Pakar Pangan Tegaskan MSG Aman Dikonsumsi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pakar Pangan Tegaskan MSG Aman Dikonsumsi

Jumat, 3 Desember 2021 | 19:19 WIB
Oleh : Jaja Suteja / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar pangan Institut Pertanian Bogor (IPB), Purwiyanto Hariyadi, menegaskan MSG atau micin aman dikonsumsi. Menurutnya, penelitian soal ini sudah dilakukan sejak lama.

Hal itu diungkapkan guru besar IPB itu pada webinar bertema "Tren Pangan 2022" yang digelar secara online oleh Persatuan Pabrik Monosodium Glutamate dan Glutamic Acid Indonesia (P2MI) yang beranggotakan Ajinomoto, Miwon, dan Sasa, Kamis (2/12/2021).

Penyelenggaraan kali ini ditujukan untuk mengetahui lebih dalam terkait bagaimana tren pangan makanan 2022, yang sesuai dengan generasi milenial dan keluarga. Tak dapat dimungkiri masa pandemi terbukti turut mengubah pola konsumsi pangan masyarakat, yang akhirnya mulai berinovasi menciptakan sajian yang mengundang selera melalui inovasi ingridien pangan.

Di masyarakat santer terdengar bahwa penggunaan MSG pada makanan dapat membahayakan kesehatan seseorang, tetapi pernyataan itu ditepis oleh pakar pangan yang menyebutkan MSG aman untuk dikonsumsi sehari-hari.

“MSG aman atau tidak sih? Sebetulnya dari sisi kajian itu sudah lama dikaji. Sejak tahun 1988, melalui Peraturan Nomor 23 MSG dinyatakan aman dikonsumsi sebagai bahan penguat rasa, dengan penggunaan secukupnya dan tidak berlebihan,” ujar Purwiyatno Hariyadi, dalam webinar tersebut.

Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes tahun 1988) telah diperbaharui menjadi Permenkes Nomor 33 Tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan dengan isi yang sama yaitu menyatakan bahwa MSG aman dikonsumsi sebagai bahan penguat rasa umami.

Tidak heran, dengan penggunaan MSG di masa pandemi seperti sekarang ini banyak orang berinovasi membuat makanan sendiri di rumah maupun untuk berwirausaha. Hal itu karena MSG dapat memberi cita rasa kenikmatan umami yang lezat.

“Cita rasa atau kenikmatan dalam pangan itu penting membangun rasa happy atau senang dan juga mood booster saat mengonsumsi sesuatu. Ini juga penting berkenaan dengan kesehatan mental,” ujar Purwiyatno lagi.

Dia menyatakan asupan makanan tentu menjadi hal yang penting bagi masyarakat saat ini, khususnya di tengah pandemi Covid-19. Hal ini juga tak lepas dari kebiasaan generasi milenial yang hobi dan mencoba mengonsumsi berbagai makanan baru.

Menurut dia, diperlukan inovasi terkait asupan makanan di antaranya yang memberikan jaminan keamanan, memaksimumkan unsur yang diinginkan, serta meminimalkan unsur yang tidak diinginkan.

"Karena pada dasarnya, nilai pangan itu dilihat dari sejauh mana keamanan pangan tersebut aman terhadap kita yang mengonsumsinya baik secara jasmani dan rohani. Oleh karenanya diperlu inovasi untuk flavour tekstur, sensori, cita rasa, kenampakan, lokalitas, gizi, home cooking, lingkungan atau unsur yang diinginkan. Serta meminimalkan unsur yang tak diinginkan di antaranya fungsionalitas, waktu persiapan, dan kompleksitas harga," tandas Purwiyatno lagi.

Ia juga menjelaskan betapa pentingnya berinovasi ingredien pangan yakni pada bahan (bahan baku, bahan tambahan, zat gizi, bahan fungsional) yang digunakan dalam kegiatan produksi pangan dengan berbagai tujuan. Salah satunya adalah bumbu pembangun rasa dasar yaitu manis, asam, asin, pahit, dan umami.

"Salah satunya adalah MSG (MNG) dan bumbu atau bahan umami lainnya yang mampu memberikan cita rasa dan turut memberikan kecukupan asupan pada orang yang memakannya. Melalui penelitian yang sahih asupan natrium/sodium dari garam dapur dapat dikurangi sebesar sekitar 30% dengan penambahan sedikit MSG, di mana hal itu sama sekali tidak memengaruhi tingkat kesukaan," jelasnya.

Purwiyatno Hariyadi menambahkan asupan gizi (dari pangan) yang baik dan cukup sangat penting untuk kesehatan. Hal ini dapat dipenuhi melalui kecukupan asupan ditambah citarasa pangan itu sendiri. "Terutama pada saat sistem kekebalan tubuh diperlukan untuk melawan Covid-19," ucapnya.

Di tengah diskusi yang sama, Ketua Bidang Komunikasi P2MI Satria Gentur Pinandita, menjelaskan kehadiran asosiasinya adalah untuk memberikan informasi yang benar dan faktual tentang MSG dan turunannya kepada masyarakat dan instansi terkait.

"Hingga saat ini pemberitaan atau artikel terkait MSG yang berintonasi negatif masih kerap muncul. Surat tanggapan dari tahun ke tahun makin menurun publikasinya. Per tahun 2021, efektifitasnya hanya 6%. Performa yang bagus di tahun 2018, karena memang nama asosiasi baru muncul dan media banyak yang memberitakan. Oleh karenannya ke depan P2MI akan lebih proaktif menyebarkan informasi melalui aset sendiri. Kami akan lebih sering bersosialisasi dan mengedukasi," paparnya.

