Jalani Kembali Hobi di Tengah Pandemi, Siapa Tahu Menghasilkan Cuan Seperti Mereka Ini
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jalani Kembali Hobi di Tengah Pandemi, Siapa Tahu Menghasilkan Cuan Seperti Mereka Ini

Minggu, 4 Juli 2021 | 08:49 WIB
Oleh : Surya Lesmana / LES

New York, Beritasatu.com – Banyak cara dilakukan warga di AS untuk menjalani hidup di tengah pandemi Covid-19. Banyak dari mereka yang kembali melakukan hobi mereka di masa lalu, dan ternyata bisa mendatangkan keuntungan.

Jenny Eisler belajar merajut di kelas satu, dan pandai dalam hal itu. Dia juga meluangkan waktu sebagai Pramuka, yang memberinya semangat untuk pantang menyerah.

Ketika Kota New York melakukan lockdown di musim semi lalu untuk membendung penyebaran Covid-19, Eisler, 25 tahun, terjebak di apartemen studionya di NoLIta tanpa banyak hal yang bisa dilakukan. Akhirnya dia memutuskan untuk menjalani hobi lamanya merajut.

Ia kemudian memesan beberapa lingkaran bordir, jarum dan benang secara daring di Amazon, dan menambah ilmu merajutnya di YouTube.

"Hal pertama yang lakukan adalah menyulam kata 'karantina' dengan benang hijau di jaket abu-abu saya," kata Eisler, yang bekerja di pengecer mode online.

"Aku menyulam semua pakaianku," lanjutnya. “Dan kemudian ketika saya kehabisan barang-barang saya sendiri untuk disulam, saya mulai menyulam barang-barang untuk saudara perempuan saya.”

Eisler kemudian pergi ke rumah orang tuanya di Scarsdale dengan peralatan kerajinannya saat pandemi berlangsung. Ia juga mulai mendokumentasikan kemajuan hobinya di Instagram dan tak lama orang-orang mulai mengirim pesan langsung kepadanya untuk memesan.

Ia mendapat 100 pesanan dalam beberapa minggu pertama untuk menyulam tulisan di kaos. “Itu terjadi begitu saja,” kata Eisler. “Teman-teman saya semua menginginkannya karena semua orang ada di rumah dan mengenakan pakaian yang berkeringat”.

Eisler kini termasuk di antara mereka yang telah menjadikan hobi di saat pandemi mereka sebagai usaha yang menghasilkan pendapatan.

Hobi yang awalnya untuk menghilangkan kebosanan dan stres karena pembatasan akktivitas, malah akhirnya mendatangkan cuan (uang).

Menurut survei terbaru oleh LendingTree, pasar pinjaman online, sebanyak 6 dari 10 dari 1.000 responden memulai kembali hobi lama mereka selama pandemi. Kemudian hampir setengah dari mereka telah menghasilkan uang, dan mengubahnya menjadi pekerjaan sampingan.

Eisler, yang menamakan perusahaannya Just by Jeanie mengatakan, dia telah meraih US$20.000 atau sekitar Rp 289 juta dari kegiatan menyulamnya yang kini menjadi lini produk yang telah berkembang dari kaus hingga celana olahraga, kaus kaki, bayi selimut dan onesie (model lengan pendek dan panjang).

Lain lagi dengan Lan Ngo, seorang apoteker, yang kini bisa menabung US$3.000 (sekitar Rp 34 juta) hingga US$4.000 (sekitar Rp 54 juta) per bulan untuk penjualan furnitur rumah boneka yang dibuatnya di kamar tidur cadangan apartemen sewaannya di Clovis, California.

Ngo menghabiskan setidaknya satu hari setiap akhir pekan untuk membuat meja makan kecil, kursi, pintu, kompor, dan lemari es yang dia jual di Etsy. Dia akhirnya membeli printer laser Glowforge (harganya sekitar hampir US$3.000) setelah sampai pada kesimpulan yang tak terhindarkan bahwa apa yang dia buat dengan tangan dengan stik es krim dan kardus adalah padat karya. Keluarganya meluangkan waktu sekitar 20 jam setiap minggu, dan ketika Ngo mencoba untuk mendapatkan pesanan besar, bahkan tunangannya juga membantu.

Kemudian ada Jeff Neal, yang pekerjaan aslinya adalah seorang penaksir proyek untuk kontraktor pengecatan industri. Di saat usahanya tak bisa berjalan karena pembatasan kegiatan selama pandemi, ia tetap bisa mengantongi US$2.000 (sekitar Rp 28 juta) per bulan untuk pengembangbiakan jangkrik, kecoak, dan serangga untuk makanan hewan amfibi dan reptil yang ia jual kepada pemilik amfibi dan reptil, terutama melalui situs webnya The Critter Depot.

“Saya mengikuti forum hewan reptil peliharaan dan mendapati banyak pemilik reptil yang mengeluhkan, toko hewan peliharaan lokal mereka tutup karena Covid-19, dan mereka mencari serangga untuk makanan,” kata Neal.

