Sektor Pariwisata Dinilai Butuh Stimulus

Sektor Pariwisata Dinilai Butuh Stimulus
Ilustrasi wisatawan mancanegara. ( Foto: Antara / Muhammad Adimaja )
Markus Junianto Sihaloho / FER Senin, 27 April 2020 | 22:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah diminta untuk segera memberikan stimulus kepada pelaku industri pariwiwsata yang sangat terpukul akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca: Kemparekraf Tetapkan Enam Langkah Strategis

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PPP, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan, industri pariwisata bukan hanya bicara soal hotel dan restoran. Namun industri pangan yang menjadi bagian rantai pasokan, maupun industri transportasi. Indonesia dinilai bisa kehilangan devisa hingga lebih dari Rp140 triliun dari sektor itu hanya karena pandemi Covid-19.

"Kerugian bukan hanya dari sisi devisa, namun juga hilangnya mata pencaharian. Di Jawa Barat saja misalnya, sekitar 33.000 pekerja pariwisata yang terkena dampak corona ini," kata Djamal, Senin (27/4/2020).

"Saya mengharapkan pemerintah pusat dan daerah dapat memberikan stimulus ekonomi dan keringanan kewajiban bagi para pekerja di industri pariwisata," tambahnya.

Baca: Wishnutama Optimistis Sektor Pariwisata Rebound

Djamal mengakui, Komisi X DPR bersama dengan Kemparekraf juga intensif berdiskusi untuk menyiapkan tiga tahapan pemulihan. Pada tahap pertama, fokusnya adalah pada program-program stimulus, relaksasi pajak, pelatihan online dan bantuan permodalan.

Pada tahap kedua, fokus pada upaya pemulihan melalui penyiapan dan peningkatan kualitas destinasi wisata serta promosi wisata melalui berbagai kegiatan MICE dan event kreatif baik didalam maupun di luar negeri. Pada tahap kedua ini, peran penting Pemda juga diharapkan.

"Lalu pada tahap ketiga, kita akan fokus pada upaya normalisasi. Hal ini dilakukan dengan penguatan stimulus dan akses permodalan," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com