Homestay Dahulu, Tamu Kemudian
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Homestay Dahulu, Tamu Kemudian

Sabtu, 27 Maret 2021 | 16:16 WIB
Oleh : AB

Oleh: Primus Dorimulu*

Mana yang harus diprioritaskan, membangun homestay atau mendatangkan terlebih dahulu tamu? Menyediakan terlebih dahulu penginapan yang layak atau meningkatkan jumlah pengunjung?

Terhadap pertanyaan ini, ada dua jawaban berbeda. Kedua pendapat didasarkan pada argumentasi yang logis dan ditopang kenyataan.

Pendapat pertama, permintaan lebih penting daripada pasokan. Upaya mendatangkan tamu lebih penting daripada menyediakan hotel dan homestay. Pada masa pandemi, banyak penginapan sepi dan bisnis penginapan bangkrut. Solusi paling ditunggu saat ini adalah mendatangkan wisatawan lokal dan mancanegara.

Apa yang terjadi setelah akomodasi dan amenitas terbangun, tetapi sepi pengunjung? Hotel, homestay, restoran, dan toko suvenir yang sudah dibangun tidak bisa dirawat jika tidak ada tamu yang datang. Banyak penginapan yang mubazir karena tidak ada tamu yang berkunjung.

Pendapat kedua, akomodasi dan amenitas yang tidak siap akan menjadi promosi buruk bagi wisatawan. Sekali berkunjung, wisatawan yang sama tidak akan kembali lagi. Di era digital, pengalaman buruk akan diceritakan kepada pihak lain lewat sosial media. Pengalaman buruk akan diviralkan. Oleh karena itu, akomodasi dan amenitas harus dibenahi terlebih dahulu sebelum mendatangkan pelancong.

Pengalaman dua kali menjadi chairman Tour de Flores (TdF) 2016 dan 2017 memberikan pemahaman yang jelas terhadap pariwisata, khususnya tentang pentingnya akomodasi dan amenitas. Akomodasi dan amenitas yang tidak mendukung akan menyengsarakan para wisatawan dan itu menjadi promosi yang buruk bagi pariwisata Indonesia.

Pada dua kali TdF, penginapan untuk para atlet sepeda, pendamping atlet, dan panitia tidak cukup. Solusi yang diambil waktu itu adalah tidak mengundang wisatawan. Sebab, penginapan untuk para atlet, pendamping, dan panitia tidak mencukupi.

Setiap etape, atlet sepeda menginap. Ketika atlet tiba di Borong, ibu kota Manggarai Timur, 27 Juli 2017, penginapan tidak cukup tersedia. Sebagian atlet dan semua commisser diinapkan di Ruteng, ibu kota Manggarai. Di kota-kota lain--mulai dari Larantuka, Maumere, Ende, Mbay, Bajawa, Ruteng, dan Labuan Bajo--, hotel tidak mencukupi. Cerita akan lain jika di setiap kota tersedia minimal 1.000 homestay.

Homestay atau griya wisata ataupun rumah wisata adalah rumah penduduk yang ditata apik memenuhi standar penginapan bagi turis lokal maupun asing. Sebuah rumah dinilai layak menjadi homestay jika memiliki kamar tidur ber-AC, kasur dengan seprai, dan bantal putih, kamar mandi dengan toilet duduk, shower, dan handuk putih, serta akses telekomunikasi. Setiap homestay harus memiliki wifi.

Untuk pengembangan pariwisata, jawaban nomor satu dan dua tidak sepenuhnya tepat. Jawaban yang jitu adalah gerakan simultan. Upaya membenahi akomodasi dan amenitas dilakukan bersamaan dengan promosi pariwisata. Itu pun tidak cukup. Semuanya ini dilakukan simultan dengan perbaikan infrastruktur, baik infrastruktur transportasi, energi, telekomunikasi, dan infrastruktur dasar, yakni air bersih.

Sejak pandemi Covid-19 merebak di Tanah Air, pariwisata dan semua bisnis yang menopang pariwisata ambruk. Bisnis transportasi, perhotelan, biro perjalanan, restoran, dan ritel megap-megap. Selama 2020, jumlah wisman hanya 4 juta lebih, anjlok 74% dari tahun sebelumnya. Kunjungan wisnus berkurang 30%. Fakta inilah yang menjadi argumentasi pihak yang menyarankan agar upaya mendatangkan wisatawan harus menjadi prioritas. bukan pembangunan griya wisata.

Meski selama Maret 2021 ada peningkatan angka positif Covid-19 di sejumlah negara di Eropa, Asia, dan Amerika, cepat atau lambat, pandemi bisa diatasi. Vaksinasi memberikan optimisme. Paling tidak, orang yang sudah divaksin tidak Lagi menularkan Covid-19 meski mereka tetap bisa kembali tertular. Orang yang sudah divaksinasi terhindar dari sakit berat ketika terkena Covid-19.

Setelah Covid-19 teratasi, pariwisata kembali bergairah. Orang akan bepergian, berlibur, berwisata, dan berbelanja. Manusia tidak tidak terus-menerus diam di tempat. Ketika kegiatan pariwisata kembali normal, penginapan akan diserbu pengunjung. Apa yang terjadi jika penginapan tidak siap? Relakah kita para turis memviralkan pengalaman buruk mereka?

Di sinilah pentingnya pembangunan homestay. Masa paceklik wisatawan perlu dimanfaatkan dengan memperbanyak dan membenahi griya wisata agar ketika arus wisatawan normal, akomodasi dan amenitas sudah siap. Masyarakat di desa wisata diharapkan mulai membangun homestay.

