Keramik Handmade Lumosh Mampu Bersaing Hingga ke Mancanegara
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.108 (0.21)   |   COMPOSITE 6251.05 (38.59)   |   DBX 1329.86 (16.32)   |   I-GRADE 180.794 (0.41)   |   IDX30 506.396 (0.9)   |   IDX80 136.709 (0.42)   |   IDXBUMN20 403.084 (1.37)   |   IDXESGL 140.339 (-0.42)   |   IDXG30 143.133 (0.8)   |   IDXHIDIV20 446.039 (0.87)   |   IDXQ30 145.232 (0.1)   |   IDXSMC-COM 293.729 (3.96)   |   IDXSMC-LIQ 360.142 (3.07)   |   IDXV30 135.556 (1.53)   |   INFOBANK15 1043.56 (-2.24)   |   Investor33 435.417 (-0.04)   |   ISSI 183.035 (1.64)   |   JII 629.726 (4.78)   |   JII70 221.943 (2.13)   |   KOMPAS100 1220.71 (4.09)   |   LQ45 950.717 (1.82)   |   MBX 1696.63 (8.69)   |   MNC36 322.327 (0.16)   |   PEFINDO25 325.87 (0.1)   |   SMInfra18 306.901 (3.47)   |   SRI-KEHATI 370.644 (-0.59)   |  

Keramik Handmade Lumosh Mampu Bersaing Hingga ke Mancanegara

Sabtu, 14 November 2020 | 23:19 WIB
Oleh : Amrozi Amenan / FER

Surabaya, Beritasatu.com - Keramik buatan tangan atau handmade asal Jawa Timur, Lumosh, mampu menembus pasar lokal dan ekspor meskipun harus bersaing dengan produk impor.

Jika Anda kebetulan mengunjungi kafe atau restoran di Surabaya atau Jakarta dan menemukan perlengkapan cangkir atau piring unik dengan kombinasi desain keramik dan kayu, mungkin itu adalah salah satu produk Lumosh.

Namun, tahukah Anda bahwa produk ini awalnya adalah hanya kerajinan keramik konvensional yang nyaris tertelan zaman dan persaingan dengan produk-produk impor.

Adalah tiga anak muda, yakni Angeline Ariesta, Florencia Dewi Marcelina, dan Raymond Tjiadi, yang pada tahun 2016 berani 'menyelamatkan' usaha yang sudah ditekuni orang tua Angeline Ariesta sejak 1992 di Probolinggo. Mereka bertiga adalah teman kuliah saat menempuh studi S1 maupun S2.

"Dengan membentuk CV Lumosh Living, kami bertiga ingin mengelola usaha keluarga teman kita ini dan di-branding agar bisa bersaing di pasar disesuaikan dengan kondisi saat ini," kata Dewi, sapaan akrab Florencia Dewi Marcelina di Surabaya, Sabtu (14/11/2020).

Sebagai anak muda, ketiganya mengerti betul kondisi pasar dan potensi yang bisa digarap. Akhirnya, mereka berinisiatif menggabungkan produk berbahan keramik dengan bahan lain, seperti kayu namun tetap mempertahankan model yang ada. Seperti cangkir dikombinasi bahan kayu, atau keramik dengan finishing corak kayu dengan bermain dengan reaksi warna, dan sebagainya.

"Awalnya kita mendapat pertentangan dengan orang tua Angeline yang notabene pendiri usaha ini. Mereka pesimistis apakah bisa bersaing. Namun kita bisa meyakinkan, dan akhirnya jalan," ungkap Dewi.

Dengan kepercayaan itu, dia ingin menunjukkan bahwa pengrajin keramik lokal, khususnya dari Jawa Timur itu mampu bersaing dengan barang-barang impor baik dari design maupun kualitas. "Yang perlu dibimbing dari pengrajin ini cuma arahan design-nya gimana yang sesuai dengan pasar. Jika dibimbing, mereka bisa kok," ujarnya.

Bersama Raymond, Dewi bertugas menjadi marketing dan memberi masukan ide-ide tren ke depan. Sedangkan Angeline fokus ke desain dan produksi. Mereka menyelaraskan antara bisnis, market dan desain.

"Kami melihat potensi pasar dining ware cukup besar dan menantang, baik di pasar lokal maupun di luar negeri. Hal ini juga seiring dengan munculnya kafe dan restoran baru serta tempat-tempat komersial yang instagramable," jelas Dewi.

Upaya ketiganya tak sia-sia. Pasalnya, produk-produk yang dihasilkan mampu menarik minat pemerintah daerah setempat, dan mengajaknya ikut pameran Inacraft pada tahun 2017. Hal itu membuatnya makin percaya diri karena dari situ produk Lomush kian dikenal pasar.

"Akhirnya kami aktif ikut di beberapa pameran, seperti Jakarta Coffee Week, hingga Coffee Show di Korea pada tahun 2019," tambah Raymond Tjiadi.

