Logo BeritaSatu

Strategi Branding Tepat, Bisnis Pariwisata dan Kuliner Bisa Menggeliat

Jumat, 26 Juni 2020 | 10:23 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Beberapa daerah di Indonesia menjadikan sektor pariwisata dan kuliner sebagai tulang punggung ekonomi karena dapat membawa arus positif bagi bisnis dalam bidang jasa.

Baca Juga: Jokowi Apresiasi Upaya Prakondisi Pariwisata Banyuwangi

Sayangnya, dampak penyebaran virus corona atau Covid-19 membuat kedua industri strategis tersebut mulai melempem dan kehilangan pasar, bahkan untuk beroperasi saja sulit.

Wakil Rektor I Bidang Pembelajaran Universitas Prasetiya Mulya, Prof Agus W Soehadi PhD, mengatakan, kedua sektor bisnis ini sejatinya bisa kembali bangkit dan menggeliat dengan pemilihan strategi branding yang tepat.

"Butuh strategic thinking dan complex problem solving dalam proses bisnisnya, baik dalam hal mencari peluang, inovasi produk, cara komunikasi dengan target market, yang akhirnya perusahaan tetap berjalan sehat,” ujar Prof Agus dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Jumat (26/6/2020).

Strategi <i>Branding</i> Tepat, Bisnis Pariwisata dan Kuliner Bisa Menggeliat

Oleh karena itu, kata Prof Agus, Universitas Prasetiya Mulya memiliki S1 Branding yang berperan dalam menciptakan positioning yang tepat, mengkomunikasikan kepada target market dan menempatkan brand mereka sebagai top of mind dalam industri.

Baca Juga: Adaptasi New Normal, Wisata Alam Kembali Dibuka

"Branding merupakan pendekatan modern terhadap ilmu marketing. Bukan sekedar logo dan packaging, branding memiliki nilai yang jauh lebih besar dan berperan dalam mempermudah proses pengambilan keputusan konsumen," jelasnya.

Walau kelihatannya dunia pariwisata semakin gelap, namun masih ada secercah harapan untuk mengembangkan potensi daerah wisata melalui kuliner lokal.

Menanggapi tren industri kuliner ke depannya, kata Prof Agus, S1 Food Business Technology Universitas Prasetiya Mulya ditantang menciptakan produk pangan baru yang sehat dan menggunakan teknologi terkini, namun tetap sesuai dengan selera masyarakat.

"Dalam pencapaian menciptakan produk inovasi baru dalam pangan, setiap mahasiswa ditanam rasa empati dan kreativitas. Setiap mahasiswa akan menjalani sesi pengembangan kreativitas untuk ideation terkait peningkatan nilai tambah produk pangan, dan belajar membuat respon berdasarkan riset pasar,” paparnya.

Beralih ke dunia pariwisata, imbas pandemi corona terhadap sektor ini sangatlah besar. Tiket dan hotel banyak sekali mendapat permintaan refund dikarenakan orang tidak bisa liburan. Selain itu, destinasi wisata sepi bahkan tanpa pengunjung sehingga menyebabkan perekonomian lokal hampir mati.

Menurut Prof Agus, Indonesia sejatinya memiliki banyak keindahan alam dan kekayaan budaya yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelancong lokal maupun mancanegara. Terlebih, sektor pariwisata memang menjadi salah satu sektor penyumbang devisa bagi negara.

"Oleh karena itu, Universitas Prasetiya Mulya mempersiapkan S1 Hospitality Business untuk melihat potensi bisnis jasa yang dapat mengakomodir kerinduan para pelancong terhadap kekayaan budaya maupun kearifan lokal sebuah destinasi wisata,” tegasnya.

Prof Agus menambahkan, kurikulum S1 Hospitality Business terdiri dari 60 persen hospitality and tourism serta 40 persen bisnis. Selain itu, jiwa kewirausahaan dan strategic thinking juga diolah. Misalnya, dalam mata kuliah consumer behavior.

Baca Juga: September, Bali Dibuka untuk Turis Asing

"Mahasiswa akan didorong untuk memiliki orientasi market yang kuat ketika terjun ke industri servis. Semua ini dilakukan agar lulusan dapat menjadi hospitality inovator yang memberikan pembaruan dalam industri hospitality," pungkas Prof Agus.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Polemik Tunjangan Profesi Guru, Ini Pasal Kontroversial RUU Sisdiknas

Salah satu pasal yang paling disoroti RUU Sisdiknas, yakni terkait hilangnya frasa tunjangan profesi guru (TPG) dari batang tubuh RUU Sisdiknas. 

NEWS | 28 September 2022

Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 27 September 2022

Berikut ini Data Penerima Vaksin Covid-19 sampai 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 27 September 2022

Berikut ini Data Kasus & Kematian Covid-19 di Jakarta, 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 27 September 2022

Berikut ini Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022

Berikut ini Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022 sesuai denan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 27 September 2022

Berikut ini Data Positivity Rate Covid-19 sampai 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Kesembuhan Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022

Berikut ini Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 27 September 2022

Berikut ini Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

PDIP Jelaskan Wajah Kesal Puan Saat Bagikan Kaus ke Warga

Politikus PDIP Said Abdullah menjelaskan wajah kesal Ketua DPR Puan Maharani saat membagikan kaus ke warga di Jawa Barat yang videonya viral di media sosial.

NEWS | 28 September 2022

Data Kematian Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022

Berikut ini Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022 seperti data dari kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
NPL KUR Diproyeksi Tidak Lebih 1,5% pada Akhir 2022

NPL KUR Diproyeksi Tidak Lebih 1,5% pada Akhir 2022

EKONOMI | 10 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings