Bisnis UMKM Makaroni Bonju Melaju di Masa Pandemi

Bisnis UMKM Makaroni Bonju Melaju di Masa Pandemi
Makaroni Bonju sebagai pelopor UMKM di bidang kuliner yang mengusung anti-minimarket, menggunakan momentum pandemi Covid-19 untuk memaksimalkan pelayanan bagi konsumen. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Chairul Fikri / FER Rabu, 29 Juli 2020 | 13:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah baru-baru ini mengeluarkan kebijakan dan strategi dalam menghadapi era adaptasi kebiasaan baru (AKB) atau new normal. Salah satunya, mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memanfaatkan platform digital dan kanal penjualan online.

Baca Juga: Batagor Ala Korea Bidik Konsumen Indonesia

Langkah ini dinilai menjadi angin segar bagi para kalangan pelaku UMKM. Pasalnya, kebijakan tersebut, bisa menjadi salah satu solusi agar UMKM semakin berkembang dan bertahan di masa pandemi.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, Makaroni Bonju sebagai pelopor UMKM di bidang kuliner yang mengusung anti-minimarket, menggunakan momentum ini untuk memaksimalkan pelayanan bagi konsumen.

Manager Marketing Makaroni Bonju, Khoirul Fuadi, mengungkapkan, Makaroni Bonju memastikan setiap proses pelayanan mulai dari produksi, packaging, hingga pengiriman produk, dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan.

"Keamanan produk demi kesehatan konsumen menjadi prioritas utama kami. Hal itu kami lakukan untuk menjamin kepuasan konsumen dan mendukung pedoman BPOM,” kata Khoirul Fuadi, kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Makaroni Bonju

Baca Juga: Strategi HokBen Perkuat Posisi Pasar di Era New Normal

Menurut Khoirul, mengusung konsep anti-minimarket, seluruh penjualan Makaroni Bonju dilakukan melalui sistem keagenan dan kanal online. "Seperti yang bisa dilihat dari laman instagram @makaronibonju_id, agen Makaroni Bonju sudah tersebar di hampir seluruh kota di Indonesia,” tegasnya.

Khoirul menambahkan, meskipun konsep camilan anti-minimarket masih awam di Indonesia, kenyataanya dalam kondisi seperti sekarang ini justru membuat angka penjualan Makaroni Bonju semakin kuat.

"Penjualan mengalami peningkatan karena pola konsumsi masyarakat yang mulai beralih ke platform online sebagai imbas pandemi. Sedangkan dari 15 varian rasa, varian best seller juga mengalami perubahan, dari yang sebelumnya varian Sapi Panggang tergeser oleh Jagung Bakar Manis Madu,” tandas Khoirul.

Baca Juga: Kue Klepon Viral, Street Boba Ikut Kena Imbas

Sementara itu, agen Makaroni Bonju dari wilayah Jakarta Barat, Annisa, mengungkapkan,  tingkat penjualan selama masa pandemi tidak mengalami penurunan.

"Bulan April-Mei kemarin aku bisa menjual 850 buah dan bulan ini sudah laku sekitar 600 buah, padahal belum akhir bulan. Sepertinya, di bulan ini bisa tembus 900 atau 1000 buah. Untuk menjual Makaroni Bonju ini enak, karena materi promosi sudah dibuatkan, jadi agen hanya tinggal upload saja. Malahan dua bulan kemarin dapat reward. Intinya, senang dan menguntungkan," kata Annisa.



Sumber: BeritaSatu.com