Pandemi Covid-19, Kemparekraf Tetapkan Enam Langkah Strategis

Pandemi Covid-19, Kemparekraf Tetapkan Enam Langkah Strategis
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Wishnutama Kusubandio. (Foto: istimewa)
Chairul Fikri / FER Kamis, 23 April 2020 | 19:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) telah menetapkan langkah-langkah strategis bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di masa tanggap darurat Covid-19.

Baca Juga: Kemparekraf Dukung Tenaga Medis Covid-19

"Dalam mengatasi pandemi Covid-19, Kemparekraf membagi penanganannya menjadi tiga tahapan yakni masa tanggap darurat, pemulihan (recovery), dan normalisasi," kata Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, dalam keterangan resminya, di Jakarta, Kamis (23/4/2020).

Wishnutama mengungkapkan, Kemparekraf telah merealokasi anggaran dan menerapkan program khusus selama masa tanggap darurat Covid-19. "Realokasi akan diarahkan untuk berbagai macam program yang sifatnya pendukungan langsung penanganan Covid-19 yang dapat membantu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif," ungkap Wishnutama.

Untuk tahap tanggap darurat, telah digulirkan diantaranya enam program sesuai dengan kewenangan Kemparekraf/Baparekraf dalam upaya mitigasi terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Program tersebut meliputi penyediaan fasilitas akomodasi, transportasi, dan konsumsi bagi tenaga medis dan tenaga pendukung RS Rujukan penanganan Covid-19 sesuai rekomendasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Baca Juga: Kemparekraf Apresiasi Gerakan Masker Kain

"Hingga saat ini ada lebih dari 2.000 tenaga kesehatan di Jakarta yang telah terfasilitasi. Kerja sama ini juga sebagai bentuk dukungan Kemenparekraf terhadap industri pariwisata yakni bisnis hotel dan transportasi agar tetap bisa mempekerjakan pegawainya," lanjut Wishnutama.

Kemparekraf juga telah mengusulkan lapangan usaha sektor pariwisata dan ekonomi kreatif masuk dalam Permenkeu Nomor 23/PMK.03/2020. Adapun subsektor yang masuk dalam lapangan usaha pariwisata dan ekonomi kreatif akan dapat memanfaatkan insentif berupa subsidi PPh 21, pembebasan PPh 22 Impor, dan pengurangan PPh sebesar 30 persen.

Menurut Wishnutama, Kemparekraf sebelumnya juga telah mendata sekitar 213.000 pekerja sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dari 34 provinsi yang terdampak Covid-19.

Baca Juga: Kemparekraf Berikan Akomodasi Tenaga Medis

Data tersebut akan digunakan Kemparekraf sebagai basis kegiatan, diantaranya melibatkan pelaku UMKM Ekraf yang terdampak dalam berbagai kegiatan seperti #GerakanMaskerKain, #GerakanLaukSiapSaji, #SatuDalamKopi dan pelatihan online gratis untuk upskilling dan reskilling pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Sehingga, lewat program-program ini diharapkan masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif semakin kompetitif dan siap bangkit bersama ketika pandemi dinyatakan selesai," tandas Wishnutama.

 

 



Sumber: BeritaSatu.com