Bertahan, Penginapan Omah Pitoe Yogyakarta Kreatif Membuat Protokol Kesehatan

Bertahan, Penginapan Omah Pitoe Yogyakarta Kreatif Membuat Protokol Kesehatan
Guest house Omah Pitoe di Yogyakarta (Foto: Facebook / isimewa)
Dina Fitri Anisa / EAS Selasa, 28 Juli 2020 | 07:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Memasuki masa adaptasi kebiasaan baru, pemilik guest house Omah Pitoe di Yogyakarta, Retta Simon, mengaku sejak pandemi penginapan rumah miliknya tidak lagi ramai oleh pengunjung. Padahal, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penginapan rumah yang berada di kawasan sentral Yogyakarta, Jawa Tengah itu selalu dipenuhi kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman).

“Mengingat guest house milik saya bergaya klasik Jawa, maka sebagian besar orang yang menginap adalah para wisman. Pada Februari sampai Maret biasanya dikunjungi oleh wisatawan Asia, kemudian Agustus hingga akhir tahun akan diisi oleh wisatawan Eropa. Namun sayangnya, karena pandemi okupansi penginapan saya 0% dari akhir Februari,” tutur Retta, Senin (27/7/2020).

Kerugian yang ditanggung pun juga cukup besar. Biasanya lima kamar dan satu pavilion yang dibanderol Rp 400.000 hingga Rp 1,2 juta selalu penuh sampai high season. Kini terpaksa kosong selama 5 bulan.

Atas dampak tersebut, Retta harus mengeluarkan kocek sendiri untuk perawatan dan biaya harian rumahnya. Namun Retta tidak patah semangat, kini ia fokus merancang dan mematangkan sistem protokol kesehatan khusus bagi para calon tamu nanti.

Pertama, dirinya akan menyeleksi tamu yang akan menyewa tempat tinggalnya untuk beristirahat. Lima kamar dan juga satu bangunan pavilion miliknya hanya boleh disewakan pada kelompok pengunjung yang berasal dari tempat yang sama.

"Sebelum Covid-19, biasanya kamar-kamar yang tersedia ini bisa diisi oleh pengunjung yang berasal dari tempat yang berbeda. Namun itu menyulitkan kami untuk melakukan proses pencarian jejak apabila hal yang tidak diinginkan terjadi,” ungkapnya.

Kedua, ia pun mengubah teknis pemberlakuan waktu check in dan juga check out di kediaman miliknya. Apabila sebelum pandemi waktu check in dan check out berada pada hari yang sama, tetapi saat dibuka nanti terdapat satu hari yang dikhususkan agar pihaknya bisa memastikan kamar yang akan disiapkan untuk tamu selanjutnya steril dan terjaga kebersihannya.

"Protokol kesehatan akan kami lakukan ketat bila ada kunjungan. Sebelum memasuki rumah harus dilakukan pengecekan suhu, melakukan cuci tangan, dan juga menjaga jarak aman. Di luar kamar kita pasang imbauan untuk menggunakan masker. Selain itu, kita juga mengganti alat makan dengan sekali pakai” terangnya.



Sumber: BeritaSatu.com