Manfaatkan Bahan Tambal Gigi

Terobosan Dokter Hewan Selamatkan Tempurung Kura-kura Brasil

Terobosan Dokter Hewan Selamatkan Tempurung Kura-kura Brasil
Kura-kura Brasil ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 29 Februari 2020 | 15:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kura-kura merupakan salah satu hewan yang lucu. Karena kelucuannya itu, banyak orang jatuh cinta dan memeliharanya. Namun, bagaimana rasanya ketika kura-kura sebagai hewan peliharaan yang sangat di sayangi tiba-tiba sakit ataupun terluka?

Baca: Banjir Jakarta dan Penyelamatan Hewan Piaraan

Kondisi ini dialami seorang pemilik kura-kura Brasil di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Lantaran asyik bermain di balkon lantai 2 rumahnya, kura-kura tersebut jatuh dan mengakibatkan tempurungnya pecah.

"Menurut pemiliknya, kura-kura itu jatuh dari balkon rumah dan terbelah tempurungnya, namun masih hidup. Sayangnya, dia tidak langsung membawa ke dokter hewan karena ada kesibukan," jelas drh Yulyani Dewi kepada Beritasatu.com, Sabtu (29/2/2020).

Mengingat kondisi luka yang sudah lebih dari 3 hari, Yulyani langsung melakukan tindakan medis kepada kura-kura berusia 10 tahun itu. "Kalau terus menunggu, nanti bisa ada bakteri yang masuk dan tentunya menimbulkan risiko penyakit-penyakit lain,” jelasnya.

Dokter Hewan

Baca: Ternyata Anjing Juga Membutuhkan Makanan Sehat

Sebagai dokter yang berpengalaman menangani reptil, Yulyani langsung mengkombinasikan dua ilmu kedokteran yaitu, kedokteran hewan dan gigi untuk mengatasi kondisi tempurung kura-kura yang pecah.

"Kura-kura Brasil itu kemudian kita bius. Setelah tenang, kita lakukan pengeboran pada tempurungnya untuk membuat lubang sebagai tempat memasukan kawat (kawat yang digunakan biasanya untuk ortopedi pada kucing dan anjing) buatan Jerman berukuran 5 milimeter,” jelas Yulyani yang berasal dari klinik Pet Care di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

Setelah dirasa cukup, untuk menutupi lubang tempat kawat, Yulyani menggunakan glass ionomer cement yang biasanya digunakan sebagai bahan untuk menambal gigi manusia bagian depan.

"Saya gunakan bahan tambalan gigi karena sebelumnya masih ada rembesan darah. Jadi di sejumlah tempat saya bikin seperti sandwich, berlapis dengan 3 jumlah lapisan. Fungsinya glass ionomer cement itu sebagai sealant atau bahan perekat,” jelasnya.

Baca: Jelang Lebaran, Jasa Titip Hewan Peliharaan Meningkat

Operasi yang berlangsung selama 2,5 jam itu pun sukses. Sang pemilik senang walau masih harus merawat kura-kura tersebut dengan penuh ke hati-hatian. "Bahan sealant akan mengeras sekitar 5 menit hingga 10 menit setelah proses operasi dan kura-kura bisa melakukan aktivitas normal setelah 48 jam,” kata Yulyani.

Menurut Yulyani, untuk perawatan lanjutan bisa dilakukan setelah operasi antara lain mengganti balutan kassa setiap hari selama satu bulan. Setelah itu, di bulan kedua akan terlihat apakah sambungan kawat sudah kuat menjaga. "Kalau hal ini sudah sukses, maka kondisi kura-kura sudah 80 persen membaik," tegasnya.

Menurut Yulyani, proses perawatan seperti ini akan terus diperhatikan selama 6 bulan hingga 8 bulan ke depan. memasuki akhir tahun, kawat-kawat tersebut akan dilepas. "Kita berpikirnya, kura-kura ini masih bisa berkembang lagi ke depannya,” pungkas Yulyani.



Sumber: BeritaSatu.com