Kawasan Wisata Danau Toba Terapkan Transaksi Non-Tunai

Kawasan Wisata Danau Toba Terapkan Transaksi Non-Tunai
Danau Toba, Sumatera Utara, satu dari lima Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prioritas. (Foto: Kempupera)
Arnold H Sianturi / FER Minggu, 12 Juli 2020 | 18:47 WIB

Medan, Beritasatu.com - Untuk mengantisipasi klaster baru pandemi Covid-19 di lokasi pariwisata Danau Toba, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mendorong pelaku maupun pemangku kepentingan wisata pada tujuh kabupaten di Sumut, sebagai daerah yang memiliki pesona pariwisata itu, supaya menggunakan transaksi non-tunai terhadap wisatawan yang datang di Danau Toba.

Baca Juga: Destinasi Wisata di Sumut Mulai Menggeliat

Kepala Dinas Pariwisata Sumut, Ria Telaumbanua menyampaikan, transaksi non-tunai ini harus didorong sebagai bagian dari pengetatan protokol kesehatan dalam mengantisipasi penyebaran dan penularan di tengah pandemi Covid-19 tersebut. Pemangku kepentingan dan pelaku usaha wisata memiliki inovasi dalam membangkitkan pariwisata yang sempat ditutup akibat pandemi itu.

"Pada masa transisi ini, tatanan kehidupan yang baru atau new normal menjadi harapan baru bagi industri pariwisata untuk bangkit dari keterpurukan selama pandemi Covid-19. Kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi keharusan untuk dilaksanakan. Termasuk masyarakat di daerah lokasi pariwisata," ujar Ria Telaumbanua di Medan, Minggu (12/7/2020).

Baca Juga: Pemprov Sumut Perketat Aturan Normal Baru

Ria menyebutkan, ada sekitar 30 persen destinasi pariwisata di kawasan Danau Toba yang sudah diuji coba untuk dibuka. Namun, perubahan kebiasaan perlu dilakukan. Setelah diterapkan new normal, maka secara otomatis wajib dilakukan perubahan kebiasaan. Tidak boleh lagi mengikuti kebiasaan lama sebelum adanya pandemi. Destinasi wisata dibuka dengan melaksanakan kebiasaan baru.

"Untuk sementara, target awal setelah lokasi pariwisata dibuka sampai Desember 2020 mendatang, wisatawan domestik merupakan salah satu sasaran dalam upaya pemulihan sektor pariwisata di Danau Toba. Wisatawan domestik yang dimaksud adalah wisatawan yang berasal dari dalam Provinsi Sumut. Jika mengharapkan orang luar seperti Jakarta untuk datang, sepertinya agak sulit. Sebab, mereka harus melalui protokol," katanya.

Baca Juga: Kempupera Mulai Menata Kampung Ulos Samosir

Menurut Ria, untuk menggaet kunjungan wisatawan diperlukan terobosan terbaru. Harus ada inovasi pariwisata. Pelaku pariwisata juga dapat mengembangkan tur virtual dengan tarif tertentu untuk menggaet wisatawan luar. Potensi ini dapat diandalkan di tengah kebiasaan baru dalam mempromosikan Danau Toba.

Adapun tujuh kabupaten yang memiliki wilayah pariwisata Danau Toba di Sumut adalah Kabupaten Simalungun, Kabupaten Toba, Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Tanah Karo dan Kabupaten Samosir. Danau Toba memiliki luas sekitar 1.145 kilometer persegi dengan kedalaman maksimal sekitar 1.600 meter.



Sumber: BeritaSatu.com