Hindari Penyebaran Virus Corona, 10 Museum di Indonesia Ditutup

Hindari Penyebaran Virus Corona, 10 Museum di Indonesia Ditutup
Petugas berjalan di depan Museum Keris yang ditutup sementara waktu di Solo, Jawa Tengah, Sabtu 14 Maret 2020. Pemerintah Kota Solo menetapkan status Kkejadian luar biasa (KLB) virus korona dengan menutup tempat wisata dan meliburkan sekolah selama 14 hari. ( Foto: Antara Foto )
Dina Fitri Anisa / EAS Senin, 16 Maret 2020 | 20:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Antisipasi penyebaran virus corona, 10 museum yang berada di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) ditutup sementara. Penutupan museum tak lain merupakan upaya pembatasan kunjungan yang harus dilakukan dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit dan faktor risiko kesehatan yang berpotensi pada Kedaruratan Kesehatan Masyarakat (KKM) di ruang publik.

"Untuk mencegah penyebaran Covid-19 (corona) maka layanan kunjungan ke museum, galeri, dan cagar budaya untuk sementara ditutup,” ditegaskan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, di Jakarta, Senin (16/3/2020), dilansir dari siaran pers.

Namun, bukan berarti masyarakat tidak dapat mengakses museum tersebut. Mendikbud menyatakan masyarakat tetap dapat mengakses museum dan beberapa situs di Indonesia menggunakan platform teknologi.

"Sejak beberapa waktu yang lalu, Kemdikbud telah bekerja sama dengan Google, dan resmi memasukkan beberapa museum dan situs di Indonesia ke dalam platform Google Arts & Culture,” ujar Mendikbud.

Platform ini dioperasikan melalui satu teknologi baru yang dinamakan Art Camera and Google Cardboard, sehingga penutupan museum diharapkan tidak berpengaruh kepada masyarakat karena sudah dapat dengan mudah mengakses informasi budaya Indonesia. Masyarakat juga dapat memanfaatkan virtual reality melalui ponsel dengan aplikasi Google Arts & Culture yang tersedia di Android dan iOs.

Virtual Tour
Direktur Jenderal Kebudayaan (Dirjenbud), Hilmar Farid, menambahkan beberapa informasi budaya Indonesia lainnya dapat dinikmati melalui aplikasi Google Arts & Culture tersebut, di antaranya menjelajahi Museum Situs Manusia Purba Sangiran dan Museum Nasional.

"Sampai berwisata di Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Candi Ratu Boko dengan Virtual Tour (VR) 360 derajat," ujar Hilmar.

Selain museum-museum yang berada dibawah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, masyarakat juga dapat melihat beberapa situs lainnya yakni Museum Tekstil Jakarta, Museum Seni Rupa dan Keramik di Jakarta, Galeri Batik YBI, Monumen Nasional (MONAS) di Jakarta, Yayasan Biennale Yogyakarta, dan Agung Rai Museum of Art (ARMA) di Bali.



Sumber: BeritaSatu.com