggi, diraih berkat konten yang menarik dan engaging,” jelas Deo.

Meski baru memasuki tahun kedua, lanjut Deo, Inhands Agency telah membuktikan kebolehannya dengan menangani lebih dari 200 proyek di bidang event, video dan KOL management, serta telah dipercaya oleh puluhan klien yang bergerak di bidang food and beverage (F&B), fashion, hotel, kecantikan, otomotif, serta gaya hidup untuk menangani branding dan konten di media sosial.

Deo yang juga seorang konsultan di bidang franchise, juga memegang peran penting dalam tumbuh kembang Inhands Agency. Lewat tangan terampilnya, kehadiran Inhands Agency cukup diperhitungkan dalam industri agensi digital di Indonesia.

"Awalnya Inhands Agency berfokus pada industri F&B yang  berkembang sangat pesat di Indonesia. Namun, seiring berjalannya waktu, kini Inhands Agency juga telah melebarkan sayapnya untuk menangani klien di berbagai macam industri," tambah Deo.

Deo menambahkan, Inhands Agency kedepan berkeinginan untuk turut memajukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia lewat penjualan secara daring (digital marketing).

"Saat ini, Inhands Agency menawarkan layanan yang terintegrasi dan terpadu kepada para klien berupa social media management, branding and design, KOL management, iklan, photo and video production, serta event management," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com