Sejak saat itu, permintaan produk Lumosh terus mengalir. Mereka memesan untuk produk dining ware yang sudah ada maupun custom dengan membawa desain atau model sendiri. Kebanyakan konsumen adalah dari kafe atau restoran, hotel, hingga individu untuk sekadar koleksi.

"Untuk permintaan kami membatasi minimal 36-50 piece atau set. Harga yang kami patok mulai Rp 50.000 tergantung tingkat kerumitan. Untuk produk piring mulai Rp 100.000, sedangkan produk yang kominasi kayu bisa mencapai Rp 220.000," ungkap Raymond.

Dewi maupun Raymond bersyukur, permintaan produknya terus meningkat hingga dua kali lipat saban tahunnya. Tak hanya dari pasar domestik, beberapa diantaranya dari luar negeri, seperti Korea, hingga Dubai.

"Saat ini untuk ekspor yang menjadi kendala adalah ekspedisi, karena ini produk keramik, jadi kemasannya harus diperhatikan. Jangan sampai, ketika tiba di tempat customer pecah," ucap Raymond.

Dengan kenyataan itu, Raymond bilang, membuktikan produk keramik handmade Jawa Timur tak kalah dengan daerah lain, seperti Bali atau Jawa Tengah, bahkan produk impor.

Ditegaskannya, Lumosh ingin mengedukasi bahwa barang handmade tidak bisa disamakan dengan barang pabrikan, yang 100 persen sama dan sempurna. Namun ada value lebih dari produk handmade ini. "Nah, selama ini para pengrajin dinilainya sudah under appreciated karena dianggap hasilnya jelek. Padahal, justru itu yang banyak dicari customer, yang berbeda dan limited," tandasnya.

Bahkan, dengan memakai perangkat atau dining ware produk handmade yang limited, produk makanan atau minuman yang disajikan sah-sah saja dibanderol lebih mahal.

"Itu sesuai dengan motto Lumosh yakni redefining your dining ware. Karena tiap makanan biasa, kalau pakai Lumosh, pasti jadi gak biasa, jadi fine dining," pungkas Raymond.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Angkat Kain Wastra, Athan Siahaan Gelar Virtual Indonesia Fashion Parade

Fashion show digelar secara virtual melalui kanal YouTube @athan_siahaan, acara berjudul Road To @virtualindonesiafashionparade.

GAYA HIDUP | 14 November 2020

Lady Rose dan Shopee Hadirkan Solusi Ciptakan Kenyamanan Beristirahat

Produsen sprei dan bedcover, Lady Rose, bekerja sama dengan Shopee menghadirkan Super Brand Day Lady Rose.

GAYA HIDUP | 14 November 2020

Logam Mulia Edisi Disney untuk Investasi

UBS Gold meluncurkan produk Logam Mulia edisi Disney dengan menyematkan teknologi Augmented Reality (AR) Experience di dalamnya.

GAYA HIDUP | 14 November 2020

Ini Dia 5 Jenis Jam Tangan Wajib Dikoleksi

Bagi yang ingin menambah koleksi jam, berikut ini ada beberapa jenis jam yang dimiliki. Apa saja itu?

GAYA HIDUP | 13 November 2020

Tripadvisor Mewanti-wanti Tamu yang akan Menginap di Hotel Thailand

Para tamu yang akan menginap di hotel di Thailand diminta berhati-hati oleh situs laman perjalanan Tripadvisor.

GAYA HIDUP | 13 November 2020

Jejamu Mustika Ratu Perluas Jangkauan Ketersediaan

Jejamu Mustika Ratu telah hadir sejak 2019 dan secara resmi diluncurkan pada Januari 2020 bertepatan dengan hari jadi Mooryati Soedibyo.

GAYA HIDUP | 13 November 2020

Dua Sisi GVFI dan Karibatur Diminati Pencinta Fashion

Produk mode lokal semakin diminati masyarakat.

GAYA HIDUP | 13 November 2020

Yupi Pilihan Tepat Temani Bersepeda

Makanan ringan Yupi bisa menjadi teman yang bermanfaat bagi pesepeda.

GAYA HIDUP | 12 November 2020

Kopi Chuseyo Ekspansi Cabang ke Kota Bandung

Menggandeng selebgram K-Pop, Kim Darlings, pandemi Covid-19 bukan penghalang bagi Kopi Chuseyo untuk membuka cabang ke-22 di Bandung.

GAYA HIDUP | 12 November 2020

Dear Kolektor, Sylvester Stallone Akan Lelang 5 Jam Tangan Kesayangan

Sylvester Stallone akan melelang 5 arloji kesayangannya yang paling berharga. Dua di antaranya pernah dipakai dalam film yang dibintangi.

GAYA HIDUP | 12 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS