Lima Tips Mengatur Finansial di Bulan Ramadan

Lima Tips Mengatur Finansial di Bulan Ramadan
Ilustrasi dana darurat. (Foto: Halo Money / Halo Money )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 23 April 2020 | 22:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ramadan telah tiba di tengah badai virus corona atau Covid-19, yang membawa berbagai perubahan hidup.

Aktivitas stay at home, work from home dan school from home, membuat ajakan untuk berbuka puasa bersama dan salat tarawih di masjid hanya sebatas angan.

Adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), ditambah dengan keterbatasan untuk beraktivitas serta himpitan finansial, mengakibatkan kegiatan bisnis dan perekonomian menjadi lesu.

Di sisi lain, lesunya kondisi perekonomian dan ketidakpastian membuat semua orang harus lebih mengencangkan ikat pinggang. Berikut, lima tips untuk mengatur finansial di bulan ramadan.

Ketahui Kondisi Finansial

Banyak orang tidak menyadari keadaan kondisi keuangan sendiri. Padahal, sangat penting untuk diketahui, bagaimana situasi Covid-19 mengubah kondisi finansial.

Dengan mengetahui kondisi keuangan secara nyata, tentunya akan terbantu untuk membuat alokasi keuangan, mendisiplinkan diri untuk mengontrol pengeluaran dan lebih kreatif dalam mengatur keuangan.

Membuat Bujet Bulanan

Mengatur bujet berarti mengatur gaya hidup. Mulailah dengan membuat daftar pengeluaran rutin, dan alokasikan pengeluaran menjadi tiga kategori. Pertama, kebutuhan utama seperti makanan dan pengeluaran rumah tangga (listrik, gas, air, paket internet). Kemudian, alokasikan 5 persen hingga 10 persen untuk dana darurat.

Kedua, kebutuhan pelengkap sebesar 5 persen, seperti jajan takjil, kopi atau delivery makanan. Ketiga, kebutuhan yang bersifat hiburan seperti berbelanja baju, gadget dan perintilan.

Dengan membuat bujet akan membantu dalam menentukan mana yang harus diprioritaskan. Jika kebutuhan utama telah terpenuhi, barulah boleh jajan ataupun berbelanja. Usahakan agar ketiga kebutuhan ini tidak melampaui dari 30 persen total pengeluaran bulanan.

Catat Jumlah Pengeluaran

Tentunya, sangat diperlukan disiplin dan pengawasan dari diri sendiri untuk rajin mencatat pengeluaran yang harus dikeluarkan.

Dengan menulis catatan pengeluaran harian menggunakan aplikasi bujeting cerdas akan membantu memonitor berapa uang yang telah dihabiskan dan berapa sisa jatah bujet.

Optimalkan THR

THR bukan bonus tambahan yang bisa langsung dihabiskan untuk daftar wishlist. Prioritaskan THR untuk membayar utang, membangun dana darurat, berinvestasi dan berasuransi. Buatlah finansial goal yang bermakna untuk hidup dengan THR.

Bagi kalangan yang belum memiliki asuransi untuk proteksi kesehatan, ini adalah waktu yang tepat untuk mengambil langkah cerdas untuk segera berasuransi. Asuransi adalah solusi cerdas untuk melindungi masa depan.

Bijak Mengeluarkan Uang

Bersiaplah menghadapi godaan diskon dan tawaran spesial promo menyambut lebaran. Jika sulit untuk menahan tawaran konsumtif, boleh sementara dihapus aplikasinya dan di-mute dulu notifikasi dari brand-brand kesayangan.

Dahulukan kewajiban seperti membayar zakat fitrah. Jika ada dana berlebih, alangkah baiknya memberikan uluran tangan bagi saudara yang membutuhkan.

Head of Corporate Marketing Communications PT Avrist Assurance, Ernest Febrianto menjelaskan, sangatlah penting untuk merencanakan aktivitaa dan kegiatan di bulan ramadan.

"Ramadan merupakan momentum disiplin diri dan komitmen untuk mengontrol waktu dan finansial. Semoga ramadan ini bisa menjadi babak baru agar kita bisa lebih bijak dalam mengatur kondisi keuangan,” jelasnya.

Menurut Ernest, dengan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak pada perekonomian, membuat semua kalangan terdorong untuk menjadi lebih cerdas dan cermat dalam mengatur pengeluaran harian untuk memenuhi kebutuhan pokok.

"Avrist Assurance hadir di tengah-tengah keluarga Indonesia menjadi mitra terpercaya dalam memberikan kenyamanan proteksi asuransi, menyisihkan beban finansial dengan menjaga ketenangan hidup untuk keluarga,” pungkas Ernest.



Sumber: BeritaSatu.com