Ikuti Tren, Samuel Wongso Kembangkan Traveling Tailor

Ikuti Tren, Samuel Wongso Kembangkan Traveling Tailor
Samuel Wongso ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Minggu, 15 Maret 2020 | 14:01 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Desainer Samuel Wongso kini berusaha menyesuaikan kondisi milenial untuk bisnis fashion yang dijalaninya khususnya dalam mode pembuatan jas. Tentu bukan hal yang mudah bagi pria kelahiran 22 Desember 1990 ini untuk mempertahankan eksistensi bisnis keluarga yang sudah berjalan selama 86 tahun. Namun dengan bekal ilmu dan pengetahuannya di industri mode dunia, dirinya berusaha mengembangkan bisnis mode dengan mengenalkan salah satu produknya yakni Traveling Tailor.

"Berjalannya waktu kita ngikutin tren dan zaman, jadi saya sekarang mengembangkan bisnis tailor ini dengan cara traveling tailorIni sudah ngetren di belahan dunia lain, di Eropa, di Amerika. Jadi berpindah-pindah kota dari satu kota ke kota lain. Sekarang kami sedang mengembangkan traveling tailor ke seluruh Indonesia dengan mendatangi kota-kota yang memang belum ada store-nya di sana," ungkap Samuel dalam keterangannya, Minggu (15/3/2020).

Ditambahkannya, bisnis mode dengan cara ini dinilai lebih efektif untuk menyebarkan informasi terutama mode dan desain terbaru yang ada di gerai butiknya.

"Saya sangat senang dengan traveling tailor karena saya ini bukan hanya seorang penjahit tapi juga traveler, jadi selain jalan-jalan saya juga menyalurkan hobi saya di bidang tailor. Usia 87 tahun ini angka yang lama dan sudah 4 generasi pula, makanya nggak usah heran bila kita punya jaringan cukup banyak sehingga mempermudah bila ingin memasuki suatu kota karena kita sudah dikenal jadi gampang untuk jualannya," lanjutnya.

Samuel menyebut usaha yang dijalankannya dengan cara traveling tailor ini sebagai pekerjaan yang menyenangkan dan membuatnya selalu senang. Meski metode ini merupakan metode baru yang dikenalkan di Indonesia, namun dirinya yakin cara ini akan bisa menjaring klien lebih banyak lagi kedepannya.

"Traveling tailor itu baru di Indonesia, dan kita yang pertama melakukannya. Pada dasarnya kita harus suka dulu dengan traveling, saya suka banget jalan-jalan hampir setiap bulannya, akhirnya terpikir, kenapa nggak sekalian kerja saja, sehingga akhirnya tercetus ide seperti ini," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com