Denpasar Siapkan Sistem Ekonomi Digital Berbasis Kearifan Lokal

Denpasar Siapkan Sistem Ekonomi Digital Berbasis Kearifan Lokal
Seminar Nasional yang menjadi rangkaian HUT ke-232 Kota Denpasar, di Dharmanegara Alaya, Selasa (25/2/2020). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Chairul Fikri / FER Rabu, 26 Februari 2020 | 17:39 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Wali Kota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, mengatakan, akan membuat inovasi sistem ekonomi digital.

Baca Juga: Ratusan Turis Tiongkok Perpanjang Izin Tinggal di Bali

"Mengacu pada tantangan era digital saat ini saya akan membuat sistem untuk menghasilkan terobosan dalam bidang kebudayaan. Upaya menggabungkan ekonomi kreatif berbasis budaya dan kearifan lokal adalah satu jawaban untuk mengatasi tantangan era digital di masa depan," ujar Rai Mantra pada Seminar Nasional dalam rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-232 Kota Denpasar, di Dharmanegara Alaya, Selasa (25/2/2020).

Rai Mantra menambahkan, perkembangan Kota Denpasar dalam 2 dekade terkahir telah mengadopsi berbagai inovasi, dan berkembang dengan pesat.

"Saya amati dalam 20 tahun terakhir Kota Denpasar sudah berkembang pesat. Denpasar hari ini punya banyak nama, mulai dari kota kreatif, kota pusaka, kota cerdas, kota orangnya ekonomi dan kota warisan budaya dunia. Target pembangunan Kota Denpasar kedepannya adalah meningkatkan kemakmuran dan kebahagiaan masyarakatnya," papar Rai Mantra.

Baca Juga: Citilink Buka Rute Denpasar-Timika

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota Denpasar juga menandatangani nota kesepakatan bersama dan kerja sama internasional dengan Cambridge University Press Jakarta.

Penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pemkot Denpasar yang dalam hal ini adalah Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dengan Cambridge University Press Jakarta dan kerja sama pengembangan Kota Denpasar sebagai kota tujuan pembangunan berkelanjutan (Sutainable Development Goals City).

Seminar Nasional Sambut HUT Kota Denpasar ke-232 mengangkat tema "Penguatan Identitas Meningkatkan Kemakmuran melalui Inovasi Menuju Denpasar Bahagia Berkelanjutan". Acara seminar yang menghadirkan pembicara nasioanal dan internasional tersebut melibatkan sedikitnya 500 peserta dari berbagai kalangan.

Mulai dari Praktisi, Budayawan, Guru, Tokoh Masyarakat Adat, Akademisi, Mahasiswa, dan Komunitas Kreatif Denpasar. Seluruh peserta seminar diharapkan mampu menciptakan ekosistem kebudayaan sesuai konsep Cultural Industry sehingga dapat bermanfaat bagi kemajuan bangsa.



Sumber: BeritaSatu.com