Shihlin Jadikan Kehalalan Produk Prioritas Utama

Shihlin Jadikan Kehalalan Produk Prioritas Utama
Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik (LPPOM) Majlis Ulama Indonesia (MUI), Lukmanul Hakim memberikan sertifikan Halal MUI kepada Direktur Utama, Shihlin Taiwan Street Snacks, Janes Sudarto, di kawasan Jakarta Pusat, Kamis (16/1/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Dina Fitri Anisa )
Dina Fitri Anisa / FER Kamis, 16 Januari 2020 | 15:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejak tahun lalu, kewajiban produk makanan dan minuman untuk mendapat sertifikat halal sudah digencarkan oleh pemerintah. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-undang (UU) Nomor 33 tahun 2014, tentang Jaminan Produk Halal (JPH).

Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetik (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Lukmanul Hakim mengatakan, sertifikasi halal ini diperlukan agar ada jaminan kepastian hukum bagi mereka yang ingin memproduksi sebuah produk makanan dan minuman. Tidak hanya itu, sertifikasi tersebut juga sangat penting, agar masyarakat mengetahui produk makanan dan minuman yang kehalalannya pasti.

"Kehalalan produk itu harus 100 persen. Tidak boleh ada bahan haram atau diduga haram. Semua bahan harus jelas halal. Prosesnya dan barang-barang yang dipakai juga halal,” kata Lukmanul Hakim, saat penyerahan sertifikasi Halal kepada Shihlin di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Shihlin Berencana Tambah 70 Gerai Baru di Sejumlah Kota

Untuk mendapatkan sertifikasi halal, kata Lukman, pelaku usaha makanan dan minuman harus melakukan pengajuan dari kantor pusat ke MUI yang akan memeriksa semua gerai di Indonesia. Proses pemeriksaan harus menyeluruh untuk memastikan semua proses dan bahan yang dipakai terbukti halal.

"Setelah mendapatkan sertifikasi halal, pelaku usaha juga dituntut untuk menjaga konsistensi kualitas produk yang mereka jual. Terutama restoran yang sudah mendapat sertifikasi halal tidak boleh menyediakan minuman beralkohol," tegas Lukmanul Hakim.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Indonesia Halal Watch, Ikhsan Abdullah mengatakan, pada dasarnya industri halal Indonesia tidak kalah dengan dunia tetapi karena pencatatannya yang berantakan atau malah tidak terdokumentasi dengan baik sehingga terkesan kalah dengan negara lain. Sementara Asean lainnya dan juga Eropa sudah mempunyai lembaga otoritas yang mengintegrasikan industri halal baik dari sisi keuangan maupun industrinya.

“Selain itu, kesulitan kita adalah untuk komitmen menjaga sistem jaminan halal, yang bisa dilakukan dengan cara perpanjangan sertifikasi halal tiap empat tahun. Nantinya harus ada rutinitas untuk auditing tiap satu atau dua tahun. Ini langkah pertama yang sangat kami apresiasi,” jelas Ikhsan.

Komitmen pemerintah untuk menggencarkan sertifikasi halal pun disambut baik oleh para pelaku usaha, termasuk Shihlin Taiwan Street Snacks. Kini, jajanan khas Taiwan yang telah memiliki 135 gerai ini telah mengantongi sertifikasi Halal MUI dengan akreditasi A.

Direktur Utama, Shihlin Taiwan Street Snacks, Janes Sudarto mengatakan, kehalalan produk juga menjadi prioritas utama Shihlin. Dengan diraihnya sertifikasi halal MUI, konsumen mendapat kepastian bahwa produk Shihlin telah teruji kualitasnya dan dijamin kehalalannya sehingga memberikan rasa aman dan nyaman saat mengonsumsi produk yang disajikan.

Untuk pemilihan bahan baku, Shihlin secara konsisten mengimpor bumbu langsung dari Taiwan untuk menjaga keaslian dan kekhasan cita rasa. Sedangkan untuk mempertahankan kualitas kesegaran produk, bahan inti seperti daging ayam, jamur dan ubi, Shihlin menggunakan bahan baku lokal dengan proses seleksi supplier yang ketat.

"Kami sangat senang dengan pertumbuhan bisnis di Indonesia sejak pembukaan gerai pertama 12 tahun lalu. Penghargaan serta sertifikat jaminan mutu yang Shihlin raih juga menunjukkan apresiasi atas peningkatan layanan kami yang positif. Dengan penghargaan dan sertifikat tersebut kami berharap ke depannya dapat terus menjadi penyedia jajanan ayam cepat saji khas Taiwan pilihan masyarakat Indonesia yang tidak hanya lezat dan praktis namun juga memiliki standar kualitas tinggi," tandas Janes.



Sumber: BeritaSatu.com