73 Persen Masyarakat Sudah Ngebet Ingin Berwisata

73 Persen Masyarakat Sudah Ngebet Ingin Berwisata
Taman Wisata Alam Kawah Ijen menyandang status sebagai cagar biosfer dunia. (Foto: Istimewa)
Chairul Fikri / CAH Kamis, 30 Juli 2020 | 22:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pandemi Covid-19 yang terjadi di dunia termasuk Indonesia membuat banyak kegiatan masyarakat terhambat. Hampir semua aktivitas yang biasa dilakukan terkendala akibat banyaknya sektor yang harus berhenti. Hal itu juga dirasakan sektor pariwisata yang amat terpuruk kondisinya akibat pandemi ini.

Marketplace OpenTripId mengadakan survei kepada 1.005 koresponden tentang keinginan yang paling besar yang akan dilakukan masyarakat pasca-pandemi. Hasilnya, 73 persen masyarakat mengaku memiliki rencana untuk melakukan perjalanan dalam jangka waktu 2 bulan mendatang.

"Dari survei yang kita lakukan, Di era new normal ini minat masyarakat sangat tinggi untuk bisa kembali berwisata. Itu yang mendorong OpenTripId memberikan penawaran khusus. Misalnya promo platinum member dari Rp 250.000 menjadi gratis. Promo ini berlaku hingga 30 Agustus 2020 mendatang. Dimana masyarakat bisa melihatnya melalui website kita," ungkap Founder OpenTripID, Eka Saparingga dalam keterangan persnya, Kamis (30/7/2020).

Eka menambahkan, situasi yang masih belum memungkinkan membuat sebagian masyarakat ingin menjalani liburannya di dalam negeri. Dimana untuk destinasinya, empat teratas yang dipilih ialah Bromo, Kawah Ijen, Yogyakarta dan Bali.

"73 persen masyrakat ingin berwisata di dalam negeri dan 27 persen untuk wisata luar negeri. Dimana tujuan liburannya, 51 persen memilih untuk liburan di pantai, 30 persen wisata pegunungan, 12 persen untuk wisata kuliner dan 7 persen untuk wisata modern seperti mall atau taman rekreasi.

Dalam survei tersebut, Eka sendiri meyakini bahwa masyrakat tetap berkinginan menjalani liburannya dengan tetap melaksanakan protokoler kesehatan sesuai dengan peraturan pemerintah dan WHO.

"Hampir 100 persen (94 persen) mengatakan peduli terhadap protokol kesehatan selama liburan. Sedangkan sisanya mengatakan tidak tahu. Terbukti meski banyak masyarakat ingin berlibur, mereka masih mementingkan kesehatan. Ini juga yang membuat OpenTripID menjamin penerapan protokol kesehatan di setiap perjalanan wisata," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com