Anak dan Orang Tua Diminta Tidak Berwisata

Anak dan Orang Tua Diminta Tidak Berwisata
Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Reisa Broto Asmoro. (Foto: BNPB)
Ari Supriyanti Rikin / EAS Selasa, 23 Juni 2020 | 23:37 WIB

Jakarta, Beriatsatu.com - Gugus tugas percepatan dan penanganan Covid-19 telah merestui pembukaan secara bertahap kawasan wisata alam di zona hijau dan kuning. Namun pihak pengelola diingatkan untuk menjalankan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19.

Pengunjung juga diingatkan tidak mengajak anak yang belum bisa memakai masker dengan baik dan benar serta orang dengan penyakit penyerta.

Tim Komunikasi Publik, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan, sejak tahun 2017 wisata alam menjadi andalan pariwisata Indonesia selain event budaya dan olahraga. Pada masa adaptasi kebiasaan baru, kawasan pariwisata alam juga yang pertama akan dibuka bertahap berbasis ekosistem dan konservasi dengan tingkat risiko Covid-19 yang rendah.

"Kawasan pariwisata menjadi tulang punggung ekonomi rakyat," katanya dalam telekonferensi di Kantor BNPB, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

Dokter Reisa menambahkan, para penggiat wisata alam harus ingat beberapa aturan terkait pembukaan kawasan yang menerapkan protokol kesehatan seperti kawasan dibuka bertahap dan kapasitas 50% , tidak boleh ada kerumunan, dan selalu menjaga jarak aman.

Protokol kesehatan yang ketat tersebut sesuai ketentuan Kementerian Kesehatan Nomor HK 01.07/Menkes/382/2020 tentang protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat umum terkait pencegahan penularan Covid-19.

"Pengelola juga wajib melakukan pembersihan berkala termasuk disinfeksi terutama pada area sarana dan peralatan yang digunakan bersama,” ucapnya.

Pengelola juga wajib menyediakan fasilitas cuci tangan memadai dan mudah diakses oleh pengunjung. Melakukan pengukuran suhu dan imbauan protokol kesehatan lainnya. Sementara para pekerja di sektor pariwisata juga harus dibekali cara melindungi diri dari penularan Covid-19 dengan perilaku hidup bersih dan sehat.

Pengelola juga wajib membatasi jumlah pengunjung yang masuk dengan menerapkan sistem pendaftaran online agar menghindari penumpukan pengunjung di pintu masuk.

Pengaturan jam operasional, pengawasan ekstra di kawasan favorit pengunjung, fasilitas penunjang, menjaga jarak, memanfaatkan ruang terbuka untuk area penjualan dan pembatas di loket tiket untuk pekerja pariwisata. Pengunjung juga harus memastikan kondisinya ketika mengunjungi lokasi wisata.

"Diminta juga tidak mengajak anak yang belum bisa memakai masker yang baik dan benar. Hindari mengajak orang yang rentan Covid-19 terutama bagi yang memiliki penyakit penyerta ke lokasi wisata," paparnya.



Sumber: BeritaSatu.com