Koparekraf Jadi Wadah Pelaku Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Koparekraf Jadi Wadah Pelaku Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Kiri ke kanan: Philip Wiguna Bendahara Koparekraf, Ilyas Miki ST Ketua Umum Koparekraf, dan Rita Atmaja sekretaris Kparekraf. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 14 Desember 2019 | 23:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sulitnya permodalan bagi pelaku industri pariwisata dan ekonomi keratif, serta seringnya terjadi fraud dalam iklim industri, menyadarkan sejumlah pelaku industri tersebut untuk membentuk sistem industri dan bisnis yang kondusif.

Langkah mereka dimulai dengan berkumpulnya sejumlah pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif untuk mendeklarasikan berdirinya koperasi baru bernama Koparekraf (Koperasi Jasa Pusat Parekraf Indonesia), di Hotel Teraskita Cawang, Jakarta Timur, Jumat (13/12/2019) malam.

Ketua Koparekraf, Ilyas Miki, mengungkapkan, koperasi ini didirikan atas dasar keinginan adanya suatu wadah bagi berkumpulnya para pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Koperasi ini anggotanya merupakan orang-orang yang kreatif. Organisasi kita diatur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," ungkap Ilyas Miki dalam keterangan persnya yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Sabtu (14/12/2019).

Ilyas menjelaskan, koperasinya memiliki cakupan kerja nasional dan saat ini sudah memiliki anggota di sekitar 7 provinsi dan badan hukum koperasi ini sudah didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham). Koperasi ini akan menjalankan usaha dengan cakupan unit bisnis bidang-bidang usaha MICE dan event organizer, serta sektor-sektor lain yang terkait dengan dunia pariwisata.

"Program kerja pengurus dalam waktu dekat adalah menggelar campaign untuk merekrut anggota. Secara internal kita sedang membangun sistem digital. Kita ingin bikin koperasi ini yang modern, milenial dan ke depan bisa menjadi marketplace," ujar Ilyas Miki.

Ilyas optimistis, Koparekraf akan bisa maju ke depannya karena mendapat sokongan kuat dari para member yang umumnya adalah pengusaha operator tour and travel, pengusaha importir peralatan elektronik untuk videotron. "Kita ingin ciptakan stratup kecil di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif," ujar Ilyas.

Sekretaris Umum Koparekraf, Rita Atmaja, menyatakan, para pendiri dan anggota koperasi ini adalah dari grup Whatsapp di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kita membentuk koperasi ini juga dilatarbelakangi fraud. Karena pernah kejadian di grup Whatsapp kami ada member tawarkan tiket tapi setelah uangnya ditransfer jadi fraud. Untuk mencegah hal ini terjadi lagi, nantinya kami ingin buat platform di mana para pelaku MICE bisa bertransaksi di dalamnya,” jelas Rita.

Rita menambahkan, koperasi ini benar-benar angggotanya riil pelaku ekonomi kreatif dan merupakan yang pertama di Indonesia.

"Misalnya jika ada member yang punya project tapi kekurangan modal, koperasi akan bantu pertemukan. Member kami banyak di berbagai kota. Selain Jakarta ada juga di kota lain seperti Surabaya dan Semarang," tegas Rita.

 



Sumber: BeritaSatu.com