Carousel Rambah Bisnis Animasi dan Konser Musik

Carousel Rambah Bisnis Animasi dan Konser Musik
Ikon boneka Carousel (Foto: ist / ist)
Mardiana Makmun / MAR Rabu, 1 Juli 2020 | 18:55 WIB

JAKARTA, Beritasatu.com – Merek pakaian Carousel melebarkan bisnis ke animasi dan konser musik. Ekspansi ini dilakukan demi memperkuat brand awarness Carousel pada masyarakat.

“Dalam memasarkan produk dan konten, Carousel menggunakan animasi khusus agar gimmick perilaku fun dari karakter hewannya dapat sampai ke pikiran konsumen. Carousel juga menyelenggarakan dua kali Carousel Concert untuk memperkenalkan lima ikon hewan Carousel,” kata pemilik Carousel Mohamad Hidayat Rifai dalam keterangan pers.

Seperti diketahui, Carousel menggunakan karakter hewan sebagai core branding dari lini bisnisnya. Kelima hewan tersebut yaitu, si Panda – Popo, Si Dino – Odin, si Beruang Choco, si Kucing – Chilo, dan si Babi – Pigko. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa hewan adalah teman terbaik bagi manusia.

Pada 2019, Carousel menggelar konser dengan bintang tamu Didi Kempot dan Feel Koplo. Tahun ini, konser yang digelar pada Februari menghadirkan bintang tamu Tulus, Kunto Aji, dan The Adams. Ke depan Carousel Concert ditargetkan dapat menjadi event tahunan yang bisa diselenggarakan. "Nantinya ini akan jadi salah satu event musik yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya. Selain untuk mencari keuntungan event ini bisa dijadikan sebagai media promosi untuk memperkenalkan kelima karakter Carousel ke masyarakat luas,” kata Hidayat.

Pemilik Carousel Mohamad Hidayat Rifai dan mitranya Mira Annisa menjelaskan, bisnis clothing justru dimulai dari kerugian membuat konser musik saat kuliah pada 2013. Namun tak disangka bisnis yang dibuat karena kepepet, kini bertumbuh baik.

Diawali dari bisnis dropship topi boneka hewan yang booming pada 2014. Namun kemudian banyak penjual lain yang menjual produk serupa. Hal tersebut membuat Carousel memutar otak agar dapat memenangkan kompetisi.

Ternyata Mohamad Hidayat Rifai tidak sia-sia melanjutkan studi S2 di MM UGM. Saat di kampus ternyata dia mendapatkan materi bahwa dalam memenangkan kompetisi bisnis ada tiga cara yang bisa dilakukan menurut Michael Porter, yaitu low cost, diferensiasi, dan fokus.

Akhirnya Dayat mencoba untuk memberikan nilai tambah dan diferensiasi pada produk dan brandnya. Carousel mulai serius menunjukkan diri sebagai sebuah brand dengan ke lima hewannya di tahun 2017. Dayat memanfaatkan konsumen yang sudah mulai terbentuk saat menjual topi boneka hewan.

Carousel mencoba mengadakan “sayembara” untuk penamaan hewan-hewan yang dijadikan core brandingnya. “Hal tersebut dilakukan agar ikatan antara konsumen tercipta, dan agar nantinya orang yang terpilih memberikan nama kepada karakternya dapat terus mengingat brandnya dan menjadi agen promosi Carousel sendiri, bahwa dia-lah yang menamai hewan di Carousel," ucap Dayat.

Carousel menyasar berbagai macam apparel dalam pengaplikasian karakternya, ada baju, celana, topi, tas, jam tangan, sepatu, sandal, bahkan ada “action figure” khusus ke lima karakternya.

Ke depan, Carousel akan membuat berbagai macam merchandise yang identik dengan karakternya. Bahkan dalam waktu dekat mereka akan mengeluarkan “Carousel Weed” yaitu produk makanan ringan yang seakan-akan merupakan makanan favorit dari kelima karakternya.

"Kalau Disney saja bisa membuat film terus jualan merchandise, bagaimana kalau Carousel yang awalnya menjual merchandise bisa membuat film animasi," sebut Dayat.



Sumber: BeritaSatu.com