Lebih lanjut Satria Gentur Pinandita mengatakan masih banyak pula berita yang salah terkait MNG yang mana seluruhnya adalah Hoax. Sebut saja tambahnya, kaldu-kaldu jamur yang saat ini banyak beredar, faktanya hanya sebuah manipulasi bahan dan kampanye.

"Faktanya bumbu tersebut menggunakan MNG/MSG dalam komposisinya, bahkan menjadi ingredien terbesar ke-2 setelah garam. Ditambah lagi bumbu dengan klaim tersebut lebih mahal berkali lipat di mana 400 gram bumbu harganya Rp 46.900 dan harga untuk MNG/MSG 120 gram hanya Rp 4.800," ujar Satria Gentur Pinandita.

Dijelaskannya, MNG merupakan nutrisi yang aman dikonsumsi. "Dalam hal ini untuk ibu-ibu yang suka memasak menggunakan garam kini dapat menggantikan penggunaan garam berlebih dengan melakukan subsitusi menggunakan MNG. Misalnya, biasa satu sendok teh garam, bisa kita substitusi setengahnya dengan MNG. Nah ini membantu kita untuk mengurangi konsumsi garam yang cukup signifikan," papar Satria Gentur Pinandita.

MSG merupakan bagian dari pangan untuk menciptakan makan gizi seimbang. Namun, penggunaan MSG juga harus disertai dengan mengonsumsi makanan beraneka ragam agar asupan yang ada bisa saling melengkapi.

“Makanan memiliki komposisi zat gizi yang berbeda-beda dan satu sama lain saling melengkapi untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Sub Koordinasi Subtansi Mutu Gizi, Direktorat Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan, Hera Nurlita.

Sementara Corporate Executive Chef Hotel, Freddy Demianus, mengatakan bahwa penggunaan MSG di kalangan milenial akan menjadi tren di tahun 2022 mendatang. Hal itu karena banyaknya kalangan milenial yang meminati makanan bercita rasa asin dan gurih (umami) atau mengandung MSG.

“Namanya orang Indonesia meskipun healthy food dia bakal bosen juga. Orang yang tadinya tidak suka pakai MSG, dia kangen dan pakai MSG lagi. Apalagi rata-rata makanan tradisional Indonesia menggunakan MSG sebagai bahan cita rasa yang khas,” tukasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

K-JU by Prochiz Hadirkan Kreasi Kuliner Berbahan Dasar Keju

Prochiz dan Yummykitchen meluncurkan K-JU by Prochiz, yang menyuguhkan berbagai pilihan makanan dan minuman berbahan dasar keju olahan.

GAYA HIDUP | 26 Januari 2022

Influencer dan Blogger Diajak Rasakan Sensasi Memasak Kari Khas Jepang

PT House and Fox Indonesia mengundang influencer dan blogger merasakan sensasi memasak masakan Jepang.

GAYA HIDUP | 26 Januari 2022

Jelang Imlek, Perajin Kue Keranjang Kebanjiran Order

Kue keranjang tradisional merupakan salah satu menu wajib masyarakat Tionghoa yang merayakan Imlek.

GAYA HIDUP | 26 Januari 2022

Sandiaga Apresiasi Peluncuran Aplikasi Tlusure

"Saya sampaikan apresiasi kepada aplikasi Tlusure. Melalui kehadiran aplikasi ini, mudah-mudahan wisatawan lebih nyaman berwisata di Indonesia," kata Sandiaga.

GAYA HIDUP | 26 Januari 2022

Aplikasi Tlusure Jadi Rekomendasi Wisata dengan Protokol Kesehatan

Aplikasi Tlusure ini dihadirkan untuk wisatawan guna memperoleh informasi terkait kondisi destinasi wisata yang masuk dalam zona hijau atau zona lainnya.

GAYA HIDUP | 26 Januari 2022

Hoax, Permen Yupi Terbuat dari Minyak Babi

Seluruh produk Yupi semua diproduksi dengan proses di pabrik yang tentunya sudah bersertifikat halal.

GAYA HIDUP | 26 Januari 2022

YOU Beauty Luncurkan Produk Perawatan Semua Jenis Kulit Wajah

YOU Beauty meluncurkan Skin Energy Facial Serum untuk berbagai jenis kulit.

GAYA HIDUP | 25 Januari 2022

Olike Siapkan Jam Tangan Pintar Perpaduan Lifestyle dan Teknologi

Olike menghadirkan Zeth W1 yang merupakan sebuah jam tangan pintar dengan desain tipis dan dengan berbagai fitur teknologi yang terbaik.

GAYA HIDUP | 25 Januari 2022

Teken MoU dengan BRIN, Okwi Food Siap Bawa UMKM Mendunia

Okwi Food dan BRIN menandatangani MoU terkait inovasi kemasan BRIN yang akan membawa UMKM naik kelas dan mendunia.

GAYA HIDUP | 25 Januari 2022

PT Pelni Ungkap Spesifikasi Hotel Terapung untuk Penonton MotoGP Mandalika

PT Pelni membeberkan spesifikasi Kapal Motor (KM) Sinabung dan KM Kelud yang digunakan untuk hotel terapung bagi para wisatawan atau penonton MotoGP Mandalika.

GAYA HIDUP | 24 Januari 2022


TAG POPULER

# Nurul Arifin


# Wiyanto Halim


# Sorong


# Rupiah


# Jokowi



TERKINI
Kasus Harian Covid-19 Tembus 7.000, Prof Zubairi Sarankan Level PPKM Dinaikkan

Kasus Harian Covid-19 Tembus 7.000, Prof Zubairi Sarankan Level PPKM Dinaikkan

KESEHATAN | 2 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings