Era Soekamto Aktif Kampanyekan Budaya Lewat Busana Kebaya

Era Soekamto Aktif Kampanyekan Budaya Lewat Busana Kebaya
Era Soekamto. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 30 April 2020 | 20:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam pandangan Era Soekamto, sosok Kartini adalah seorang figur wanita yang sangat kritis dan mindful, mencintai Tuhan, dan mempunyai mimpi besar atau co-creator.

"Ide, gagasan, dan pemikiran Kartini masih tetap hidup di tengah-tengah kita. Berupaya memperbaiki nasib rakyat dan bangsanya, khususnya kaum perempuan,” kata Era Soekamto, seorang batik and culture prodigy yang aktif mengkampanyekan budaya lewat perempuan berkebaya, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (30/4/2020).

Era Soekamto percaya bahwa nilai-nilai Kartini yang mencintai budayanya, menggunakan kebaya, kain batik, dan sanggul sebagai pakaian sehari-harinya.

Era Soekamto sendiri pernah mengusung koleksi Smargaloka, yakni konsep desain dari busana etnik, perpaduan Jawa dan Bugis kreasinya. Warisan budaya kerajaan Bugis dan Jawa ditafsirkan melalui koleksi busana siap pakai yang feminin dan modern.

Menurut Era, kebaya dengan perpaduan kain tradisional, bisa menjadi tren yang memberikan inspirasi baru gaya busana. Misi untuk mengawinkan dua budaya dalam satu balutan busana tak berhenti sampai di Jawa dan Bugis.

"Masih banyak kain tradisional dan budaya nusantara lainnya yang bisa digali dan dieksplorasi menjadi rancangan yang unik, berbeda, sarat tradisi, dan tentunya tetap mempercantik perempuan Indonesia dengan gaya yang lebih dinamis dan modern," jelasnya.

Era juga mengajak sahabat-sahabat dengan satu visinya untuk bergerak dari rumah masing-masing di tengah pandemi Covid-19, membuat impact yang besar dengan cara yang sangat sederhana, menghidupi semangat Kartini dengan membuat sebuah video yang bercerita tentang filosofi Kartini yang sangat populer, Habis Gelap Terbitlah Terang dengan pengalaman dan interprestasi masing-masing.

Mereka adalah Happy Salma, Wulan Tilaar, Maudy Koesnaedi, Aura Kasih, Andien Aisyah, Susan Bachtiar, Alena Wu, Amanda Gratiana, Janna Soekasah Joesoef, Kristy Syarfuan Humphrey Djemat, serta penggerak komunitas Women 9.0 by Abhanuraga Nusantara, yang dibentuk olehnya sebagai wadah untuk berdialog antar kultur dan agama, dengan tujuan untuk menemukan jati diri yang sejati dan pemberdayaan manusia sehingga bermanfaat bagi banyak orang lainnya.

Menurut Era, legacy yang diturunkan oleh Kartini yaitu Habis Gelap Terbitlah Terang adalah wujud dari pencerahan diri, bahwa terang itu adanya di dalam diri manusia dan semua ini terjadi untuk diri kita bangkit secara individu dan kolektif, dan bangsa ini bangkit dalam kesadaran Tuhan yang hakiki.

"Bangkit peradaban dalam cinta dan kasih sayang, serta kembali kepada budaya Nusantara Adi Luhung,” jelas perempuan murah senyum ini.



Sumber: BeritaSatu.com