Menyambut Hari Ibu, Masyarakat Diajak Bangga Berbusana Nusantara

Menyambut Hari Ibu, Masyarakat Diajak Bangga Berbusana Nusantara
Pendiri serta pemilik Yulindra Gallery sekaligus Ketua Umum LIP, Yulie Nasution (tengah kebaya merah) bersama panitia pelaksana dan peserta lainnya saat acara "Bangga Berbusana Nusantara" sekaligus peresmian pameran lukisan Colors Enthusiasm 2020 di Defontein Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat. ( Foto: istimewa )
Hendro D Situmorang / LES Kamis, 19 Desember 2019 | 08:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masyarakat Indonesia seharusnya bangga berbusana tradisional nusantara karena hal itu merupakan warisan budaya leluhur turun temurun yang harus dilestarikan. Busana tradisional juga bisa dikembangkan mengikuti zaman era masa kini.

Salah satu upayanya dipersembahkan lewat acara bertajuk "Bangga Berbusana Nusantara". Acara ini digelar Defontein bersama Yulindra Gallery yang menggandeng Ladies International Program (LIP), yang fokus pada bidang seni, kultur, kuliner, fesyen, dan pariwisata. "Bangga Berbusana Nusantara" sekaligus menyambut perayaan Hari Ibu yang jatuh setiap 22 Desember.

Pemilik Yulindra Gallery sekaligus Ketua Umum LIP, Yulie Nasution mengaku sempat berpikir terkait ide dan tema acara yang cocok digelar di akhir tahun yakni Desember namun mendukung program pemerintah.

"Kita pilih tema ini, karena saya berfikir kalau bukan kita yang bangga, siapa lagi. Karena seorang ibu tonggak dalam suatu keluarga, bukan tulang punggung, jadi memperlihatkan kecintaan pada pakaian dan kultur Indonesia," kata Yulie dalam keterangannya Rabu, (18/12/2019).

Menurut dia, seorang ibu dapat memberi contoh ke anak perihal pemakaian busana nusantara yang jadi wujud cinta budaya Indonesia. Hal tersebut secara otomatis membuat anak-anak akan ikut mengenakan busana Nusantara. Adapun misi LIP sendiri ingin selalu bekerja paralel dengan pemerintah yakni lebih menyasar ke program internasional, baik mengenalkan dan mempromosikan busana atau fashion tradisional ke luar negeri.

"Kami kerja sama dengan para desainer dan perajin kain misalnya dari Cirebon, Pekalongan untuk ikut berpartisipasi," tambah Yulie.

Pelaksana acara sekaligus salah satu pendiri LIP, Meytha Anton mengungkapkan lewat acara tersebut diharapkan dapat meningkatkan minat banyak masyarakat untuk bangga mengenakan busana tradisional Tanah Air.

"Mengenakan busana adat atau Nusantara itu tetap juga bisa jadi cantik dan stylish. Sekarang kan semua bisa disesuaikan zaman, bahkan tamu-tamu yang hadir memakai busana nusantara dari 34 provinsi dan diadakan parade serta lomba yang kita pilih 5 yang terbaik lewat juri desainer ternama Indonesia yakni Ghea Panggabean, Musa Widyatmodjo dan Adjie Notonegoro," ungkap Meytha.

Diapresiasi

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengapresiasi kegiatan yang mengedepankan dan menonjolkan nilai-nilai lokal, nasional, serta budaya. Menariknya hadir juga para Duta Besar dari negara-negara sahabat, pecinta seni, dan tokoh masyarakat yang kompak mengenakan baju tradisional atau nusantara.

"Ke depannya kita harapkan ada lagi yang seperti ini untuk meningkatkan keterikatan masyarakat dan budayanya, produk lokal yang jadi kebanggaan kita," kata Jerry

Pada gelaran "Bangga Berbusana Nusantara" yang digelar di Defontein Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, terdapat juga serangkaian acara lain mulai dari fashion show Pamela Joe by Eni Joesoef, talkshow bersama Jaga Wastra oleh Neneng Rahardja dan Himpunan Kebayaku Nunun Darajathun, pameran batik, serta peresmian pameran lukisan Color Enthusiasm 2020.

Pameran lukisan yang turut berkolaborasi dengan Yulindra Gallery ini menampilkan deretan karya dari empat pelukis. Mereka adalah I Ketut Sugantika (Lekung), Nyoman Budiarta, Gigin Ginanjar, dan Prajna Paramitha.



Sumber: Suara Pembaruan