Tarian Kolosal Nyimas Melati, Gambaran Pejuang dari Tangerang

Tarian Kolosal Nyimas Melati, Gambaran Pejuang dari Tangerang
Tarian kolosal asal Tangerang, Nyimas Melati. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Jumat, 6 Desember 2019 | 06:35 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - Rangkaian Festival Budaya Nusantara III baru saja dimulai. Setelah pagelaran parade budaya pada Kamis (5/12/2019) sore, pada malam harinya giliran pagelaran seni budaya tarian kolosal dengan tema perjuangan Nyimas Melati.

Tarian kolosal berdurasi 45 menit yang menceritakan perihal perjuangan seorang wanita melawan penjajah VOC dan menyiarkan agama Islam di Tangerang tersebut patut dikisahkan ulang untuk mengenang jasa-jasa Nyimas Melati.

"Nyimas Melati dijuluki sebagai Singa Betina oleh masyarakat di Tangerang, karena keteguhan dan keberaniannya dalam melawan penjajah, yaitu VOC dan siar agama Islam di wilayah Tangerang," ujar Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah di sela-sela pertunjukan tari  kolosal tersebut di Tangerang, Banten, Kamis (5/12/2019) malam.

"Tarian kolosal ini melibatkan delapan sanggar dengan jumlah penari sebanyak 170 anak yang berasal dari beberapa SMP, SMA, dan SMK di Kota Tangerang," ujarnya.

Dalam perjuangannya, Nyimas Melati tidak sendiri. Dia didampingi oleh tiga tokoh yang sangat melegenda di Tangerang, yaitu Raden Arya, Arya Santika, dan Arya Dwi Wangsa yang diabadikan menjadi beberapa nama jalan di Kota Tangerang.

Sementara itu, Sultan, salah satu siswa SMA di Kota Tangerang, menyebutkan, dirinya sangat bangga bisa menjadi bagian dari Festival Budaya Nusantara III. Sultan ikut dalam tarian kolosal itu dengan menjadi salah satu tokoh, yakni Raden Arya.

"Tentunya, saya sangat bangga bisa ikut bagian dalam festival budaya kali ini. Lebih dari 16 kali latihan dalam satu bulan tidak membuat saya merasa lelah, justru saya sangat antusias menjalaninya," kata Sultan.



Sumber: Suara Pembaruan