Neal memperkirakan pada puncak pandemi, ia rata-rata mendapat 10 hingga 15 pesanan per hari. dan meraih pendapatan sebanyak US$5.000 (sekitar Rp 72 juta) per bulan. Critter Depot mengirim ke seluruh wilayah di Amerika Serikat dan memberikan instruksi kepada pelanggan tentang apa yang diharapkan saat menerima jangkrik melalui pos.

Neal, yang membangun peternakan jangkrik di garasi rumahnya kini rajin bangun pagi sekitar pukul 4.30 untuk memenuhi pesanan dan menjawab email. "Saya sering kelelahan," katanya.

Kemudian ada Adam Sarkis, seorang pengusaha yang berbasis di Chicago, yang baru saja gagal saat memulai usaha start-up.

“Saya mulai memikirkan hal-hal yang saya lakukan sebagai hobi ketika saya masih muda, hal-hal yang tidak sempat saya lakukan selama bertahun-tahun,” kata Sarkis, 35 tahun.

Dia gemar menggambar di buku catatannya saat kecil, kemudian bermain basket atau menonton pertandingan bola basket. "Saya memutuskan untuk menggabungkan gairah itu dan melihat seperti apa di kanvas."

Menggunakan cat akrilik, dan kuas spons, Sarkis mulai melukis gambar kepala dan bahu dari para pemain basket NBA. Salah satunya adalah mantan pebasket Latrell Sprewell, "karena dia adalah salah satu yang pertama memakai rambut gimbal yang menggantung di punggungnya".

Kemudian juga Dennis Rodman, "karena dia adalah salah satu yang pertama membuat banyak tato," kata Sarkis, yang mencirikan gayanya. sebagai perpaduan antara Keith Haring dan Jean Dubuffet.

Ia mulai mengunggah beberapa karya awalnya di Instagram, dan terkejut serta senang mengetahui ada minat yang cukup besar. “Saya diminta untuk melukis pemain seperti Ben Wallace, Steve Nash, dan Allen Iverson.” Sejauh ini, kata Sarkis, ia telah menjual lebih dari 100 lukisan.

Namun karena banyanya permintaan, ia akhirnya terpaksa mengecilkan ukuran kanvas (dari 32 kali 32 inci menjadi 8 kali 11) dan harganya (dari US$300 menjadi US$50). "Saya tetap menghasilkan lebih banyak uang," kata Sarkis.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: channelnewsasia.com


BERITA LAINNYA

Ini Keuntungan Bawa Bekal Makanan dari Rumah

Membawa bekal makanan dari rumah lebih menghemat, aman dan lebih terjamin kesehatannya.

GAYA HIDUP | 23 September 2021

Miracle Inspirasi Wanita Indonesia Berani Tampilkan Kecantikan Individu

Klinik Miracle mengusung kampanye #BeBraveToBeYou agar wanita Indonesia berani menunjukkan kecantikan individualnya.

GAYA HIDUP | 22 September 2021

Horison Grand Serpong Inisiasi Sejumlah Program untuk Tingkatkan Okupansi

Horison Grand Serpong (HGS) yang berlokasi di Kota Tangerang menginisiasi sejumlah program dengan memberikan benefit kepada pelanggan.

GAYA HIDUP | 22 September 2021

Skincare Mengandung Zaitun Cocok untuk Kulit di Iklim Tropis

dr Dina Oktaviani, M.Biomed mengatakan dengan iklim tropis seperti ini maka diperlukan skincare yang sesuai.

GAYA HIDUP | 21 September 2021

Kolaborasi Kemparekraf dan AirAsia Dukung Pemulihan Pariwisata Nasional

AirAsia akan mendukung Kemparekraf untuk mengembalikan perhatian dan minat masyarakat dunia terhadap destinasi wisata di Indonesia

EKONOMI | 21 September 2021

Uji Coba Pembukaan Borobudur dan Prambanan Temui 3 Masalah

Penerapan aplikasi PeduliLindungi di kawasan Prambanan tidak mengalami hambatan.

GAYA HIDUP | 21 September 2021

Skincare Ampoule Berikan Manfaat Kulit Cerah dan Awet Muda

Crystal Youth Anti Aging Ampoule mengandung zat Niacinamide serta vitamin C yang memberikan manfaat kulit cerah serta awet muda.

GAYA HIDUP | 21 September 2021

Corner.id, Brand Fashion Lokal Indonesia yang Simpel dan Modern

Corner.id menjadi salah satu item yang merupakan brand lokal yang mulai banyak memikat generasi millenial.

GAYA HIDUP | 21 September 2021

Industri Pariwisata Mulai Berdenyut, Puan Maharani: Jangan Abaikan Prokes

Ketua DPR Puan Maharani menyambut baik industri pariwisata yang mulai berdenyut. Puan mengingatkan agar wisatawan tetap mematuhi prokes.

GAYA HIDUP | 20 September 2021



TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Hari Libur Nasional 2022


# Toko Obat Ilegal


# Joe Biden


# Piala Sudirman



TERKINI
Rp 178,95 Triliun Dana Pemerintah Daerah Masih Mengendap di Perbankan

Rp 178,95 Triliun Dana Pemerintah Daerah Masih Mengendap di Perbankan

EKONOMI | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings