Butuh Modal Usaha, PHRI Minta Subsidi 20% Okupansi Hotel
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 473 (4)   |   COMPOSITE 5928 (47)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1400 (9)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 165 (0)   |   IDX30 468 (4)   |   IDX80 126 (1)   |   IDXBASIC 1227 (14)   |   IDXBUMN20 356 (2)   |   IDXCYCLIC 731 (3)   |   IDXENERGY 739 (8)   |   IDXESGL 128 (1)   |   IDXFINANCE 1321 (7)   |   IDXG30 132 (2)   |   IDXHEALTH 1286 (3)   |   IDXHIDIV20 414 (2)   |   IDXINDUST 951 (5)   |   IDXINFRA 866 (3)   |   IDXMESBUMN 101 (0)   |   IDXNONCYC 729 (12)   |   IDXPROPERT 870 (4)   |   IDXQ30 134 (0)   |   IDXSMC-COM 279 (2)   |   IDXSMC-LIQ 330 (4)   |   IDXTECHNO 3335 (-5)   |   IDXTRANS 1037 (14)   |   IDXV30 125 (1)   |   INFOBANK15 950 (3)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 403 (3)   |   ISSI 174 (1)   |   JII 570 (7)   |   JII70 202 (2)   |   KOMPAS100 1121 (10)   |   LQ45 880 (8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1578 (13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 299 (2)   |   PEFINDO25 291 (6)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 291 (3)   |   SRI-KEHATI 338 (2)   |   TRADE 872 (0)   |  

Butuh Modal Usaha, PHRI Minta Subsidi 20% Okupansi Hotel

Selasa, 8 September 2020 | 16:35 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran menilai, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digulirkan pemerintah belum efektif membantu sektor perhotelan keluar dari tekanan pandemi Covid-19.

Dalam kondisi okupansi kamar hotel yang masih rendah, PHRI mengusulkan agar pemerintah memberikan subsidi berupa pembelian kamar 20 persen okupansi selama enam bulan. Langkah ini menurutnya lebih efektif ketimbang program pembiayaan lewat perbankan yang memiliki persyaratan dan bunga. “Kami mengusulkan agar pemerintah mensubsidi 20 persen okupansi selama enam bulan. Ini perlu dilakukan untuk membantu modal kerja para pelaku usaha perhotelan,” kata Maulana Yusran dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR, Selasa (8/9/2020).

Terkait program pembiayaan untuk korporasi yang saat ini dihadirkan pemerintah, Yusran mengatakan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan fasilitas penjaminan kredit. Antara lain berorientasi ekspor dan padat karya dengan minimal 300 karyawan. Berbagai persyaratan ini menurutnya sulit dipenuhi oleh sektor perhotelan dan restoran.

“Sektor pariwisata seperti hotel dan restoran bukan model yang karyawannya 300 orang, tetapi memiliki multiplier effect dalam penerimaan devisa, pengembangan wilayah, penyerapan tenaga kerja, UMKM serta ekosistemnya di daerah. Jadi syarat-syarat penerima fasilitas penjaminan kredit ini perlu lebih disempurnakan dengan mengakomodir korporasi yang merupakan sektor hotel dan restoran,” paparnya.

Ditegaskan Yusran, kebutuhan pelaku usaha saat ini adalah modal kerja. Namun di sisi lain, kondisi demand yang rendah menjadikan pola penyaluran modal kerja melalui perbankan tidak fleksibel. “Perbankan masih mengikuti pola normal, demand ada, lalu bagaimana dengan equity kita dan seterusnya. Padahal di masa pandemi, di perhotelan dan restoran justru kondisi demand yang masalah. Jadi ini tidak efektif. Makanya kami mengusulkan agar pemerintah mensubsidi 20 persen okupansi selama enam bulan,” kata Yusran.

Dalam 10 tahun terakhir hingga 2019, menurut Yusran tingkat okupansi hotel rata-rata sekitar 50 persen. Saat ini okupansi hotel memang mulai bergerak naik, namun baru sekitar 20 persen. Bila pemerintah memberikan subsidi 20 persen okupansi, maka akan menjadi 40 persen okupansi. Dengan tingkat okupansi 40 persen tersebut, hotel menurutnya sudah bisa hidup. Karyawan bisa kembali terserap dan pelaku usaha bisa kembali membayar biaya energi.

Dalam hitungan PHRI, total anggaran yang dibutuhkan untuk subsidi 20 persen okupansi selama enam bulan sekitar Rp 8,9 triliun dengan harga kamar subsidi mulai Rp 100.000 sampai Rp 600.000 per hari. “Dengan memberikan subsidi 20 persen okupansi selama enam bulan, manfaatnya hotel mendapatkan bantuan biaya operasional tanpa syarat dan bunga. Hotel juga tidak akan mengambil subsidi jika terjadi kenaikan okupansi, karena sebetulnya harga subsidi sangat rendah dari nilai jual pasar,” kata Yusran.

