Gulai Kepala Manyung Khas Semarang, Gurihnya Bikin Ketagihan

Gulai Kepala Manyung Khas Semarang, Gurihnya Bikin Ketagihan
Gulai Kepala Manyung Bu Fat di Cipete, Jakarta Selatan. ( Foto: Ist / Ist )
Mardiana Makmun / MAR Jumat, 21 Februari 2020 | 20:43 WIB

JAKARTA, Beritasatu.com- Warga Semarang pasti sudah kenal dengan kuliner Gulai Kepala Manyung yang merupakan kearifan lokal daerah sana. Kelezatannya memang bikin ketagihan. Di Semarang, salah satu restoran yang jago mengolah kepala manyung adalah restoran Kepala Manyung Bu Fat.

Nah, para penggila kuliner olahan Kepala Manyung Bu Fat di luar Semarang tak perlu jauh-jauh harus pergi ke sana untuk memanjakan lidah. Membuka cabang di Jakarta, generasi ketiga keluarga Bu Fat dari Semarang mampu menjaga warisan kuliner olahan Kepala Manyung yang digemari masyarakat lintas generasi dan suku ini.

Sebelumnya, cabang pertama di Ibukota dibuka di Jalan Cempaka Putih Raya. Kini generasi ketiga Bu Fat membuka cabang barunya di Jalan Raya Cipete, Jakarta Selatan.

Seperti apakah rasanya? Di luar warga Semarang, memang tak banyak yang tahu seperti apa ikan manyung dan bagaimana rasanya. Nama ikannya pun tak semua orang tahu. Ikan manyung ternyata merupakan ikan laut. Ikan ini juga terkenal dengan sebutan jambal roti dan kerap dibikin ikan asin.

Soal rasa, gulai kepala manyung Bu Fat tak perlu diragukan lagi. Selera siapa yang tak tergoda menyaksikan Kepala Manyung berkuah kuning dengan taburan cabai rawit utuh memikat untuk segera disantap?

Warisan racikan rahasia bumbu olahan dari mendiang Bu Fat membuat Kepala Ikan Manyung Bu Fat sanggup dijaga dan dipertahankan pewarisnya, generasi ketiga yakni Banik Yoandanny dan suami tercinta Ahmad Dwiyanto.

Duet Banik dan Ahmad meyakini kuliner klangenan jika diolah otentik mampu menarik selera pembeli untuk antri menikmatinya.Banik menyebut untuk bisa dipercaya konsumen dan pelanggan, Kepala Manyung Bu Fat harus yang utama mempertahankan kualitas bahan dan bumbu khas dan orisinil.

Kepala Manyung asap didatangkan dari sentra pengasapan milik keluarga di Semarang. Kunci rahasia kelezatan ini ada pada proses pengasapan kepala manyung secara alami.

Kepala segar diberi garam, lanjut dia, kemudian ditusuk menggunakan tusuk bambu. Proses pengasapan dilakukan dengan cara dibolak-balik, menggunakan tempurung kelapa. Lamanya 1,5 jam untuk menghasilkan aroma smokey (asap) yang tepat, serta menjaga kualitas daging di kepala agar kenyal dan lembut serta hilang bau amisnya.

Bagi foodie yang tak begitu suka Ikan Manyung, Banik tetap kompromistis dengan menyajikan kuliner khas selera Jawa lainnya seperti garang asam ayam, cumi masak hitam, botok petai cina, bakwan jagung, dan gimbal udang.



Sumber: BeritaSatu.com