Terdampak Pandemi, Biro Perjalanan Wisata Rugi Rp 54,4 T
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Terdampak Pandemi, Biro Perjalanan Wisata Rugi Rp 54,4 T

Selasa, 2 Juni 2020 | 22:50 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa, Lona Olavia / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Strategi yang tengah disiapkan pemerintah menghadapi era normal baru (new normal) sepatutnya melibatkan pelaku usaha di bidang pariwisata. Sebab selama hampir 3 bulan pandemi Covid-19 melanda Tanah Air, industri pariwisata juga terdampak besar, mulai dari kehilangan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) hingga hilangnya pemasukan.

Ketua umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita), Rusmiati, kepada Beritasatu.com, Senin (1/6/2020) malam mengatakan, saat ini biro perjalanan wisata (BPW) di Indonesia per akhir Maret 2020 total merugi sampai US$ 3,9 miliar atau sekitar Rp 54,4 triliun.

Akibat kerugian besar tersebut BPW tidak bisa membayar gaji karyawan, membiayai operasional kantor, membayar pajak dan administrasi, membayar tagihan ke vendor, serta membayar cicilan ke bank.

Demi mempertahankan bisnis BPW akhirnya para pengusaha terpaksa mengurangi jam operasional kantor, pemutusan kontrak kerja, mengurangi gaji dan insentif, bahkan menghentikan segala kegiatan di kantor.

"Diakui, saat ini kondisinya 38% pekerja BPW sudah tidak ada pekerjaan, kemudian 32,2% para pekerja di rumahkan tanpa di gaji, 21,2% dirumahkan dengan gaji terbatas, 1,4% di PHK, dan 7,2% lainnya memilih pengurangan jam kerja, work from home (WFH), bekerja dengan waktu tertentu, bekerja bergantian, cuti tanpa dibayar, bahkan dipaksa mengundurkan diri,” terang Rusmiati.

Namun, dalam menjalani masa sulit ini, pihak Asita mengaku masih mengapresiasi tindakan pemerintah yang berbaik hati memberikan stimulus berupa insentif pajak untuk pengusaha BPW, serta program Kartu Prakerja untuk pegawai yang terdampak.

Pun demikian, Asita menyarakankan agar pemerintah dapat memikirkan strategi yang lebih jauh ke depan. Mengingat, Kartu Prakerja hanya untuk empat bulan sementara UNWTO mengatakan sektor pariwisata akan pulih di 2022. Untuk itu diperlukan strategi yang tepat dan mudah diimplementasikan.

"Karyawan anggota Asita sebagian besar dirumahkan dan satu hal yang memang belum terealisasi sampai saat ini adalah pinjaman lunak. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga cash flow dan membiayai operasional usaha. Kami sejauh ini hanya melihat dari negara tetangga, Malaysia, yang pinjaman lunaknya sudah direalisasikan,” kata Rusmiati.

Terkait dengan insentif pajak selama pandemi Covid-19, sebelumnya Sekjen Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Astindo) Pauline Suharno sempat mengatakan realisasi insentif untuk para pariwisata belum terlihat dampaknya secara langsung. Semisal keringanan pajak, yang notabene dampaknya akan terasa setelah waktu pembayaran pajak berlangsung. Sementara janji untuk meringankan relaksasi bunga cicilan bank belum juga terlihat implementasinya.

Sudah Berjalan
Ketika dikonfirmasi oleh Beritasatu.com terkait insentif selama pandemi, Selasa (2/6/2020), kepada Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Hestu Yoga Saksama, menyatakan insentif pajak apakah itu di restoran, hotel, biro perjalanan wisata dan lainnya yang terkait dengan sektor pariwisata sudah mendapatkan insentif yang mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 44/PMK.03/2020 sebagai perluasan dari PMK 23.

Misalnya, Pph 21 untuk karyawan yang penghasilannya mencapai Rp 200 juta setahun, maka Pph 21 nya ditanggung pemerintah. Selain itu, perusahaannya juga mendapatkan pengurangan angsuran Pph Pasal 25 sebesar 30% selama enam bulan mulai.

“Jadi, untuk insentif pajaknya sudah berjalan,” kata Hestu.

Sementara di tempat terpisah, ketika dikonfirmasi kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) terkait insentif, hingga saat ini Menparekraf Whisnutama belum mengeluarkan statement terbaru. Terlebih wewenang pemberian insentif di bawah wewenang Kementerian Keuangan. Sementara peran Kemenparekraf lebih terkait pada menjaring dan memperjuangkan usulan, agar ada perluasan PMK 23 yaitu PMK 44.

Khusus untuk proses insentif, dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 44/PMK.03/2020, para pelaku usaha juga diminta melengkapi data-data dalam situs Kementerian Keuangan dengan batas akhir pengunggahan laporan realisasi untuk mendapatkan insentif sampai 20 juli 2020.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

7.000 Anggota Asita Siap Menyambut New Normal

7.000 anggota Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia mengaku siap menyambut pemberlakuan new normal di industri pariwisata.

GAYA HIDUP | 2 Juni 2020

Kemparekraf Siapkan Protokol Tatanan Hidup Baru Pariwisata

Kemparekraf menyiapkan langkah dan strategi untuk mengantisipasi penurunan wisman dengan menyiapkan protokol tatanan hidup baru di sektor pariwisata.

GAYA HIDUP | 2 Juni 2020

Grab Delivery Doodles Bisa Sulap Gambar Anak Menjadi Makanan

Berkat AI milik Google, Grab Delivery Doodles dapat mengubah gambar makanan anak menjadi pesanan makanan yang siap diantar melalui GrabFood.

GAYA HIDUP | 1 Juni 2020

Lima Tips Penting Hadapi Era Normal Baru

Olahraga penting dilakukan untuk menjaga badan tetap sehat.

NASIONAL | 31 Mei 2020

Menparekraf Persiapkan Implementasi Protokol New Normal Pariwisata

Menparekraf Wishnutama Kusubandio menyampaikan bahwa persiapan protokol new normal pariwisata telah disusun.

GAYA HIDUP | 30 Mei 2020

Aktivitas Wisata di Labuan Bajo Aktif Lagi 15 Juni

Seiring dengan kebijakan new normal pemerintah pusat, aktivitas wisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat akan dibuka lagi pada 15 Juni 2020.

GAYA HIDUP | 29 Mei 2020

Wisata Labuan Bajo Terapkan Sistem Registrasi Online

Sistem digital pariwisata terpadu yang terintegrasi dalam satu big data.

NASIONAL | 29 Mei 2020

Akibat Covid-19, Agen Perjalanan Wisata Rugi Rp 15 Triliun

Selama pandemi Covid-19, agen perjalanan wisata rugi belasan triliun rupiah.

GAYA HIDUP | 28 Mei 2020

Pariwisata Bali Berpotensi Dibuka Kembali

Pariwisata di Provinsi Bali berpotensi dibuka kembali pada saat penerapan tatanan normal baru atau new normal.

GAYA HIDUP | 28 Mei 2020

Persiapan Pembukaan Sektor Pariwisata Butuh Satu Bulan

Menurut Wishnutama, persiapan pembukaan kembali sektor pariwisata bergantung pada kesiapan pemerintah daerah.

GAYA HIDUP | 28 Mei 2020


TAG POPULER

# Vaksinasi Covid-19


# Buruh Meninggal


# Puncak Covid-19


# STRP


# Pengusaha Sumbang Rp 2 Triliun



TERKINI

Interpol Bongkar Sindikat Global Perdagangan Manusia, 286 Tersangka Ditangkap

DUNIA | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS