Taurus Gemilang Group Perluas Ekspansi Bisnis

Taurus Gemilang Group Perluas Ekspansi Bisnis
Taurus Gemilang Group (TG Group) membawa brand-brand lokal, seperti Liberica, Anomali, Warung Koffie Batavia, Waroeng Kita, dan Jajanan Bandara, untuk melayani kebutuhan penumpang di bandara. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. TG Group )
Feriawan Hidayat / FER Sabtu, 29 Februari 2020 | 22:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Performa bisnis PT Taurus Gemilang Group (TG Group) belakangan semakin gemilang. Selama tiga dekade berkiprah di Tanah Air, TG Group sukses menjadi salah satu ikon di jasa layanan fasilitas airport lounge di sejumlah bandara di Indonesia.

Baca: Pemerintah Siapkan Diskon untuk 430.000 Tiket Pesawat

Berawal dari fasilitas airport lounge yang bekerja sama dengan Garuda Indonesia di 1989 lalu, founder TG Group, Pop Mulhadi, melebarkan ekspansi bisnisnya ke berbagai bandara yang tersebar di sejumlah kota di Indonesia.

Jejaring bisnis TG Group selanjutnya terus meluas ke berbagai bandara di Indonesia, seperti Bandara Juanda (Surabaya), Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali), Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Sultan Aji Muhammad Sulaiman (Balikpapan), dan Sultan Hasanuddin (Makassar).

Hebatnya lagi, TG Group tidak hanya berbisnis di ranah fasilitas airport lounge. Sejak tahun 2013, perusahaan mengembangkan bisnis ke industri food and beverage (F&B). Melalui ekpansi bisnisnya itu, TG Group diganjar lebih dari 15 penghargaan.

CEO TG Group, Budi Purnomo

Perusahaan perintis di bisnis executive lounge ini, semakin berkembang di bawah kepemimpinan CEO TG Group, Budi Purnomo, yang merupakan generasi kedua pemilik perusahaan.

Baca: Terminal 3 Bandara Soetta Akan Jadi Pusat UMKM

Dalam melanjutkan estafet kepemimpinan perusahaan, Budi Purnomo memilih mengedepankan produk lokal dan melakukan pendekatan kolaboratif dengan kalangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

"Indonesia memiliki kekayaan alam yang berlimpah, sehingga bisa dengan mudah mendapatkan bahan baku lokal yang berkualitas," kata Budi Purnomo kepada Beritasatu.com, Sabtu (29/2/2020).

Pilihan Budi Purnomo ternyata tepat. Saat tender area komersial dilaksanakan di Terminal 3 Soekarno Hatta pada 2016 lalu, TG Group mengajak sekitar 12 pengusaha UMKM Pasar Santa Blok M, untuk bekerja sama.

"Sebanyak 12 UMKM tersebut dikumpulkan ke dalam sebuah area bernama 'Kulinari Food Market', di lantai mezzanine, Terminal 3 Domestik, Bandara Soekarno Hatta,” jelasnya.

Baca: Presiden Minta 10.000 UMKM Diberi Izin Usaha Gratis

"Sementara di lokasi-lokasi lain, TG Group juga membawa brand-brand lokal, diantaranya Liberica, Anomali, Warung Koffie Batavia, Waroeng Kita, dan Jajanan Bandara, sebagai brand yang memiliki bahan baku lokal dan diproduksi secara lokal,” imbuhnya.

Menurut Budi, salah satu contoh nyata keberhasilan TG Group adalah mengembangkan kolaborasi dengan pemilik tempat makan Made’s Warung Bali, brand asli Bali yang berawal dari warung kecil pinggir jalan.

Saat ini, Made’s Warung Bali telah menjadi primadona serta berhasil masuk ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, di bawah bendera TG Group. Setelah 50 tahun brand ini berdiri, Made’s Warung rencananya akan merambah ke salah satu mal besar di Jakarta, yang rencananya akan dibuka pada awal April 2020.

"Sebagai salah satu master concessionaire dan lounge operator di Indonesia, TG Group ingin selalu menjadi yang terdepan mendukung penuh produk lokal serta pengusaha UMKM sebagai mitra kerja untuk bersama-sama membuat Indonesia maju dan bangga dengan produknya sendiri,” pungkas Budi Purnomo.



Sumber: BeritaSatu.com