Subsidi 20 persen okupansi menurutnya juga bisa menambah daya tahan usaha menjelang kenaikan demand. Subsidi juga akan dimanfaatkan oleh hotel untuk melakukan perawatan untuk memulai kembali usahanya, serta membayar kewajiban yang tertunggak akibat tidak adanya tamu selama terjadinya pembatasan sosial berskala besar (PSBB). “Hotel juga dapat mempekerjakan kembali karyawannya lebih banyak dari kondisi saat ini,” imbuhnya.

Yusran menambahkan, subsidi ini juga akan memberi manfaat bagi pemerintah, di mana kamar yang disubsidi atau dibeli oleh pemerintah dapat digunakan untuk giveaway kepada traveller sebagai trigger untuk mengembalikan minat masyarakat melakukan pergerakan. Dampak subsidi ini akan memberikan tambahan pendapatan bagi tenaga kerja hotel dalam bentuk uang service. Pemerintah daerah juga akan mendapatkan pajak hotel dan pembelian kamar yang dilakukan oleh Pemerintah. “Nilai subsidi ini jauh akan lebih kecil dibandingkan memberi bantuan modal kerja melalui perbankan, namun manfaatnya lebih besar bagi pelaku usaha hotel,” kata Yusran.

Selain untuk perhotelan, menurut Yusran sektor restoran juga perlu mendapatkan bantuan dalam bentuk subsidi 30 persen sewa tempat usaha restoran selama enam bulan, khususnya untuk restoran yang berada di pusat perbelanjaan dan perkantoran karena di lokasi tempat mereka berusaha mengalami penurunan demand yang sangat tinggi.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Upaya Lindawaty Cakery Cetak Ribuan UKM Lewat Kursus Daring

Tujuan Lindawaty membuat kursus daring ini untuk membentuk wirausaha, apalagi di masa pandemik seperti ini, ketertarikan akan kursus online sangat meningkat.

GAYA HIDUP | 7 September 2020

100 Finalis FoodStartup Indonesia Siap Ikuti Demoday di Bali Oktober 2020

Kemparekraf sudah lebih dulu melakukan kurasi terhadap 1.000 peserta selama tiga hari dengan melibatkan tim kurator yang memiliki kompetensi di bidang kuliner.

GAYA HIDUP | 7 September 2020

Ulang Tahun Emas, Martha Tilaar Group Berkomitmen Terus Berkarya Harumkan Bangsa

Dimasa pandemi Covid-19 ini, Martha Tilaar Group terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara.

GAYA HIDUP | 7 September 2020

Fitflop Indonesia Serahkan Donasi Masyarakat untuk Tenaga Medis Covid-19

Para peserta yang merupakan konsumen atau pembeli produk Fitlop sekaligus mendonasikan satu pasang produk yang diberikan kepada tim medis Covid 19.

GAYA HIDUP | 7 September 2020

Infinix Dorong Pariwisata dan Industri Kreatif Yogyakarta

Infinix dan Dinas Pariwisata Yogyakarta ingin membagikan semangat khususnya untuk para pelaku UMKM agar terus berkarya.

GAYA HIDUP | 7 September 2020

Penerapan Protokol Kesehatan Tumbuhkan Minat Kunjungan Wisatawan

Destinasi wisata dan taman rekreasi sudah mulai kembali dibuka dan menerima pengunjung.

GAYA HIDUP | 5 September 2020

Perhimpunan Taman Rekreasi Harapkan Stimulus Pemerintah

Sebanyak 1.000 taman rekreasi dan atraksi wisata yang menjadi anggota PUTRI, siap dan sudah menerapkan protokol kesehatan.

GAYA HIDUP | 5 September 2020

Strategi Merek Sepatu Lokal Bertahan di Tengah Pandemi

Brand sepatu lokal Paulmay menawarkan garansi hingga 90 hari untuk kepuasan pelanggan.

GAYA HIDUP | 5 September 2020

Dermaster Kenalkan Hydrafacial Treatment Pertama di Indonesia

Dermaster menghadirkan treatment facial terbaik dunia untuk pertama kalinya di Indonesia.

GAYA HIDUP | 5 September 2020

Baju Rumahan Jadi Tren Fashion di Masa Pandemi

UMKM asal Tasikmalaya, VSamantha, meluncurkan koleksi baju rumahan yang stylish dan nyaman dipakai selama masa pandemi Covid-19.

GAYA HIDUP | 4 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS