Yogyakarta Mulai Uji Coba Wisata Aman

Yogyakarta Mulai Uji Coba Wisata Aman
Wisatawan mengunjungi objek wisata kawasan Hutan Pinus Mangunan di Bantul, DI Yogyakarta, belum lama ini. (Foto: Antara Foto)
Dina Manafe / EAS Minggu, 26 Juli 2020 | 22:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Industri pariwisata merupakan salah satu sektor yang paling parah terdampak pada masa pandemi Covid-19. Hampir di seluruh wilayah Tanah Air, kunjungan wisatawan di industri pariwisata menurun drastis, tak terkecuali daerah tujuan wisata budaya dan sejarah seperti Yogyakarta. Menanggapi kondisi tersebut saat ini pemerintah melakukan uji coba wisata aman untuk adaptasi kebiasaan baru.

Uji coba adaptasi dilakukan di Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta, memasuki periode ke tiga masa tanggap darurat. Secara bertahap DI Yogyakarta melakukan upaya untuk mendorong pariwisata kembali tumbuh.

Biwara Yuswantana selaku Ketua Satuan Tugas Daerah Istimewa Yogyakarta menegaskan, pihaknya tidak lantas terburu-buru membuka pariwisata tanpa kalkulasi dan persiapan yang matang. Ia menjaga jangan sampai kemudian terjadi penyebaran Covid-19 gelombang kedua.

Tahap awal dilakukan uji coba dan melakukan berbagai simulasi guna memastikan kesiapan lokasi-lokasi wisata termasuk hotel, rumah makan, tempat perbelanjaan dan sarana pendukung lainnya.

Terdapat tim verifikasi dan bidang penegakan hukum yang bertugas untuk menilai sejauh mana kesiapan perangkat-perangkat pendukung khususnya dalam hal penerapan protokol kesehatan. Tim melakukan verifikasi ke hotel-hotel, dan objek-objek wisata lain untuk menilai serta mengevaluasi sejauh mana kesiapan mereka.

"Kita masih fase uji coba untuk wisata. Kami juga lakukan semacam supervisi ketika simulasi di Candi Borobudur dan Prambanan sudah mulai uji coba membuka, tetapi masih 50% dari kapasitas,” kata Biwara pada dialog “Sapa Daerah : Ke Jogja Ku Kembali” di Media Center Satgas Penanganan Covid-19, Jakarta, Minggu (26/7/2020).

Menurut Biwara, setelah uji coba akan ada evaluasi untuk memutuskan apakah wisata tersebut terus dibuka atau justru perlu diberlakukan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Termasuk pada hotel-hotel, rumah makan atau restoran, dan objek wisata lain. Termasuk memastikan dari aspek transportasi juga harus siap menerapkan protokol kesehatan.

Lebih lanjut Biwara menjelaskan, edukasi dan sosialisasi pada masyarakat khususnya pelaku usaha di sektor pariwisata gencar dilakukan. Dengan memanfaatkan media luar ruang, media televisi dan media sosial, pemerintah daerah berupaya agar masyarakat sudah dapat beradaptasi dengan kebiasaan baru saat nanti industri pariwisata mulai beroperasi kembali.

Pemerintah Yogyakarta juga mengembangkan aplikasi Jogja Pass. Aplikasi ini dapat memantau dan mendata wisatawan yang masuk ke lokasi wisata secara sistematis dan menyesuaikan dengan kapasitas lokasi wisata yang ingin dikunjungi.



Sumber: BeritaSatu.com