Bagi yang tidak memiliki dana untuk membangun homestay, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) menyediakan dana pinjaman berbunga rendah, 3%, dengan tenor 10 tahun. Dana pinjaman sebesar Rp 150 juta dan disalurkan lewat badan usaha milik desa (bumdes) dan badan usaha lainnya yang dinilai efisien dan efektif.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) juga siap membantu masyarakat untuk mewujudkan desa wisata sekaligus desa devisa lewat produk berskala global. Lembaga ini akan memberikan pendampingan kepada masyarakat untuk menghasilkan produk dengan kualitas dunia. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa wisata harus menjadi bagian dari rantai pasok dunia. LPEI membantu pembentukan desa wisata menjadi desa devisa.

Selain SMF, pelaku bisnis pariwisata berpeluang mendapatkan bantuan insentif pemerintah (BIP) hingga Rp 200 juta per perusahaan. BIP adalah dana hibah pemerintah lewat Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf). Pada 2019, dana BIP sebesar Rp 5 miliar. BIP ditingkatkan menjadi Rp 26 miliar tahun 2020, dan pada 2021 dianggarkan Rp 60 miliar.

Kemparekraf menargetkan 244 desa wisata mandiri dan tersertifikasi pada 2021 sampai 2024. Pada 2021 ditargetkan pembentukan 67 desa wisata, tahun 2022 sebanyak 63 desa wisata, tahun 2023 sebanyak 59 desa wisata, dan pada 2024 ditargetkan terbentuk 55 desa wisata.

Dari 244 desa wisata mandiri yang ditargetkan, sebanyak 150 desa wisata berada di lima destinasi superprioritas, yakni Labuan Bajo, Mandalika, Toba, Likupang, dan Borobudur. Kemparekraf akan berkolaborasi dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT) untuk membangun desa wisata, yakni desa yang warganya hidup dari kegiatan patiwisata. Desa wisata membutuhkan banyak homestay dan komunitas yang memiliki visi bersama untuk mengembangkan bisnis pariwisata sebagai sumber pendapatan.

Griya wisata yang ada di desa wisata maupun di luar desa wisata akan mendapatkan pengunjung yang terus-menerus jika memiliki atraksi dan kegiatan unik untuk memberikan pengalaman pribadi kepada setiap pengunjung. Tamu bisa ikut membatik di rumah wisata yang memiliki kegiatan tenun, bisa ikut membajak dan menanam padi di rumah yang memiliki sawah, dan sebagainya.

Komunitas desa perlu memiliki atraksi yang secara berjadwal melayani pengunjung. Inilah daya tarik pariwisata berbasis komunitas yang memiliki kegiatan unik dan atraksi menarik. Sebuah destinasi wisata baru disebut sukses jika setap pelancong rindu untuk kembali. Mereka, para wisatawan, akan berencana kembali apabila mereka mendapatkan pengalaman pribadi yang menyenangkan. Pengalaman pribadi itu akan mereka bagikan kepada publik lewat media sosial.

*Direktur Pemberitaan BSMH




BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Selebgram Andhita Irianto Kini Jajal Bisnis Kecantikan

Berbekal pengalaman di dunia kecantikan, Andhita kembali membangun bisnis Salon dan Spa yang diberi nama Andhita Irianto Salon & Spa.

GAYA HIDUP | 27 Maret 2021

Investasi Perhiasan Lewat Arisan Jadi Tren Sosialita di Masa Pandemi

Investasi perhiasan lewat arisan jadi cara baru sosialita mengelola dana keuangan.

GAYA HIDUP | 27 Maret 2021

ITDC Vaksinasi 8.000 Pekerja Pariwisata Kawasan The Nusa Dua

Kegiatan vaksinasi Covid-19 dilaksanakan di Grand Hyatt Bali, The Nusa Dua mulai 22 Maret-30 Maret 2021 dengan target 1.000 peserta vaksinasi per hari.

GAYA HIDUP | 26 Maret 2021

KokiApp Siap Jadi Solusi Bisnis Kuliner di Masa Pandemi

Petar Mihaljcic dengan membuat sebuah aplikasi khusus bernama KokiApp yang dibuat agar bisa menjadi aplikasi yang cocok bagi Anda yang gemar memasak.

GAYA HIDUP | 26 Maret 2021

Digitalisasi UMKM Jadi Sarana Promosi dan Perluasan Pasar

Kampanye Beli Kreatif Danau Toba diharapkan mampu membangkitkan dan memberdayakan UMKM di Sumatera Utara.

GAYA HIDUP | 26 Maret 2021

Sandiaga Tekankan Kearifan Lokal Pengembangan SDM Pariwisata Toba

Bali memang terkenal dengan budaya dan hospitality, namun budaya gotong royong juga kental di Danau Toba.

GAYA HIDUP | 26 Maret 2021

6 Pegiat Kecantikan Berbagi Makna Authentic Beauty

Sociolla ingin merangkul beauty enthusiast untuk bersama-sama memaknai authentic beauty sekaligus menghargai dan mencintai diri sendiri.

GAYA HIDUP | 26 Maret 2021

Parakrama Pastikan 165 Wedding Expo 2021 Siap Digelar

Parakrama Organizer akan menggelar "165 Wedding Expo 2021” pada 3-4 April 2021, di Menara 165 Wedding, Jakarta Selatan.

GAYA HIDUP | 26 Maret 2021

Sambut Hari Bumi, Central Park dan Neo Soho Mall Gelar Program GREENERATION

Program 'GREENERATION' melibatkan pengunjung dalam gerakan solidaritas global terhadap bumi, dan selalu menerapkan gaya hidup sehat.

GAYA HIDUP | 26 Maret 2021

Setelah Street Boba, Fadil Jaidi Luncurkan Traffic Bun

Fadil Jaidi kembali menjalin kolaborasi dengan Nikmat Group.

GAYA HIDUP | 25 Maret 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS