1.500 Hotel di Indonesia Terkena Dampak Covid-19

1.500 Hotel di Indonesia Terkena Dampak Covid-19
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio (kanan), mengunjungi Swiss-Belhotel Pondok Indah Jakarta Selatan, yang memberikan akomodasi bagi petugas kesehatan dalam penanganan Covid-19 (Foto: istimewa)
Dina Fitri Anisa / EAS Senin, 6 April 2020 | 20:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Industri pariwisata Indonesia tengah merasakan dampak negatif dari pandemi Covid-19, yang sudah berlangsung sejak awal Januari 2020 hingga detik ini. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio mengatakan setidaknya ada 1.500 hotel di Indonesia yang merasakan dampak Covid-19.

Ribuan hotel di Indonesia tersebut rata-rata mengalami penurunan signifikan dari segi okupansi atau keterisian kamar. Diprediksi pada Maret 2020, tingkat keterisian hotel hanya sekitar 0-8%, dan mengalami penurunan omzet hingga 70%.

"Setelah hotel ditutup sementara, maka timbulah beberapa persoalan lainnya. Seperti yang diketahui pekerja harian dirumahkan, tidak diperpanjang kontrak, sampai mewajibkan karyawan ambil cuti," tuturnya.

Selain hotel, Wishnutama mengungkapkan seluruh tempat wisata di lima destinasi super prioritas Danau Toba, Borobudur, Labuan Bajo, Mandalika, dan Likupang sudah ditutup.

Kemudian berbagai gelaran acara meeting, incentive, convention, dan exhibition (MICE) sebagian besar dibatalkan. Total, terdapat 39 acara yang ditunda per 31 Maret 2020.



Sumber: BeritaSatu.com