Dongkrat Pariwisata, Pemerintah Berencana Berikan Diskon untuk Wisatawan

Dongkrat Pariwisata, Pemerintah Berencana Berikan Diskon untuk Wisatawan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio ( Foto: Beritasatu TV )
Chairul Fikri / CAH Rabu, 19 Februari 2020 | 14:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mewabahnya virus korona membuat dunia pariwisata di seluruh dunia terpuruk. Kunjungan wisatawan yang biasanya terjadi di musim-musim liburan kini terkendala akibat ketakutan masyarakat akan virus yang mematikan itu. Untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata di Indonesia, Kementerian Pariwisata (Kempar) berencana mengeluarkan skema pemberian diskon bagi wisatawan yang mau datang dan berkunjung ke Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama saat ditemui sejumlah media di kantornya, Selasa (18/2/2020) malam.

"Munculnya virus korona yang menyebar di beberapa negara jelas menurunkan angka kunjungan wisatawan ke Indonesia. Lantaran mereka takut virus tersebut bisa saja tersebar di sini. Nah untuk menggairahkan kembali sektor pariwisata dan kunjungan wisatawan datang kesini, pemerintah kemungkinan akan memberikan diskon khusus kepada wisatawan yang mau berkunjung ke Indonesia. Jadi kemungkinan skemanya bagaimana akan di finalisasi besok (hari ini) bersama Menteri Keuangan dan Menteri Perhubungan," ungkap Wishnutama.

Menparekraf: Diskon Pesawat Berpotensi Diperluas hingga ke Labuan Bajo

Ditambahkan mantan CEO NET TV itu, pemerintah juga berencana akan mengalihkan sejenak promosi wisata yang kerap dilakukan di Tiongkok ke beberapa negara-negara di Eropa dan Amerika.

"Kami akan mencoba mencari pasar baru wisatawan ke Indonesia. Saya pikir beberapa negara seperti Amerika, dan Eropa mulai banyak yang melirik Indonesia sebagai tempat yang bagus untuk berwisata. Oleh sebab itu, kami akan coba maksimalkan promosi tersebut kesana. Untuk promosi kita juga akan memanfaatkan teknologi digital yang ada. Mungkin dengan kampanye  promosi melalui Youtube dan influencer dari berbagai negara," lanjutnya.

Jokowi: Pariwisata Indonesia Masih Kalah Bersaing dengan Negara Tetangga

Lebih lanjut Wishnutama juga mengungkapkan adanya revisi angka kunjungan wisata akibat penyebaran virus korona.

"Tadinya target sekira 17 juta wisman, tetapi karena ada virus korona ya kita harus realistis. Semua negara juga melakukan revisi. Kalau ditanya angkanya, saya belum bisa sampaikan karena memang virus korona-nya sampai sekarang masih terjadi. Oleh sebab itu, kita nanti akan revisi itu. Namun kita mencoba memaksimalkan wisatawan domestik dengan menggunakan beberapa promosi mungkin dengan penurunan harga tiket, pemberian diskon hotel maupun kemudahan wisatawan saat berlibur," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com