Relawan Perdamaian di Dunia Maya Penting untuk Jaga Persatuan

Relawan Perdamaian di Dunia Maya Penting untuk Jaga Persatuan
Adnan Anwar ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Rabu, 5 Desember 2018 | 14:41 WIB

Jakarta – Pada era digital ini, semua informasi sangat terbuka dan tidak ada batasnya. Hal itu tentu saja menjadi suatu hal menggembirakan dan menarik bagi masyarakat Indonesia.

Namun, tidak sedikit ada kelompok yang memanfaatkan dunia internet untuk menyebarkan propaganda radikalisme, ujaran kebencian, dan berita bohong (hoax) yang tentunya dapat memecah belah persatuan bangsa.

Peneliti di Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Adnan Anwar menilai, perlu adanya relawan milenial dalam menebar konten-konten perdamaian di dunia maya. Hal ini dilatarbelakangi kondisi bangsa yang semakin tidak sehat di dunia maya dengan adanya ujaran-ujaran kebencian dan berita hoax yang makin marak

“Melihat kondisi dunia maya di negara kita yang tidak sehat pada akhir-akhir ini tentunya keberadaan relawan penebar konten perdamaian di dunia maya sangat penting sekali. Hal ini karena ada desain dari kelompok-kelompok yang memang secara sistematis menyebarkan berita kebohongan atau kebencian, kalau hal ini dibiarkan, tentunya akan dapat merusak dan memecah belah persatuan antarmasyarakat bangsa ini,” kata Adnan, di Jakarta, Selasa (4/12) dalam rilis yang diterima redaksi.

Lebih lanjut Adnan menjelaskan, kelompok-kelompok tersebut selama ini sangat serius dan masif dalam menggunakan internet melalui media sosial ini. Untuk itu, harus ditandingi secara serius dan sistematis juga.

“Kenapa harus dilakukan secara sistematis? Karena apa yang dilakukan kelompok-kelompok tersebut merupakan propaganda. Jadi harus dilawan dengan strategi kontra propaganda yang tempat,” kata mantan Wakil Sekjen Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PB NU) ini.

Menurutnya, dalam melaksanakan penangkalan secara sistematis ini, juga harus dirumuskan juga strateginya secara benar, lalu segmentasi berdasarkan umur dan juga berdasarkan demografi.

Dia menyambut baik relawan Duta Damai Dunia Maya yang sudah dibentuk Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam menebar konten perdamaian di dunia maya.

Menurutnya konten yang dibuat para duta damai dunia maya BNPT itu juga harus memiliki kemampuan atau akses terhadap sumber-sumber pengambilan kebijakan.



Sumber: Suara Pembaruan