Sneakers Lokal Saingi Brand Internasional

Sneakers Lokal Saingi Brand Internasional
Sepatu Sneakers Rafheoo (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Indah Handayani / FER Senin, 13 Juli 2020 | 20:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sneakers menjadi salah satu jenis sepatu yang paling populer di kalangan milenial. Hadir dalam berbagai model, dan dipadukan dengan busana apapun, sneakers selalu berhasil menjadi statement gaya yang membuat penampilan lebih stylish. (Baca Juga: Tiga Strategi Merek Sepatu Lokal Bertahan di Tengah Covid-19)

Menyadari tingginya minat masyarakat terhadap sneakers lokal, Rafheoo fokus dalam memproduksi produk yang berkualitas. Rafheoo merupakan kependekan dari nama para pendiri perusahaan ini, yaitu Rafki, Alif, Ramadanu, Hendi, dan Osa. Brand ini awalnya diinisiasi 3 sahabat, Hendi Dermawan (27), Alif Pratama (28) dan Agra Geneosya (28).

Creative Director dan Research & Development Director PT Rafheoo Indonesia Berserikat, Hendi, mengatakan, berdiri pada tahun 2011, Rafheoo telah memproduksi tas dan kemudian berkembang sampai pabrik kain. Pada awal tahun 2019, Rafheoo merambah ke produk selanjutnya yaitu sneakers.

"Sebanyak 200 pasang sepatu yang diluncurkan melalui Instagram (@rafheoofootwear dan @rafheoo) terjual habis dalam seminggu. Ketika dirilis secara resmi, 700 pasang sepatu yang dipesan reseller dari berbagai kota ludes hanya dalam semalam,” kata Hendi, dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Senin (13/7/2020).

Berdasarkan pengalaman tersebut, lanjut Hendi, Rafheoo semakin serius mendalami bisnis sepatu. Rafheoo pun mendirikan pabrik di Bitung, Cikupa. "Dengan membuka pabrik sendiri, kita ingin ada supply bagus dan bisa menjaga kualitas produk,” jelasnya. (Baca Juga: Demam Sneakers, Piero Siap Saingi Merek Luar Negeri)

Menurut Hendi, keunggulan produk-produk Rafheoo ada pada pemilihan bahan dan proses produksinya. Sepatu Rafheoo mengandalkan kualitas bahan untuk durabilitas terbaik.

"Ciri khasnya terlihat dari sol karet yang kuat hasil vulkanisasi dan bahan atas (upper) dari kain yang diproses oleh mesin tenun shuttle loom yang antik. Selain itu, Rafheoo menggunakan bahan-bahan alami untuk pewarnaan berbagai produknya,” tandas Hendi.

Vice President PT Rafheoo Indonesia Berserikat, Angga Rajasa, menambahkan, tema yang diangkat oleh Rafheoo adalah penggunaan natural dyed atau pewarnaan alami untuk beberapa produk seperti sepatu, tas dan masker. (Baca Juga: Atmos Resmi Buka Gerai di Indonesa)

"Kami menggunakan bahan alami untuk pewarnaan tekstil Rafheoo, mulai dari pemakaian limbah ampas kopi, sampai penggunaan tanaman indigo. Ide sederhana kami adalah dapat memberikan kualitas produk terbaik dengan bahan alami berkualitas, serta harga yang sangat terjangkau untuk semua kalangan,” jelas Angga Rajasa.

Penggunaan ampas kopi menjadi salah satu kampanye andalan Rafheoo, disebut coffee grounds project. Proyek ini mengumpulkan ampas kopi dari beberapa kedai kopi di Jakarta untuk dikonversi menjadi pewarna kain tekstil. Selain ampas kopi, Rafheoo juga membuat sampel warna dari tembakau, yang menghasilkan warna biru, coklat, hijau, kuning, pink dan peach.

"Rafheoo sudah berada pada level memproduksi material sendiri sehingga bisa membuat sesuai yang kita inginkan. Kalau brand lain, mereka memanfaatkan bahan yang ada di pasar saja,” ujar Hendi.

 



Sumber: BeritaSatu.com