Aktivitas Wisata di Labuan Bajo Aktif Lagi 15 Juni

Aktivitas Wisata di Labuan Bajo Aktif Lagi 15 Juni
Perairan Pulau Rinca, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (Foto: Antara)
Alexander Madji / AMA Jumat, 29 Mei 2020 | 18:37 WIB

Labuan Bajo, Beritasatu.com - Aktivitas pariwisata di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk di Labuan Bajo, Kabupaten  Manggarai Barat, akan dibuka lagi pada 15 Juni 2020 seiring dengan kebijakan new normal dari pemerintah. Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi virtual Forkompimda NTT yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTT, Viktor Laiskodat Bungtilu Selasa (26/5/2020)

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF), Shana Fatina dalam penyataan tertulis yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Jumat (29/5/2020 mengatakan, tatanan normal baru sektor pariwisata ini juga berjalan beriringan dengan program bersih, sehat, dan aman (Clean, Health, and Safe – CHS) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai upaya mendukung mewujudkan New Normal di Indonesia, seperti disampaikan Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan.

“Harapannya, new normal ini dapat berjalan efektif pada pertengahan Agustus mendatang seusai masa uji coba selama dua  bulan. Program ini juga beriringan dengan program bersih, sehat, dan aman dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai upaya untuk mewujudkan new normal," katanya.

Untuk itu, BOPLBF juga sedang membangun sistem digital registrasi dalam jaringan (daring) atau online bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi wisata Labuan Bajo, baik destinasi wisata bahari maupun di darat.

“Kami sedang usahakan sebagai langkah awal mempercepat berjalannya sistem registrasi online untuk mempermudah akses para pengunjung ke destinasi wisata khususnya yang ada di Labuan Bajo. Sistem digital ini salah satu cara yang kami lakukan agar bisa mengatur jumlah pengunjung dan menata pola perjalanan wisatawan untuk menghindari kerumunan”, jelas Shana.

Sistem registrasi online ini rencananya akan diuji coba pada 9 Juni 2020 sekaligus mengatur jadwal dan quota pengunjung. Selain itu, sistem ini juga dimaksudkan untuk sekaligus mendata identitas para pengunjung yang datang dan melacak riwayat perjalanan para pengunjung. Ini penting untuk mempekuat penerapan tatanan normal baru di sektor pariwisata.

Selain itu, BOPLBF bersama Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Manggarai Barat dalam waktu dekat juga akan berkoordinasi dengan berbagai asosiasi hotel, restoran, agen perjalanan, dan para pelaku pariwisata untuk sekaligus menghimpun apa saja yang diperlukan guna mempersiapkan aktifnya kembali pariwisata Labuan Bajo 15 Juni mendatang.

“Kami akan undang teman-teman dari berbagai asosiasi dan teman-teman pelaku pariwisata dan perjalanan lainnya untuk menghimpun masukan kira-kira apa saja yang diperlukan dan relevan dengan situasi setempat, karena kami sadari teman-teman di industri pariwisata ini paling merasakan imbas pandemi Covid-19 dengan sepinya pengunjung dua bulan belakangan ini”, ungkap Shana.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat, Agustinus Rinus dalam rapat koordinasi bersama BOPLBF mengungkapkan optimismenya menyambut new normal pariwisata Manggarai Barat.

“Yang jelas kami mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk menunjang kelancaran penerapan normal baru ini, termasuk bersama BOPLBF mempersiapkan SOP Protokol Kesehatan, termasuk dengan sinergi dengan para stakeholder”, terang Gusti.



Sumber: Rilis