Kaleidoskop 2019

Booming Kedai Kopi Warnai Cerita Kuliner di 2019

Booming Kedai Kopi Warnai Cerita Kuliner di 2019
Ilustrasi kopi ( Foto: Malang Guidance )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 25 Desember 2019 | 16:51 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menikmati secangkir kopi, saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini.

Peminat Kopi Tumbuh, TGC Coffee Buka Kedai Baru

Alhasil, kedai kopi atau coffee shop, semakin menjamur dan selalu menjadi tempat favorit. Bisa dibilang, kopi merupakan sarana untuk menyatukan semua kalangan, tanpa ada batasan.

Untuk mengakhiri tahun ini, Beritasatu.com melihat kembali kisah-kisah terkait kuliner yang Anda baca dan bagikan dengan penuh semangat, di sepanjang tahun 2019.

Masyarakat Indonesia bisa dibilang tergila-gila pada minuman kopi. Jadi, tidaklah mengherankan jika salah satu cerita kuliner yang paling populer adalah soal kopi.

Bahkan, kalangan pakar kopi dunia mengakui, Indonesia memiliki banyak jenis kopi yang memiliki kualitas sangat baik. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki banyak jenis kopi, sehingga memberikan keunikan dan cita rasa tersendiri.

Ririn Ekawati Rambah Bisnis Kedai Kopi

Tak heran, jaringan coffee shop lokal berstandar internasional terbesar di Indonesia, Maxx Coffee, berencana memperluas jaringan coffee shop miliknya ke sejumlah daerah di Indonesia.

Ekspansi ini sejalan dengan pertumbuhan bisnis coffee shop yang menunjukkan tren positif, mengingat saat ini kebiasaan minum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia.

Maxx Coffee juga mengumumkan kerja sama dengan Grab, di mana GrabFood menjadi layanan pesan antar makanan dan minuman utama untuk Maxx Coffee.

Booming kedai kopi juga mendorong kemunculan berbagai pameran terkait kopi, yang bertujuan menawarkan cita rasa kopi racikan para barista andal untuk memanjakan penikmat dan pecinta kopi.

Janji Jiwa Targetkan Miliki 1.000 Outlet

Indonesia bahkan terpilih menjadi tuan rumah dari ajang Champions Hub yang merupakan ajang bertemunya barista dan peracik kopi dunia untuk mengasah kemampuan teknis dan non-teknis.

Produk kopi Indonesia juga menjadi magnet utama di ajang pameran kopi internasional, World of Coffee 2019, yang diikuti lebih dari 300 peserta dan dihadiri sekitar 10.000 pengunjung. Selain Indonesia, berbagai negara penghasil kopi dunia, juga ikut serta dalam pameran ini.

Geliat minuman kopi, ikut mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk melebarkan sayap bisnisnya. Seperti diketahui, Pegadaian meluncurkan The Gade Coffee and Gold, yang merupakan outlet layanan prioritas untuk meningkatkan jumlah nasabah bagi kalangan milenial.

Tak heran, industri kopi terus berkembang di tanah air. Hal tersebut, nampak dari menjamurnya kedai kopi dengan konsep cafe maupun drive thru yang populer dengan istilah coffee to go. Sebut saja misalnya, Kulo, Kopi Tuku, Kopi Janji Jiwa, Nyopee, serta Kopi Kenangan.

Kopi Kangen Perluas Ekspansi Gerai

Istilah coffee to go sendiri merupakan konsep jualan kopi dengan kedai sederhana, dimana pembeli umumnya membeli kopi untuk dibawa sebagai teman perjalanan atau dibawa pulang (take away). Tak kalah dengan konsep kedai kopi ala cafe, jenis coffee to go juga banyak diburu kalangan pecinta kopi di tanah air.

Selain itu, model bisnis ini juga menjadi incaran para pebisnis dan selebritas karena modalnya yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan membuka kedai kopi ala cafe.

Belakangan, tren waralaba minuman kopi melanda masyarakat Indonesia. Antusiasme konsumen terhadap gerai waralaba ini juga cukup besar, melalui inovasi dan kehadiran produk-produk baru.

8 Bulan Berdiri, Kopi Lain Hati Miliki 222 Cabang

Dengan konsep wirausaha waralaba atau franchise, saat ini kemunculan gerai kopi berkembang layaknya jamur di musim hujan, dengan tingkat pertumbuhan outlet yang menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com